Tuntutan Tinggi
Majelis Hakim mengabulkan permohonan status tahanan terdakwa kasus korupsi Chromebook, Nadiem Makarim, untuk menjadi tahanan rumah dari tahanan rutan per Selasa, 12 April 2026-Disway/Candra Pratama-
Begitu banyak harapan untuk Nadiem Makarim: ia sudah boleh menjalani tahanan rumah setelah setahun berada di rumah tahanan. Ada yang menafsirkan itu tanda-tanda ia akan divonis bebas.
Tiga terdakwa korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Semarang juga dibebaskan dari hukuman. Mereka adalah direksi di tiga bank milik pemerintah yang memberikan kredit ke PT Sritex. Kredit ke perusahaan tekstil itu macet. Bank berpotensi rugi besar. Akhirnya Sritex dinyatakan pailit. Kerugian tiga bank itu pun menjadi nyata.
Hakim tidak menemukan kesalahan apa pun di tiga pimpinan bank itu. Semuanya sesuai dengan prosedur. Tidak terbukti kredit itu diarah-arahkan oleh terdakwa. Tidak ditemukan unsur kolusi. Tidak ada pula sogok dan aliran dana. Bahwa kredit itu macet karena terjadi mismanagement di Sritex.
Putusan bebas Semarang itu memberikan harapan baru bagi Nadiem: tidak semua hakim takut membebaskan orang yang mereka yakini tidak bersalah. Selama ini ada semacam ”rumus” seberani-berani hakim hanya berani memutus separo plus dari tuntutan jaksa. Padahal pimpinan tiga bank tersebut (Supriyatno, Yuddy Renaldi, Dicky Syahbandinata) dituntut 10 tahun penjara, 6 tahun dan 10 tahun.
Banyak pendukung Nadiem yang menjadikan dua kasus itu sebagai pertanda-pertanda baik. Namun ternyata itu tidak terjadi. Di sidang Selasa lalu jaksa menuntut Nadiem 18 tahun penjara dan membayar uang ganti ke negara sebesar Rp 5,6 triliun. Kalau Nadiem tidak membayarnya hukuman penjaranya ditambah sembilan tahun.
Heboh. Pembelaan dari sekian banyak tokoh --termasuk dari tokoh-tokoh antikorupsi-- seperti tidak mempan. Justru seperti jadi bahan bakar bagi jaksa untuk menjaga nama korps Kejaksaan.
Jangan-jangan kalau Nadiem menempuh strategi perlawanan secara perang gerilya tuntutan jaksa justru lebih ringan dari itu.
Banyak pengacara yang sebelum mau membela tersangka bertanya lebih dulu ke ”pasien”-nya: mau pakai strategi high profile atau low profile. Dua-duanya punya sisi keuntungan dan kerugian. Indonesia tetaplah negara timur --di samping negara hukum. Benar-salah kadang kalah dengan dapat muka atau kehilangan muka. Di mata kuliah di fakultas hukum mungkin ini masuk dalam strategi pembelaan atau budaya hukum. Bukan hukum itu sendiri.
Nadiem, Anda sudah tahu: pilih strategi high profile. Medsos gegap gempita. Ia berhasil membuat begitu banyak tokoh turun tangan. Lewat tulisan maupun hadir di persidangan. Di sidang terakhir hadir pula tokoh sekaliber Rocky Gerung.
Kalau boleh disebut di sini, satu-satunya orang yang menulis sangat kritis atas Nadiem adalah AEK. Setidaknya tiga kali ia menulis panjang tentang kasus Nadiem. Salah satunya justru setelah banyak tokoh terlihat membela Nadiem mati-matian. Ia kukuh dengan prinsip di tulisannya: anti Nadiem.
Ia sangat rajin menulis. Hampir setiap hari tulisannya muncul di media. Semua tulisannya sangat kritis pada pasar modal, perdagangan saham, lembaga keuangan dan kebijakan ekonomi pemerintah. Di semua tulisan itu ia hanya menyebut diri sebagai "AEK".
"Saya harus memanggil Anda Agus, Edy, atau Kris?" tanya saya kepadanya suatu saat.
