Mati Kekenyangan
--
Kalau di Tarim ziarah orang ke makam seribu wali, di Mesir ziarahnya ke makam 40 Nabi. Seribu wali adalah kiasan, 40 Nabi adalah beneran: Mesir adalah Tanah Nabi.
Salah satunya Nabi Daniel.
Ternyata makam Nabi Daniel bersebelahan dengan Nabi Lukman Hakim. Nama Nabi Daniel disebut dalam Kitab Perjanjian Lama. Nama Lukman disebut dalam Alquran, bahkan menjadi nama surah: Surah Lukman.
Anda sudah tahu mukjizat yang dimiliki Nabi Daniel: ketika dimasukkan ke kandang singa justru para singa itu menundukkan kepala kepadanya. Sedang keistimewaan Lukman adalah ''ayah teladan'' dalam mendidik anak.
Nabi Daniel hidup di antara Nabi Musa dan Yesus. Lukman Hakim hidup di era menjelang kelahiran Nabi Daud. Daud sendiri makamnya di Hadramaut, dua jam naik mobil dari Tarim. Setahun sekali haulnya difestivalkan besar-besaran: dua minggu sebelum kedatangan saya di Tarim.
Makam Nabi Daniel dan Lukman, keduanya sangat sederhana. Di lantai bawah masjid Nabi Daniel di kota Alexandria. Tidak jauh dari stasiun kereta api jurusan Kairo. Di seberang penjual air gilingan tebu yang laris.
Ini kali pertama saya ke Alexandria. Di tepi laut Mediterania. Di sinilah pelabuhan terbesar Mesir berada. Kalau Kairo itu Beijing, Alexandria adalah Tianjin-nya.
Saya ingat-ingat gaya kota Alexandria seperti kota-kota di Italia Selatan. Atau Prancis Selatan. Pantai utara Mesir memang berhadapan dengan pantai selatan Italia dan Prancis.
Karena itu ketika raja terakhir Mesir digulingkan, Raja Farouq, larinya ke Italia. Pakai kapal mewah milik kerajaan. Tinggal menyeberang laut Mediterania.
Alexandria memang pernah menjadi ibu kota Mesir: hampir selama 1000 tahun. Sebelum akhirnya pindah ke Kairo.
Cuaca Alexandria juga lebih enak daripada Kairo. Pun sampai sekarang. Maka di musim panas penduduk kota ini bertambah tiga juta orang --dari biasanya lima juta. Orang kaya Kairo menghindari panas 46 derajat dengan pergi ke Alexandria.
Berakhirnya kerajaan di Mesir baru terjadi ketika saya berumur satu tahun. Republik Mesir tujuh tahun lebih muda dari Republik Indonesia.
Kita merdeka dengan mengusir Belanda. Mesir merdeka dengan mengusir raja.
Tahun-tahun itu rakyat Mesir sangat marah kepada raja: tidak bersikap apa-apa saat negara Israel mulai didirikan di Jerusalem –menduduki Palestina. Bahkan Israel akhirnya menguasai 20 persen wilayah Mesir: seluruh dataran Sinai diduduki Israel.
Raja Farouq memang tidak pernah mikir apa-apa kecuali wanita, wanita dan minuman gila. Hobi lainnya: makan enak dan sangat enak. Makannya harus selalu masakan Prancis dari chef terbaik yang didatangkan ke Alexandria.
Pun ketika sudah mengungsi ke Napoli. Lalu ke Roma. Ia tetap mengoleksi wanita –termasuk Miss Italia saat itu. Akhirnya Raja Farouq meninggal dunia. Penyebabnya, kata rakyat Mesir yang kelaparan: makan kekenyangan. Versi politiknya: mati diracun.
Waktu mengusir raja itu Gamal Abdul Nasser masih letnan kolonel. Lantas jadi presiden pertama Mesir. Jasa terbesarnya adalah: membebaskan Kairo dari banjir abadi. Setiap Sungai Nil meluap wilayah kanan kiri sungai itu terendam air.
Nasser membangun Bendungan Aswan –nun di hulu Sungai Nil. Dananya tidak cukup. Nasser ambil keputusan besar: mengambil alih Terusan Suez.
