Mati Besok

Mati Besok

Ilustrasi ketika perdamaian menjadi denyut harapan baru bagi ekonomi yang nyaris kolaps.--

Aneh. Belum juga ada tanggapan dari Indonesia –soal tercapainya kesepakatan damai Amerika-Iran. Padahal Indonesia mestinya amat-sangat gembira. Dengan perdamaian itu komplikasi persoalan di Indonesia sangat berkurang.

Sebelum ada perdamaian itu saya sempat membayangkan Indonesia dalam keadaan adu cepat antara usaha perbaikan dengan bertambahnya komplikasi persoalan. Kalau komplikasinya lebih cepat, bahaya sekali. Bisa meledak.

Awalnya Indonesia bisa bersikap tetap tenang. Memang ada beberapa persoalan tapi kalau tidak terjadi komplikasi masih bisa diatasi: inflasi masih rendah, pertumbuhan ekonomi masih meningkat, cadangan devisa tinggi, ekspor-impor surplus, struktur perbankan sudah sangat kuat –sampai punya dana besar penjaminan deposito yang tidak pernah terpakai.

Ternyata perang Amerika-Iran berkepanjangan. Harga minyak tidak kunjung turun. Bursa saham ambruk. Rupiah merosot. Tapi tetap tidak ada gejolak. Pemerintah masih yakin fondasi ekonomi kuat.

Akhirnya, mulai tampak tidak lagi kuat. Harga Pertamax terpaksa naik. Tajam. Sekitar 30 persen. Mulailah terjadi satu komplikasi. Inflasi rendah yang selalu jadi peredam bisa berubah: kita tunggu angka inflasi dari BPS bulan depan.

Tanda-tanda akan terjadi komplikasi-lanjutan bisa direm dengan sukses: kepala dan dua wakil kepala Badan Gizi Nasional diberhentikan –lalu ditangkap. Efisiensi di program Makan Bergizi Gratis akan dilakukan.

Lomba cepat itu akan terus berlangsung. Cepat mana bertambahnya komplikasi atau banyaknya perbaikan yang dilakukan pemerintah.

Kini pemerintah dapat angin segar: harga minyak mentah mulai turun sebelum aneka komplikasi berkelindan jadi satu revolusi. Dengan turunnya harga minyak, pemerintah bisa sedikit lebih tenang dalam mencegah komplikasi lanjutan. Utamanya setelah gerakan mahasiswa mulai kembali turun ke jalan.

Kasus terakhir di Bea Cukai seharusnya bisa menyadarkan Presiden Prabowo bahwa tidak semua temannya bisa diajak bekerja ikhlas membangun negeri. Padahal pengangkatan temannya menjadi pejabat baru dirjen Bea Cukai itu diniatkan untuk bersih-bersih Bea Cukai habis-habisan.

Ia tentara. Kopassus. Bintang tiga. Kurang apa. Setelah setahun menjabat ketahuanlah cerita ulangan di instansi basah itu.

Betapa besar harapan Prabowo kepada temannya itu. Seberapa besar keinginannya untuk membuat Bea Cukai sumber pendapatan yang penting di saat negara kesulitan uang. Sampai-sampai Prabowo mengingatkan kejadian di zaman Pak Harto yang Bea Cukai Indonesia sampai diserahkan ke perusahaan swasta dari Prancis.

Maka agar tidak perlu terulang seperti itu ia pilih temannya sendiri untuk menjabat dirjen Bea Cukai.

Kini berarti sudah tiga teman kepercayaan Prabowo yang mengecewakannya –juga mengecewakan Anda. Padahal waktu tidak berhenti berlari. Sebentar lagi Presiden Prabowo pun sudah akan kehilangan waktu dua tahun. Tinggal dua tahun lagi pemerintahannya efektif. Di tahun kelima sudah banyak urusan pemilu dan pilpres tahun 2029.

Ibarat petinju yang kian terpojok, ekonomi Indonesia diselamatkan oleh lonceng perdamaian. Memang kondisinya belum separah Pakistan. Tapi kalau perang terus berlangsung jumlah komplikasinya terus bertambah.

Pakistan memang sudah di pojok ring. "Dengan perdamaian itu sudah pasti kita selamat," ujar Menkeu Pakistan Muhammad Aurangzeb, yang mewakili perdana menteri di parlemen di sana Senin lalu.

"Sekarang kita ibarat pasien yang sudah keluar dari ICU," katanya. "Sebelum perdamaian itu Pakistan tinggal menunggu kematian. Bisa besok, bisa lusa," tambahnya.

Dengan perdamaian Amerika-Iran itu Pakistan langsung optimistis ekonominya bisa tumbuh tujuh persen. "Kini kemampuan Pakistan dikenal di seluruh dunia," ujar Menkeu.

Tapi pertumbuhan tujuh persen itu bukan hanya karena tidak ada lagi perang. Usaha lainnya adalah: menurunkan pajak. "Pajak tinggi membuat pengusaha menggelapkan pajak. Pemerintah akan membuat pengusaha bangga saat membayar pajak," katanya.

Pakistan tetap optimistis Jumat lusa perdamaian itu ditandatangani di Geneva, Swiss. Dari Iran yang akan tanda tangan adalah ketua parlemennya Mohammad Bagher Qalibaf. Ia orang kuat Iran. Pernah jadi panglima angkatan udara, panglima polisi, dan wali kota Teheran. Qalibaf-lah yang selama ini menjadi ketua tim negosiasi.