"Agus saja pak," jawabnya. Nama lengkapnya Agustinus Edy Kristanto.
"Berapa tahun Anda di harian Kompas?"
"Saya tidak pernah di Kompas pak. Saya dulu di Media Indonesia. Lalu bergabung ke LBH Jakarta," jawabnya. Kini Agus punya media sendiri.
Semua tulisan itu ia posting di FB miliknya. Siapa saja boleh mengutip.
Misalnya soal transaksi di GoTo. AEK luar biasa detil dan kritis. Ia telanjangi habis transaksi antara Gojek dan Tokopedia yang kemudian menjadi GoTo itu. Puluhan tulisannya di bidang ini. Termasuk bagaimana dana Telkom terbelit di transaksi itu dengan kerugian sampai Rp 5 triliun. Tokoh-tokoh di balik transaksi itu pun semuanya ia ungkap. Tidak ada orang yang menelanjangi transaksi GoTo sehebat Agus.
Ketika Nadiem mulai banyak dibela di medsos, AEK menulis lagi. Tulisannya diawali dengan kalimat ini: "Saya ingin memberi semangat kepada penegak hukum, khususnya Kejaksaan". Isi tulisan: bagaimana hubungan antara Nadiem, Gojek, GoTo, Google dan Chrombook. Lengkap dengan angka-angkanya.
Setelah membaca itu saya kirimkan tulisan AEK tersebut ke seorang tokoh yang gigih membela Nadiem.
Tokoh tersebut meragukan tulisan AEK. "Kan gak disebut dalam tuduhan jaksa. Kalau benar begitu pasti jaksa menyebutkannya dalam dakwaan".
Lalu saya pun mengontak mas Agus: "Kok yang Mas Agus tulis itu tidak disebutkan dalam dakwaan jaksa ya? Berarti yang mas Agus tulis belum tentu betul".
Apa jawaban AEK?
"Sebagian besar bahan tulisan saya, terutama tentang peran Jurist Tan dan tim wartek (govtech edu), tercantum di dakwaan jaksa secara detail. Tapi memang ada beberapa bahan eksklusif (tentang dugaan tim fiktif govtech edu) dan paparan kronologi investasi GoTo dari pimpinan Telkom yang saya dapat itu tidak masuk dakwaan. Mungkin jaksa masih akan ke kasus baru tersendiri".
Saya belum melihat AEK menulis lagi setelah Nadiem dituntut 18 tahun plus Rp 5,6 triliun.
Saya sendiri juga kaget atas tingginya tuntutan jaksa itu. Jangan-jangan faktor penting yang jadi pertimbangan jaksa adalah soal Jurist Tan yang tidak mau jadi saksi di persidangan.
Jurist yang pilih "sembunyi" di Australia adalah saksi mahkota.
"Tidak. Bukan soal itu," ujar Boyamin Saiman, pimpinan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). "Itu semata-mata karena JPU anggap Nadiem tidak kooperatif dan nilai kerugian versi jaksa adalah besar," katanya. "Dalam kasus Jiwasraya malah dituntut seumur hidup".
Pengacara terkemuka Surabaya, Johanes Dipa, juga mengatakan tidak ada faktor Jurist Tan. "Tidak. Saya lihat tingginya tuntutan JPU karena semangat punitive (menghukum) memang terlihat sejak dari semula," kata Dipa.
Tentu Nadiem masih punya waktu untuk membela diri. Sidang yang akan datang adalah arena Nadiem untuk membacakan pledoi. Setelah replik dan duplik barulah hakim akan ambil putusan. Pun itu belum putusan final. Masih ada upaya banding, kasasi dan PK.