Sebenarnya investor swasta Prancis itu masih punya hak konsesi 12 tahun lagi. Nasser perlu dana. Konsesi 99 tahun itu pun diakhiri 12 tahun lebih cepat.
Tapi itu bukan nasionalisasi secara paksa. Dapat ganti rugi. Toh sudah mengelolanya selama hampir 80 tahun. Sudah balik modal sejak lama.
Kini terusan Suez menjadi penghasil devisa terbesar kedua bagi Mesir: sekitar USD12 miliar setahun. Yang pertama: dari remiten tenaga profesional Mesir yang bekerja di luar negeri. Utamanya di Arab Saudi, Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Kuwait. Mereka menjadi profesional perminyakan.
Baru posisi ketiga didapat dari hasil pariwisata: jualan Firaun.
Wilayah yang dulunya bencana abadi pun lantas menjadi tanah pertanian yang subur: delta Sungai Nil. Lebarnya 200 km, panjangnya 400 km. Mesir ekspor buah kurma, jeruk, dan sayur.
Rasanya Bung Karno kalah oleh sahabat baiknya dari Mesir itu. Coba Anda ingat: apa monumen kemajuan ekonomi peninggalan Bung Karno. Di akhir pemerintahan Bung Karno inflasi 600 persen.
Nasser meninggalkan Aswan, Suez dan wilayah besar pertanian. Tiga-tiganya jadi penghasil devisa negara sepanjang masa.
Pun Firaun, mewariskan devisa sepanjang masa. Sejarah kian menarik dibaca di kurun yang kian jauh. (Dahlan Iskan)
Selama Ramadan, Catatan Dahlan Iskan tayang pukul 03.00 WIB.
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 19 Februari 2026: Tiga Huruf
Juve Zhang
Mafia penipuan di Myanmar di eksekusi di Tiongkok anda sudah baca kan ada 11 keluarga mafia MING Satu Ratu Ming Zhen Zhen ikut di eksekusi....MING sangat berkuasa di daerah nya semua kejahatan lengkap ada konon yg paling berat menembak mati warga Tiongkok yg akan kabur dari sekapan MING ....nama MING sangat ditakuti tapi sampai YouTuber Rudy Chen gak sengaja lihat gedung megah di perbatasan Tiongkok Myanmar....dia tanya gedung apa??? Itu gedung casino milik mafia ....wkwk ..gedung casino lokasi Myanmar nampak di perbatasan Tiongkok Myanmar....luar biasa hebat nya mafia MING....entah TKI Indonesia banyak yg kerja di penipuan model mafia ....yang jelas 11 keluarga mafia MING di eksekusi mati....mereka minta maaf sebelum di eksekusi....karena masih muda muda nampak organ ginjal hati dan jantung akan laris di transplantasi.... apalagi Ming Zhen Zhen masih muda sekali....cucu pendiri Mafia MING.....di Tiongkok mafia gak bisa hidup.....semua eksekusi mati....nyopet atau rampok pun segan "operasi" di Tiongkok.....di konon HAH turis Thailand bengong koper koper raib ketika main ke Bromo....padahal ada dalam bis turisme.... Amsiong....hilang paspor baju dll....wkwk
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
RADAR, RUMOR, REALITAS DAN ADU SABAR.. Pak Juve menangkap satu sisi cerita. Bahwa Iran memperkuat pertahanan udara. Bahwa Tiongkok memasok teknologi radar jarak jauh. Itu fakta umum. Negara mana pun ingin melihat lebih cepat, menembak lebih tepat. Namun narasi “melihat siluman seperti pohon natal” lebih dekat ke bahasa promosi, bukan laporan teknis. Pesawat siluman dirancang bukan tak terlihat, melainkan sulit dideteksi. Radar frekuensi tertentu bisa “mengendus” keberadaan, tapi belum tentu memberi akurasi tembak. Deteksi dan penguncian target itu dua bab berbeda. Karena itu Amerika Serikat tetap mengoperasikan pesawat siluman dengan taktik, jammer, dan jaringan intelijen berlapis. Soal kapal induk, kehadiran militer tidak otomatis berarti serangan. Ada faktor diplomasi, risiko kawasan, dan perhitungan politik. Kekuatan militer modern jarang berdiri sendiri. Ia selalu ditemani pesan strategis. Jadi, yang perlu diluruskan bukan kebanggaan teknologinya. Tapi klaim mutlaknya. Radar maju, benar. Pesawat siluman juga terus berevolusi. Permainannya bukan hitam-putih. Ini adu sistem, bukan adu slogan. Dan di medan seperti itu, yang paling kuat biasanya bukan yang paling keras bicara.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
PERJALANAN HIDUP PAK FAUZI.. Hafal 15 juz, tapi tak hafal jalan pulang dari takdir. Ia diminta jaga restoran sebentar, lalu takdir bilang: lanjut. Dari nampan ke setir. Dari SIM ke rute kota. Dari antar turis ke antar rezeki. Kairo jadi peta di kepalanya. Sabar jadi kompas di dadanya. Rumusnya sederhana. M-S-R. Musibah, Sabar, Ridho. Tiga huruf. Tiga tenaga. Ditambah tiga S versi lapangan: Sabar, Sabaaar, Sabaaaaar. Di negeri yang lalu lintasnya lebih ramai dari isi kepala saat ujian, itu ilmu tingkat tinggi. Yang menarik, ia tak mengejar peluang. Peluang yang mengejar Fauzi, lalu minta diantar ke Piramid. Dari situ lahir usaha. Kurma terbang ke Jakarta. Fauzi bolak-balik seperti pulang kampung jarak jauh. Hidupnya memberi pelajaran halus: Jalan bisa berubah, asal kemudi tetap di tangan iman. Dan versi terbaiknya, mungkin ini: yang ia antar bukan cuma turis, tapi juga harapan orang-orang yang percaya, sabar itu bukan menunggu—melainkan bergerak pelan, tapi pasti.
Muh Nursalim
Semua orang benci Fir'aun. Tapi orang mesir sangat bangga dengan Fir'aun. Karena berkat mummi raja era nabi Musa itu wisatawan berdatngan. Menyaksikan sosok legendaris. Manusia paling jahat sedunia.Prestasinya bukan hanya membunuhi anak-anak dan menindas bangsanya. Ia juga mengaku sebagai tuhan. Benarlah firman Allah. "Hari ini aku abadikan jasadmu agar menjadi pelajaran manusia setelahmu.". Fir'aun asli sudah menjadi mummi. Tetapi duplikatnya ada di mana-mana.
Muhammad Zainuddin
Saudara Ja'far Syahidan, Anda keliru. Waktu berpuasa menurut al-Qur'an itu BUKAN "HINGGA TERBENAM MATAHARI", tapi ILAL LAYL (HINGGA MALAM). Silakan di-cek di kitab suci al-Qur'an, surat al-Baqarah, ayat 187. Ayatnya berbunyi "...tsumma atimmu-sh shiyam ILAL LAYL". Kalau "hingga terbenam matahari", itu bahasa Arabnya ILAL GHURUBI-SY SYAMS. Kalau "hingga malam", itu bahasa Arabnya ILAL LAYL. Nah, al-Qur'an memerintahkan yang kedua, ILAL LAYL. Bepuasalah hingga malam. Berbuka puasanya ketika langit sudah gelap malam.
Ja'far Syahidan
aturan dalam kitab suci umat islam (al quran) sudah tegas, berpuasa di bulan suci ramadhan itu dari sejak fajar hingga terbenam matahari. tidak ada aturannya boleh mencelat mengikuti waktu makkah .. yg membolehkan menggunakan acuan waktu makkan, maka dia telah menabrak nash (hukum tegas tuhan) dalam al quran .... problem rumit ini sebenarnya sudah dipecahkan oleh sekelompok muslim yg berpegang kepada al quran saja, yg bernama kaum quranist, yg hanya berpedoman teguh kepada kitab suci al quran saja. .. nah, umat islam quranist di seluruh dunia, menggunakan kalender lunisolar seperti yg digunakan oleh bangsa china dan oleh para pengikut taurat dan injil pra arab islam, di mana bulan puasa ramadhan itu selalu jatuh di waktu equinox september, di mana bumi belahan utara dan bumi belahan selatan sama-sama mengalami waktu siang dan malam nyaris setara, yakni 12 jam ... bagi mereka, di bulan september-oktober itulah, waktu berpuasa ramadhan yg benar, karena seluruh belahan bumi mendapatkan waktu berpuasa yg nyaris sama, adil, dan egaliter.. tentu saja, umat islam quranist ini adalah kelompok muslim minoritas.. di hadapan mayoritas islam (sunni), kaum quranist dipandang sebagai sesat dan kafir ..