Pihak keluarga tentu fokus agar Nadiem bisa bebas. Kalau pun dinyatakan bersalah bagaimana agar ia tetap jadi tahanan rumah seperti sekarang. Vonis Ibam harus jadi pelajaran. Hakim tidak hanya memvonis hukuman, bersamaan dengan itu hakim juga mencabut status Ibam dari tahanan rumahnya.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 14 Mei 2026: Guncangan Transisi
Bahtiar HS
Membantu Mas Hasyim, mengingatkan Abah bahwa bentuk bakunya adalah "goncang". Sedang bentuk tidak baku dan biasa dipakai pd percakapan harian adalah "guncang". Jadi yg lbh tepat menurut KBBI adalah "Goncangan Transisi", bukan "Guncangan Transisi". CMIIW.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
KITA BERGERAK NAIK ATAU TURUN..? Angkanya menarik. Sekaligus menggelisahkan. Pertumbuhan PDB Indonesia: 1) 2020 minus 2,1 persen. 2) 2021 naik 3,7 persen. 3) 2022 tumbuh 5,3 persen. 4) 2023 sekitar 5 persen. 5) 2024 juga sekitar 5 persen. Sekilas bagus. Mesin ekonomi masih hidup. Warung tetap buka. Mal tetap ramai. Pesawat tetap penuh. Tapi kurs rupiah memberi cerita lain. 1) Tahun 2020 sekitar Rp14 ribu per USD. 2) Tahun 2021 Rp14.300. 3) Tahun 2022 Rp14.800. 4) Tahun 2023 Rp15.200. 5) Tahun 2024–2025 sempat menembus Rp16 ribu. Rupiah seperti pelari yang terus maju, tapi anginnya makin kencang dari depan. Utang naik. Harga pangan mudah goyang. PHK mulai muncul di beberapa sektor. Kelas menengah mulai hati-hati belanja. Namun tidak semua gelap. 1) Hilirisasi berjalan. 2) Infrastruktur tumbuh. 3) Cadangan devisa relatif aman. 4) Digitalisasi bergerak cepat. Kesimpulannya: 1) Kita masih bergerak naik. 2) Tapi napasnya lebih berat. Bukan menurun. Juga belum benar-benar berlari. Catatannya sederhana: Pertumbuhan ekonomi baru terasa sukses kalau rakyat kecil ikut tersenyum. Bukan hanya grafik yang naik di layar seminar hotel.
Liam Then
Dari komentar perusuh, ada dua yang mengangkat protes kadin China. Kalau dalam sepakbola. Sebenarnya Ini offside besar... striker sudah jauh nunggu "najur" nunggu disamping kiper. Ini kalo di perumahan TEXAS Amerika. Namanya TRESSPASING. Masuk ke halaman orang tanpa permisi. Di Texas Amerika, ada hukum "STAND YOUR GROUND" KADIN CHINA TIDAK BERHAK ATUR PRESIDEN INDONESIA!!! Sebagaimana Indonesia tidak berhak atur China atur ekonomi dalam negeri mereka. Ini harus jelas dulu !!! Malah jangan gunakan peristiwa ini sebagai alat untuk masuk kritik pemerintah. Pemerintah bukan tidak boleh dikritik. Tapi begini, kalau anda bertengkar dalam keluarga. Orang luar anda kasih masuk ikut atur-atur kritik? Bapak saya, adik saya bolehlah mungkin salah. Tapi orang LUAR tak boleh seenaknya bilang BAPAK SAYA atau ADIK SAYA SALAH !!
Irary Sadar
Baik. Tapi menurut saya -dari saya baca di online news- Kadin China bukan coba mengatur si Wowo eh, ekonomi Konoha. Tapi ini adalah permintaan kepada Si Presiden terhadap hambatan investasi mereka di Konoha. Sebut saja Regulasi yang tumpang tindih, Pungutan pajak dan denda pajak yang tiba-tiba naik, penegakan hukum dan korupsi dan beberapa hal lainnya. Tentu mereka tidak menyinggung premanisme dan ormas yang nakal, karena itu remeh sepertinya, namun cukup signifikan di lapangan. Sebagai pedagang (baca : investor) wajar dong menulis surat keluhan ke tuan yang punya Pasar. Dan Pemerintah telah menjawabnya sebagai masukan konstruktif. Setra akan menbuka ruang dialog.
Bahtiar HS
Sejak 2 hari SPBU di sekitar saya Pertamax-nya kosong. Lagi nunggu kiriman. Naga2nya mau naik. Terpaksa pakai yg Turbo Rp19.900/ltr yg udah naik duluan. Terus terang agak iri dg Iran. Mmg kursnya 1 USD = 1.313.000 IRR (Iran Rial). Terlihat jeblok banget. Tapi harga BBM di sana cuman 15.000 IRR/ltr. Atau 0,01142 USD. Di kita Pertamax Rp 12.300/ltr atau 0,70285 USD di kurs Rp17.500/USD. Itu artinya harga BBM kita 62 kali lebih mahal ketimbang di Iran! Di Amerika sendiri? BBM bensin kisaran 1,19 sd 1,22 USD/ltr. Ini berarti 104 sd 107 kali ketimbang di Iran! Sungguh ironis. Mata uang Iran jeblok thdp USD, tapi harga BBM jauh lbh murah 100 kali lipat dibanding di Amerika. BBM murah biasanya terrefleksi pd harga barang2 lainnya. Jadi kurs jeblok boleh jd gak pengaruh. Aplg spt Iran gak punya utang USD dlm jml jumbo. Hanya 4,9 m USD. Lagi pula Iran punya dana penjualan minyak yg dibekukan di bbrp negara tak kurang 100 m USD. Jadi mau kurs ke USD setinggi apapun Iran gak akan kelojotan dan panik. Lalu bikin konpers, "Jangan khawatir. Cadangan uang kita banyak! Kita aman!" Kalau yg punya utang USD gede, hingga 10.000T yg sebagian besar dlm USD ya kena goncangan kurs dikit aja ya ambyar. Seperti negara kononhah dekat Vanuatu kulon itu!
Muh Nursalim
Jamaah haji tak lg beli kambing hadyu pake real. Cukup beli kambing terangga. Dengan rupiah tentu. Fatwa majelis tarjih cukup cospleng. Jamaah banya yg menyembelih hadyunya d kampung sendiri. MUI yg merasa dicuekin. Fatwanya th 2014 tak digubris. Muncul tazkiroh mui ke kemenhaj. Di biarin juga. Ini urusan duit kambing. Yg terkait ibadah haji. Jamaah santai. Toh orang awam hanya ngikut. Nurut yg mudah n murah. Urusan sah yg nanggung yg ngeluarin fatwa.
ikhwan guru sejarah
Kalau yang disebut kebijakan ekonomi akan menuju ke arah kemakmuran kok saya ragu. Negara-negara yang berhasil keluar dari kurang makmur menjadi lebih makmur rata-rata menerapkan penegakan aturan dan hukum, konsisten dalam setiap langkahnya, pemberantasan korupsi, membangun sdm dengan memajukan pendidikan rakyatnya, terbuka pada investasi asing. Dengan catatan tingkah laku pemerintah kita setahun ini, hampir tidak ada indikator kesana. Hukum makin amburadul, aparat makin jauh dari rakytanya, pendidikan bisa dikatakan ala kadarnya krn tidak punya road map yg jelas dan konsisten, pembangunan tidak ada perencanaan. Pergi keluar negeri, pulang, pidato, marah-marah, bikin kebijakan dadakan. Gitu terus polanya...
HONDA CBR150R
Jangan lupa di belakang Prabowo masih ada dewa, dewa yang berkuasa dari balik layar, dewa yang tidak tersentuh, dewa yang menentukan, hidup dewa.