Wilwa
@Nursalim. Tidak semua Firaun jahat. Firaun atau Pharaoh khan sebutan untuk raja/kaisar di Mesir Kuno yang berlangsung sekitar tiga ribu tahun (30 dinasti dengan sekitar 170-200 Firaun). Itu namanya generalisasi. Apakah Anda bisa menyebutkan nama Firaunnya? Hampir semua Muslim punya opini yang sama dengan Anda bahwa Firaun manusia paling jahat tapi begitu saya tanya Firaun yang mana, umumnya bingung sendiri dan tak bisa menjawab karena kurangnya literasi dalam Quran itu sendiri. Yang bisa jadi hanya copy dari Torah Yahudi. Dan Torah Yahudi juga tak menyebut secara pasti nama Firaun musuh Musa itu. Hmmmm
Liáng - βιολί ζήτα
iseng-iseng saja Tahun ini, teman-teman muslim yang menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan di Denmark sekitar 14 jam ; berarti, tidak berbeda jauh dengan di Indonesia. Namun, 10 tahun yang lalu, tahun 2016 - 2017 ; menurut info dari mereka, jam puasa-nya sangat panjang, lebih dari 20 jam ; karena pada tahun tersebut bulan Ramadhan jatuh di bulan Juli, ketika musim panas, dimana waktu siang harinya sangat panjang, sekitar 18 jam. Lantas, bagaimana mereka menjalankan ibadah puasa dalam waktu yang sangat panjang tersebut, sekitar 20 jam ?? Menurut mereka, mereka boleh mengacu ke waktu Makkah untuk menjalankan ibadah puasanya. Dan..... dasar Liáng-iseng sempat-sempatnya bertanya..... bagaimana dengan mereka di belahan dunia selatan yang pada umumnya lebih pendek jam puasa-nya, apakah tidak ada di antara mereka yang ingin lebih panjang jam puasanya, misalnya dengan mengacu ke waktu Makkah saja ?? Mereka, sambil tertawa..... Jeg ved det ikke. Mungkin, Pak Dosen Ja'far Syahidan bersedia menjelaskannya, matur nuwun.....
Muhammad Zainuddin
Sepakat dengan Wilwa. Firaun di zaman Nabi Musa itu berbeda dengan Firaun di zaman Nabi Yusuf. Di zaman Nabi Musa (Moses), Firaun-nya bernama asli Merneptah (Ramses II), si raja bengis yang menyembelih semua bayi laki-laki bangsa Israel. Di zaman Nabi Yusuf (Joseph), Firaun-nya berasal dari keturunan dinasti Hyksos, dengan perkiraan nama Osirtesen III atau Osvitesen I, sebagian sejarawan mengidentifikasi namanya adalah Apophis, sang raja Mesir yang menyembah satu tuhan (monoteisme), sehingga dengan mudah ia masuk ke agama tauhid yang dibawa Nabi Yusuf.
Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Saya seperti yg lain, mencoba menghafal Al Qur'an, tapi yg sudah dihafal, beberapa bulan lagi lupa. Seperti itu kejadiaannya berulang ulang. Tapi setidaknya sudah berusaha memanfaatkan waktu kosong dengan mengisinya menghafal Al Qur'an. Tapi setelah membaca disway hari ini, saya akan mencoba metode 3 s, sabar, sabar, sabaaaaar. Hari ini dengan metode 3 s itu, saya hafal 10 ayat surat ad dukhan. Karena surah ad dukhan kurang dari 60 ayat, maka saya harapkan hari Selasa yg akan datang sudah hafal seluruh surah ad dukhan. Sehari 10 ayat. Saya akan gunakan metode 3 s ini. Semoga saja.