yea aina
Yang besar-besar mulai kecewa, pun hanya berkeluh kesah di bawah tanah. Sebatas pembicaraan di meja-meja makan. Di sisi lain, yang kecil-kecil belum menyambut gembira, karena berbagai kebijakan ekonomi masa transisi, belum dirasakan bisa menaikkan penghasilan UMKM. Mungkin yang paling "sumringah" hanya bisnis yang terkait durian runtuh: belanja pemerintah besar-besaran. Para pemilik KAS (Katering Anak Sekolah) dan usaha besar pemasok bahan baku dapur kolosal itu. Tapi perubahan rantai pasok kebutuhan dapur emak-emak, sudah menjadi gosip panas di kalangan mereka. Uang belanja tetap, tapi harga belanjaan naik terus. Rasanya kebijakan ekonomi transisi ini: reting kiri tapi belok kanan. Membagongkan.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TERKAIT GAMBAR ILUSTRASI CHDI HARI INI: MENITIP HIDUP DI ATAS TALI.. (2) Gambar itu sederhana. Tapi menampar. Ada lelaki berdasi berjalan di atas tali. Di kiri gedung-gedung tinggi. Di kanan gerobak kecil. Di bawahnya huruf “Rp” retak dan runtuh. Itulah Indonesia hari ini. Sedang meniti masa transisi. Dari ekonomi lama ke ekonomi baru. Dari industri besar ke UMKM digital. Dari subsidi ke efisiensi. Dari nyaman ke kenyataan. Masalahnya: tali transisi selalu tipis. Sedikit goyah bisa jatuh. Yang retak pertama ternyata rupiah. Bukan talinya. Gedung tinggi di kiri seperti simbol pertumbuhan. Angka makro. Grafik hijau. Presentasi PowerPoint. Sementara gerobak di kanan itu rakyat kecil. Penjual kopi. Tukang gorengan. Pedagang kaki lima. Mereka tidak bicara soal yield obligasi. Mereka bicara harga minyak goreng dan sepi pembeli. Lelaki di tengah itu mungkin pemerintah. Mungkin pengusaha. Mungkin juga kita semua. Berjalan pelan sambil pura-pura tenang. Padahal angin global sedang kencang. Dan gerobak kecil itu menarik perhatian. Ia tampak sederhana. Tapi justru paling stabil. Seperti biasa: saat ekonomi guncang, yang bertahan sering bukan gedung kaca. Melainkan penjual kopi yang tetap buka subuh-subuh.
Liáng - βιολί ζήτα
iseng-iseng saja Dalam konteks psikologi, istilah Unfinished Business menggambarkan masalah yang tidak terselesaikan hingga ke akarnya..... Terkait dengan ketata-negaraan dan pemerintahan, ditinjau dari psikologi politik..... fenomena Unfinished Business itu sudah beranak-cucu beberapa istilah yang lebih spesifik, diantaranya..... Kalau kita analisis lebih detail, ada kecenderungan kebijakan Pemerintah itu, ya semacam : • Tokenism (penyelesaian semu) • Patchwork Policy (kebijakan tambal sulam) • Scapegoating (pengalihan isu) Sepertinya, Tiongkok menjadi model negara berkembang yang berhasil menjadi negara maju. Berhasil mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan yang adil dan merata, menuju masyarakat yang makmur. [1/2]
cuan terus
PRABOWO dijatuhkan kata mereka yg oposisi sebagai solusi agar rupiah menguat. lalu apakah yg menggantikan itu SUDAH DI PASTIKAN BISA MENGUATKAN RUPIAH ? lalu SIAPA tokoh/orang yg di anggap BISA menjadikan RUPIAH 10ribu lagi ? sudah ada ? kalau ada jadikan saja dia mentri dulu. di uji dulu, kalau bisa, baru di jadikan PRESIDEN di masa datang. kalau cuma GAK SUKA PRABOWO, karena gak kebagian jabatan, lalu ingin menjatuhkan dengan alasan gak bisa menguatkan Rupiah, sami rawon pak.... gitu kata Mbah D.
alasroban
Amazing Fact: Pada masa pemerintahan B.J. Habibie, nilai tukar rupiah terhadap USD sempat pulih dari sekitar 16500 menjadi 6500 pasca krisi 1998. "Kenapa Prabowo tidak menirunya ? " "Kan beliau waktu itu sedang kabur aja dulu ke Yordania." "Ooooo begitu,...."
Johannes Kitono
A Sensitive. Tulisan Guncangan Transisi ini terlalu sopan dan hati hati. Model media mainstream.Now dollar sudah Rp.17.500,- Dan pejabat masih berkilah padahal 70 % bahan baku impor. Jelas harga pokok naik atau harus tutup pabrik dan PHK. Para pejabat a sensitif hanya pintar berkelit. Harga saham turun dan dana asing kabur disebut siklikal. Protes Kadin China jangan dianggap enteng. Bukankah China investor potensial.Bisa jadi protes tsb justru titipan dari Investor Domestik. Mereka sudah capek dan takut sama Penguasa. Takut diinjak kaki lagi beli Bond 2 %. Presiden dan pejabat harus seperti Drg. Dengan pengalaman prakteknya bisa tahu keadaan gigi pasien. Apakah sudah kena syarat sakit berdenyut denyut. Bisa kasih solusi harus di cabut, tambal atau implant saja. Kalau dollar naik terus disusul BBM, bursa terbakar dan perang Timteng tidak usai. Reformasi jilid kedua pasti terjadi. Tidak perlu tunggu 2029. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.
Jokosp Sp
Lainnya naik seberataan. Dua nang kadak kadak umpat naik jar buhan galuh: pisang manurun (kepok) wan susu ampun ninek.
Ojol Gacor
Bunyi 'eu' juga tidak sama dengan bunyi pada kata 'ndelok', 'mengerti' atau 'mengerjakan'. Jadi jika tulisan Bahasa Sunda diadopsi ke dalam Bahasa Indonesia, kats kata tersebut tetap akan ditulis 'ndelok', 'mengerjakan', 'mengerti'. Bukan menjadi 'ndeulok', 'meungeurjakan' dan 'meungeurti'.
Ojol Gacor
Mohon ijin sedikit mengoreksi komentar om @wilwa di komentar pilihan hari ini diatas. Bunyi 'eu' pada kata 'kadeuleu' itu tidak sama dengan bunyi 'e' pada kata 'dekat'. Mungkin di dalam Bahasa Indonesia, bunyi yang mendekati ada pada kata 'tante', 'halte'. Di dalam Bahasa Sunda sendiri, bunyi 'e' seperti pada kata 'dekat' itu ada juga. Sehingga di dalam Bahasa Sunda dikenal 3 variasi bunyi yaitu 'e' untuk melambangkan bunyi seperti di kata 'dekat', 'è' untuk bunyi seperti pada kata 'lele' dan 'eu' untuk bunyi seperti pada kata 'tante'.
Juve Zhang
Dan saya sangat setuju jangan intervensi pasar dengan cadangan devisa negara yg hanya 140 milyar USD sangat berbahaya bisa ludes gak gunanya....bisa ngemis ke IMF lagi....biarkan saja jatuh sesuai pasar.... Ini pil pahit dari zaman pak JKW yg disambung dengan gaya borosnya pak P....jadi ini sambung menyambung gila nya ....
Juve Zhang
Tulisan ciamiik pagi ini dari bos CHDI.....kalimat nya Betul sekali....nih saya kutip "pemerintah anggapan toh intervensi ke pasar dengan cadangan devisa habis belum tentu berhasil memperkuat Rupiah".... tepat analisis bos CHDI....karena masa pak JKW penerbitan surat Utang sangat jumbo dan bunga nya semua dibayar oleh Percetakan Ferari. Maka jelas mengeluarkan devisa negara yg sedikit untuk mengguyur pasar sama dengan "membuang garam ke lautan Pacifik"" wkwkw.... artinya usaha anda akan sia sia....beda sama Hongkong mereka berani "peg" dolar Hongkong ke Dolar Amerika secara Fix ....ini beda sama kita yang silakan berayun ayun sekehendak pasar.... Hongkong berani buat kurs Fix karena cad devisa sangat cukup mengguyur pasar jika ada yang mau main spekulasi cadangan devisa Hongkong 441 milyar USD sangat berlebihan untuk mengguyur pasar.....dan dijamin dolar Hongkong tetap kurs nya bukan model Indonesia yg mengambang ayunan karena cad devisa negara sangat kecil hanya 140 milyaran dollar....ini gak cukup buat mengguyur pasar jika mengayun ke 20 ribu dst....jadi sudah tepat jika Rupiah dibiarkan melemah sesuai dengan banyak nya percetakan duit zaman pak JKW....jumlah Rp ini konon gak diketahui jumlah nya sangat jumbo manakala kita tahu persis jumlah cadangan devisa hanya 141 milyar USD sedang yg mau diimbangi gak jelas jumlahnya ini sangat berbahaya jika cad devisa dilepas buat meladeni permintaan dolar bisa ludes gak berbekas akhirnya ngemis ke IMF atau Bank Dunia minta pinjaman.