mario handoko
selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp mza, bp udin, bp em ha, bp jokosp dan teman2 rusuhwan. ada yg bertanya di wag perusuh disway. "indonesia no 2 mudah ditipu. termasuk pemimpinnya kah?" waah. teringat awak akan berita di tribunnews.com. "kepala bgn lapor ke prabowo soal menu mbg di tiap sppg. 19 ribu sapi dipotong dalam sehari." amsyongg amsyongg
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Juve.. RADAR, RUMOR, REALITAS DAN ADU SABAR..// Pak Juve menangkap satu sisi cerita. Bahwa Iran memperkuat pertahanan udara. Bahwa Tiongkok memasok teknologi radar jarak jauh. Itu fakta umum. Negara mana pun ingin melihat lebih cepat, menembak lebih tepat. Namun narasi “melihat siluman seperti pohon natal” lebih dekat ke bahasa promosi, bukan laporan teknis. Pesawat siluman dirancang bukan tak terlihat. Melainkan sulit dideteksi. Radar frekuensi tertentu bisa “mengendus” keberadaan, tapi belum tentu memberi akurasi tembak. Deteksi dan penguncian target itu dua bab berbeda. Karena itu Amerika Serikat tetap mengoperasikan pesawat siluman dengan taktik, jammer, dan jaringan intelijen berlapis. Soal kapal induk, kehadiran militer tidak otomatis berarti serangan. Ada faktor diplomasi, risiko kawasan, dan perhitungan politik. Kekuatan militer modern jarang berdiri sendiri. Ia selalu ditemani pesan strategis. Jadi, yang perlu diluruskan bukan kebanggaan teknologinya. Tapi klaim mutlaknya. Radar maju, benar. Pesawat siluman juga terus berevolusi. Permainannya bukan hitam-putih. Ini adu sistem, bukan adu slogan. Dan di medan seperti itu, yang paling kuat biasanya bukan yang paling keras bicara.
Juve Zhang
Berbagai agama ada puasanya biksu di vihara setiap hari puasa makan siang saja.... selebihnya puasa makan tapi tidak puasa minum....jelas bukan ringan makan siang saja.. ini olah batin dan olah phisik kelas Suhu.... Ada kah biksu yg sanggup tahan tidak makan 40 hari???? Jelas ini kelas nya super Suhu dan ada saja yang mampu....
Eksan Susanto
Apa mungkin hanya saya saja... setelah membaca artikel Abah.. jeda sejenak baca komentar yang mulai didominasi Wak Juve... kemudian lupa isi artikel Abah... lalu balik baca artikelnya lagi. bahkan untuk tanda baca saja saya mulai terpengaruh Wak Juve... amsiong ehh.. ???
Thamrin Dahlan YPTD
3 S : Sabar, Sabaaar, Sabaaaar. Inilah kiat sukses Alumni Al Azhar University Kairo Mesir. Begitu juga agaknya 3 S di dawamkan Dr.. Muhammd Bisri Ihwan (MBI) Alumni Al Azhar. Bukan sekedar Alumni namun MBI adalah penulis di kompasiana.com. Disanalah kami kompasianer berkenalan dibawah bimbingan Kang Pepih Nugraha Tokoh Pendiri (bidan) website kroyokan tempat belajar menulis. MBI menuliskan pengalaman mondok di Al Azhar di website kompasiana.com.. Kemudian tulisan nan terseraak itu di abadikan dalam serial buku Cairo. Alhamdulillah Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) diberi kepercayaan menerbitkan buku karya MBI . Cairo oh Cairio, 986 Cairo, 80 Coret Mesir dan Umroh Koboy. Apabila anda pernah membaca buku Andrea Hirata "Laskar Penlangi" yang kemudian di film kan maka awak pikir buku serial Cairo MBI layak dilayar lebarkan. Sungguh lengkap pengalaman mahasiswa Indonesia ketika belajar di Mesir. Seluruh seluk beluk Cairo, suka duka seluruhnya terdeskripsikan sangat rinci di buku Cairo. Syed Muhammad Bisri Ihwan setelah tamat Al Azhar melanjutkan Kuliah Linier Bahasa Arab sampai mencapai S3. Kini aktif sebagai Dosen di UIMSyah Banyuwangi Jatim. Rasanya wak ingin sekali muhibah ke Mesir setelah membaca reportase Abah perihal Kairo. Apalagi tulisan MBI yang sangat detail menuliskan pengalaman kuliah sambil bekerja. Mahasiswa Indonesia mampu mengalahkan Mesir .dari akronim (M)usibah (S)abar (R)idho. InshaAllah Paramida dan Museum Mesir We are coming..