Jhel_ng
Abah DI digambarkan dengan sangat baik oleh tulisan ini. CEO lama yang bisa menghadapi moncong senjata Orba, namun tetap adaptif dan mampu melewatinya dengan laba bagus. Menggertak, tapi dengan bahasa yang santun dan menyenangkan... Ada yang tidak kami mengerti: setelah dex dan dexlite naik di atas 26 ribu, kok dikatakan inflasi aman? Kan ada biosolar? Di daerah kaya sawit, ternyata tidak ada biosolar yang 6 ribu itu. Harga sawit masih bagus untuk olahan, mana mungkin perusahaan mau menyalurkan untk bbm b20 atau b50? Jadu truk-truk perusahaan pasti mengisi dexlite. Dari hatga 14 ribu ke harga 26 ribu... Pasti mie instant makanan rakyat akan naik. Air kemasan naik. Sayur mayur naik. Dimana inflasi rendah dan terjaga itu? Oh ya sebelum lebaran pasti maksudnya.
Taufik Hidayat
Rupiah oh Rupiah. Nasibmu memang tragis. Saya masih ingat waktu SD diminta menabung oleh sekolah di BNI. Tabanas namanya nominal nya 100 Rupiah . Buku raungannya sampai sekarang masih saya simpan . Tidak tahu sekarang bisa diambil atau tidak . Dulu 100 rupiah itu lumayan mahal karena semangkuk bakso di depan sekolah harganya hanya 3 ringgit alias 7.50 rupiah. Rupiah , namanya serumpun dengan negara negara India Pakistan Srilanka, Nepal , Maladewa, bahkan Mauritius dan Seychelles. Kebanyakan negara ini pun nila ruppen terus jatuh walau tidak separah IDR. Thn 1970 an sepanjang ingatan saya 1 USD sempat 375 dan kemudian 415 USD. Lalu tiba tiba pada 1983 sekita 1000 rupiah lalu 1984 1100 dan kemudian 1986 devaluasi jadi 1600. Lalu bergerak terus pada 1997 2500 an dan Kris’i 1998 sempat 17.000 kemudian stabil pada 6500-9000 an hingga 2009: lalu 12,500-13.000 pada 2014 . 14,000 15.000 pada 2024 sampai akhirnya tembus 17.500 pada 2026. Di Asia Tenggara , ada yang senasib yaitu VND z yang sudah lebih 25000. Atau LAK yang sudah lebih 20,000. LaK dulu lebih kuat dari IDR saat 2004 ketika IDR sekitar 9000 LAK masih 5000 an. Tapi Asia Tenggara yang stabil adalah Riel Kambojan karena dipatok dengan USD sejuta 4000. Sepertinya enakan Timor Leste yang pakai USD saja ?
Edi Sampana
Di Kalsel terjadi pendangkalan sungai, Januari 2021 ada banjir besar pd beberapa kab, Jan 2026 banjir lagi Jd ada kekhawatiran banjir akan mjd langganan setiap Januari. Krn pemerintah tampaknya tdk punya dana utk memulihkan lingkungan shg tdk lagi langganan banjir. Masyarakat Kalsel mulai berpendapat bahwa inilah akibat penambangan batubara yg sdh berlangsung bertahun-tahun. Jd masy kal sel mulai menyadari bahwa kerugian mereka tdk sebanding dgn kenaikan tingkat kesejahteraan. Sy sering bertemu dengan orang non kal sel yg memuji tambang di Kalsel. Langsung sy sanggah, bahwa SDA itu malah jd sumber malapetaka di Kalsel. Pilkada gub, walikota, bupati di Kalsel hampir selalu dimenangkan calon yg didukung pengusaha batubara. Karena masyarakat Kalsel banyak yg miskin, mk dgn mengguyur uang Rp100-150 ribu per pemilih, calon didukung pengusaha tadi bisa menang karena lebih banyak punya uang dibanding calon yg tdk didukung pengusaha batubara. Jd kita susah maju karena pemimpin terpilih bukan yg terbaik atau pemimpin yg tersandra pengusaha
Edi Sampana
Sy amati sekilas, kenapa daerah tambang di Kalsel masyarakatnya tidak sejahtera yg tdk sebanding dgn kerusakan lingkungan. Jd yg kaya hanya pengusaha, pejabat (sipil dan polisi) daerah dan pusat ? Jd sy agak setuju dgn pengurangan produksi batubara dan nikel. Mudahan lingkungan yg rusak tdk tambah luas. Aamiin
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
YANG KECIL BELUM TENTU SIAP.. Teorinya memang indah. Ekonomi rakyat diperkuat. UMKM dibesarkan. Bisnis online didorong jadi tulang punggung baru. Masalahnya, rakyat kecil itu bukan tombol mesin fotokopi. Tidak bisa langsung diperbesar 200 persen. Warung kecil masih pusing modal. Pedagang online masih bertarung dengan ongkir, algoritma, dan pembeli yang hobinya bertanya “masih ada?” lalu hilang seperti mantan. UMKM kita juga banyak yang hidup harian. Bukan tahunan. Hari ini laku, besok belanja lagi. Jadi ketika ekonomi melambat, mereka yang pertama terkena batuknya. Sementara usaha besar mulai direm. Investasi melambat. Rupiah turun. Daya beli ikut seret. Akibatnya, yang kecil belum sempat tumbuh, tapi pasar sudah terasa sepi. Ini seperti pelatih mengganti striker senior sebelum pemain mudanya selesai pemanasan. Padahal UMKM tidak cukup hanya diberi slogan dan spanduk pelatihan. Mereka perlu akses modal murah, logistik murah, pasar yang nyata, dan aturan yang stabil. Karena ekonomi rakyat bukan sekadar jumlah pedagang kecil. Tapi kemampuan mereka naik kelas. Kalau tidak, yang naik hanya seminar UMKM-nya. UMKM-nya tetap jualan sambil live sampai tengah malam.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TRANSISI ITU MIHIL.. Dalam teori ekonomi makro, perpindahan struktur ekonomi memang selalu menimbulkan biaya transisi. Tidak pernah gratis. Apalagi bila perpindahannya cepat, besar, dan menyentuh pusat akumulasi modal. Yang sedang terjadi tampaknya bukan sekadar pelemahan rupiah. Ini sinyal bahwa pasar sedang melakukan repricing terhadap risiko Indonesia. Pengusaha besar ditekan. Sektor ekstraktif dipangkas. Arus keuntungan berubah arah. Negara ingin distribusi ekonomi lebih merata. Secara sosial-politik, itu bisa dipahami. Tetapi ekonomi makro punya hukum sendiri: Investasi sangat sensitif terhadap kepastian. Modal besar tidak suka area abu-abu. Ia mudah tersinggung. Sedikit ketidakjelasan saja, dolar langsung cari pintu keluar. Akibatnya terlihat di kurs. Rupiah melemah, biaya impor naik, tekanan fiskal bertambah, dan ruang gerak moneter menyempit. Problem utamanya ada pada jeda waktu. Ketika sektor besar sudah diperlambat, sementara sektor kecil belum cukup produktif menggantikannya. Terjadi kekosongan daya dorong ekonomi. Dalam literatur pembangunan, fase seperti ini sering disebut “valley of transition”. Lembah transisi. Masalahnya, lembah itu kadang lebih panjang dari pidato peresmian proyek.
Edi Sampana
Jadi ceritanya, usaha batubara dan nikel oleh pengusaha besar sedang sulit ? Dikurangi produksinya? Mungkinkah tujuan pemerintah agar cadangan mineral kita tdk cepat habis. Krn banyak orang yg mengeluh kenapa negara kita tetap miskin sedangkan SDA melimpah. Ditunggu tulisan Abah tentang potensi ikan dan hasil laut kita yg bisa mendongkrak agar rakyat kita tdk miskin lagi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 90
Silahkan login untuk berkomentar