Juve Zhang
Ustadz sukses sekolah ke Kairo jadi bisnis ...ada orang Tionghoa Indonesia dikirim ke Jerman sekolah pulang dari Jerman cuma jadi supir antar jemput anak sekolah SD....jelas Beaya besar ortu nya gak bermanfaat bagi sang anak...sang ortu bisnis nya bagus sang anak DNA Amsiong hanya jadi supir antar jemput anak sekolah jelas hidup di garis kemiskinan....ada lagi sekolah ke Amerika disana dapat jodoh istrinya anak Taipan kaya raya balik ke Indonesia diberi jabatan tinggi dan kekayaannya melambung malah mertuanya ditembak mati....para Taipan disini shok lihat kasus ini... akhirnya sekarang banyak anak taipan nikah sama anak taipan....berat ngambil anak "jalanan" jadi mantu ....bisa di tembak mati ... Amsiong....
Taufik Hidayat
Membaca judul artikel Abah DI , Tiga Huruf yang langsung melesat dalam fikiran adalah nama etnis Tionghoa yang kebanyakan terdiri dari tiga huruf seperti Liem Swi King, Tan Joe Hok, atau Yap Thiam Hien. Tapi kalau pemain bulutangkis dari Tiongkok asli banyak yang cuma dua huruf seperti Yang Yang, Han Jian. Kalau yang 4 kata sih jarang tapi ada PK Ojong ( Ow Yang Peng Khoen). Selain itu saya hanya nemu di komik Khoo Ping Ho yaitu Suma Kian Bu dll.
Denny Herbert
Pagi ini di disway morning membahas Indonesia berada di peringkat kedua terburuk dunia dalam perlindungan penipuan digital menurut Global Fraud Index 2025. Ini bukan sekadar data, tapi cermin budaya digital kita. Lebih dari 70% penipuan terjadi lewat social engineering — bukan karena teknologi yang canggih, tetapi karena emosi manusia: panik, takut, tergesa, dan mudah percaya. Penipuan tidak memilih korban dari tingkat pendidikan. Yang diserang bukan kecerdasan, tapi kesadaran. Pemerintah melalui Komdigi dan Otoritas Jasa Keuangan terus memperkuat sistem dan regulasi. Namun sistem hanya akan sekuat manusia yang menggunakannya. Dan menariknya, dalam 30–40 hari ke depan, umat Muslim dan umat Katolik sedang menjalani puasa dan pantang. Sebuah momentum batin yang sangat relevan dengan literasi digital: Puasa melatih menahan diri. Pantang melatih pengendalian nafsu. Spiritnya sama: - tidak reaktif - tidak tergesa - tidak mengikuti dorongan sesaat Jika nilai ini dibawa ke dunia digital: kita tidak panik saat ditekan, tidak impulsif saat ditawari, tidak mudah percaya pada pesan yang “mendesak”, dan selalu berhenti sejenak untuk verifikasi. Maka puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga latihan literasi digital. Karena di era ini, perlindungan terbaik bukan hanya sistem, melainkan kesadaran diri, ketenangan batin, dan kendali emosi. Abah pun ternyata sering ditipu..
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Denik.. KUTUB KAIRO VS MADINAH..// Pak Denik menangkap dinamika lama. Dua kutub ilmu. Bukan lawan, lebih mirip dua arus. Di Al-Azhar, Kairo, tradisi panjang. Fikih empat mazhab, ilmu alat kuat, dialog lintas pandangan hidup. Nuansanya wasathiyah. Moderat. Terbiasa debat, tapi santun. Di Universitas Islam Madinah, Madinah, pendekatan lebih tekstual. Penekanan pada tauhid, hadis, pemurnian praktik. Kurikulumnya ringkas, fokus, dan disiplin. Gaya dakwahnya tegas. Bahasa Arab aktif sehari-hari. Ikutannya terasa di lapangan. 1). Alumni Kairo cenderung lentur menghadapi tradisi lokal. Nyaman berdialog dengan budaya. 2). Alumni Madinah kuat di pemurnian praktik ibadah. Tegas pada dalil. Keduanya punya kontribusi. Yang satu merawat keluasan, yang lain menjaga ketegasan. Persaingan hangat itu sering soal gaya, bukan tujuan. Sama-sama ingin maslahat. Jika bertemu di titik adab, keduanya saling melengkapi. Ilmu butuh keluasan pandang. Juga butuh keteguhan sikap. Dua kutub, satu kiblat.
Achmad Faisol
@MULYADI PEGE beda kuliah di al-azhar dan di sini, sepengetahuan saya: 1. sumber kitab di sini: bunyi hadits/kitab seperti ini... al-azhar: apa ada salah tulis di kitab ini...? yuk buka manuskrip di perpustakaan... di sini ga ada manuskrip... gus baha bilang punya 3 kitab ihya' dari 3 percetakan... mengapa...? karena ketika ada yang mengganjal, buka cetakan lain, barang kali ada salah ketik di kitab pertama... itu mengapa di sana harus belajar mengenal tulisan ulama terdahulu... al-hafizh ibnu hajar al-'Asqalani, pakar hadits, terkenal tulisannya kurang bagus karena cepat... 2. di sini: menjadi mutafaqqih, tahu hukum fiqih dan berpikir menerapkannya... al-azhar: belajar malakah faqih, bagaimana mengambil hukum fiqih dari Al-Qur'an dan/atau hadits...
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DUA TIPE, YANG KE TARIM, DAN YANG KE KAIRO.. 1). Mahasiswa yang cenderung memilih Tarim biasanya tipe penyepi yang tekun. Datang untuk merawat sunyi. Fokus hafalan, adab, dan sanad. Banyak dari pesantren tradisional. Asalnya beragam, tapi sering dari keluarga sederhana yang kuat doa. Orang tuanya rela berhemat, asal anaknya pulang bawa berkah, bukan sekadar gelar. Tarim itu seperti ruang hening panjang. Cocok untuk yang tidak takut sepi, dan tidak butuh ramai untuk merasa berarti. 2). Yang ke Kairo biasanya lebih "kosmopolit". Siap hidup di simpang jalan. Kuliah, organisasi, jejaring, plus adaptasi kota besar. Banyak dari keluarga yang mendorong kemandirian. Bukan berarti lebih mapan, tapi biasanya lebih siap “berniaga pengalaman”. Kairo itu kampus plus pasar ide. Hafal kitab penting, hafal rute juga penting. Dua arah ini tidak bersaing. Mereka saling melengkapi. Yang satu menebalkan akar. Yang satu melebarkan cabang. ### Humornya begini.. Di Tarim, sinyal hati yang dikuatkan. Di Kairo, sinyal ponsel yang diuji. Tapi ujungnya sama. Pulang membawa diri yang lebih utuh.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
BERAPA MINIMAL TRANSFER ORANG TUA UNTUK ANAK YANG KULIAH DI TARIM? BERAPA YANG DI KAIRO? 1). Di Tarim, angka minimalnya sering bukan di rekening. Tapi di kesabaran. Secara realistis, banyak yang hidup di kisaran Rp1,5–2,5 juta per bulan. Sederhana. Ritmenya pelan. Godaannya sedikit. Transfer orang tua lebih banyak berbentuk doa rutin dan keikhlasan bulanan. Uang jalan, tapi yang menanggung beratnya justru tekad anaknya. 2). Di Kairo, hitungannya lebih matematis. Kota besar menuntut cadangan lebih. Transport, buku, jaringan, sesekali kopi untuk diskusi panjang. Minimal aman biasanya Rp3–5 juta per bulan. Bukan mewah, tapi realistis. Karena peluang dan distraksi sama-sama ramai. ### Perbandingannya bukan soal mahal atau murah. Tarim menekan pengeluaran dengan sunyi. Kairo menguji pengeluaran dengan ramai. Keduanya sama-sama butuh dukungan. Hanya bentuknya beda. Humornya sederhana: di Tarim, saldo hati yang dijaga. Di Kairo, saldo dompet yang dipantau. Tapi kalau niatnya lurus, dua-duanya cukup. Karena transfer terpenting tetap yang tak terlihat: kepercayaan orang tua.
Nusantara Hijau
Maliki yang tekstual. Hanafi yang rasional. Syafi'i, kombinasi keduanya. Hambali?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:


Komentar: 81
Silahkan login untuk berkomentar