Dari pihak Amerika belum tentu Presiden Donald Trump yang hadir. Hampir pasti Wapres JD Vance yang ke Geneva. Tentu lihat-lihat respons dunia. Bila sangat menguntungkan bisa saja Trump sendiri yang ke sana. Hanya enam jam penerbangan.

Terserahlah. Yang penting damai. Agar negeri seperti Indonesia yang masih sakit tidak sampai menderita komplikasi.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 16 Juni 2026: Anda Menang

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

. Wa alaikum salam warohmatullohi wa barokatuh.. 1) Alhamdulillah. 2) Selamat. 3) Pertamax..!!

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TAGIHAN PERANG: AS, ISRAEL, IRAN SIAPA PALING TEKOR? Perang selalu punya dua wajah. Di depan kamera ada pidato kemenangan. Di belakang layar ada kalkulator yang menangis. 1) Amerika Serikat. Biaya operasi militer ditaksir sudah melewati USD 100 miliar atau sekitar Rp1.700 triliun. Biaya itu untuk kapal perang, pesawat, rudal, logistik, dan pasukan. Korban AS relatif kecil: sekitar belasan tentara tewas dan ratusan luka. Tetapi amunisi mahal ikut “terbang”. 2) Israel. Biaya perang diperkirakan sekitar USD 11,5 miliar atau sekitar Rp195 triliun untuk anggaran perang. Kerusakan fisik mencapai miliaran dolar. Puluhan warga dan tentara tewas, ribuan luka akibat serangan rudal Iran. Rumah, fasilitas umum, dan sistem pertahanan harus diperbaiki. 3) Iran. Pukulan paling berat ada di sini. Ribuan orang tewas dan luka. Fasilitas militer, pusat rudal, serta infrastruktur sipil mengalami kerusakan. Iran memperkirakan kerugian mencapai USD 270 miliar atau sekitar Rp4.600 triliun. Akhirnya perang memang lucu. Yang menang membawa bendera. Yang kalah membawa tagihan. Dan rakyat biasa membawa pertanyaan paling sederhana: “Setelah triliunan habis, apakah hidup jadi lebih baik, lebih aman dan nyaman?”

riansyah harun

Kalau ada dokter Syaraf di Indonesia yang mendalami EmCell, barangkali bisa dilakukan uji coba pada Pak Trump. Minimal teorinya, sebagai uji coba akademis. Kenapa harus EmCell.., karena beliau ini entah ada angin darimana, tiba tiba saja menyerang Iran dengan berlindung pada Israel. Dan beliau pun tanpa rasa bersalah, harus angkat jempol pada mantan Presiden, Barack Obama, atas klausul perjanjian yang pernah dibuat Obama, dan harus di setujui oleh Trump. Padahal Obama ini, musuh bebuyutannya sampai ke ubun ubun kata CHD. Dalam istilah anak muda, baru kau rasakan Trump. Kena getahnya, ekh salah, kena batunya.

Taufik Hidayat

Judul artikel ini Anda Menang, tapi yang benar sudah kalah dulu yah… yg biasa isi 350 -400 ribu sekarang jadi 500 ribu lebih ..

Muh Nursalim

Bilang aja Trump yg menang. Nda pa pa. Kalo perlu didaftarkan untuk dpt hadiah nobel. Nobel perdamaian. Plus negara2 peserta piala dunia mau ngalah. Biarlah Amerika yg jd juara. Ikhlas saya. Betul.

Juve Zhang

Elon Musk Bukan pebisnis sejati dia minta Joe Biden melarang masuknya mobil listrik Tiongkok dengan bea cukai 100%....tanpa itu Tesla sudah gulung tikar kalah bersaing.... produksi Tesla menurun di dunia tapi sahamnya dijaga 1000 Fund managers....artinya gak boleh turun ...bursa Amerika di tentukan oleh Fund managers....jika mereka menyangga maka harga saham akan naik terus....

Pryadi

Yang menang warga Malang. Digeruduk mahasiswa & masyarakat, legislatif Malang sepakat hentikan program MBG dan KDMP di Malang... Kota-kota lain gimana kabarnya?

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

YANG TELAH DILAKUKAN OLEH "BOARD OF PEACE" SAMPAI HARI INI: APAKAH SUDAH MULAI MEMBERI MANFAAT BAGI RAKYAT PALESTINA? Board of Peace (BoP) datang dengan angka besar. Janji rekonstruksi Gaza mencapai sekitar USD 17 miliar. Jika dihitung dengan kurs Rp16.500, nilainya sekitar Rp280 triliun. Amerika menjanjikan USD 10 miliar. Negara lain sekitar USD 7 miliar. Rencananya untuk membangun kembali Gaza: rumah, infrastruktur, dan layanan dasar. Tetapi sampai hari ini, pertanyaan terbesarnya bukan lagi "berapa besar janji". Melainkan "berapa yang sudah menjadi kenyataan?" Jawabannya: masih sangat kecil. Bahkan laporan menyebut dana yang masuk jauh di bawah angka janji. Ada laporan dana resmi rekonstruksi belum menerima setoran berarti. Kalau memakai angka kasar, realisasi masih mendekati nol persen dari target USD 17 miliar. Beberapa kontribusi awal yang disebut terealisasi hanya sekitar USD 123 juta atau kira-kira Rp2 triliun. Itu kurang dari 1 persen. Bagi rakyat Gaza, BoP masih lebih terasa sebagai papan rencana. Belum menjadi atap rumah. Dalam politik, janji memang bisa terbang cepat. Tetapi batu bata tetap harus diangkut satu per satu.

Jokosp Sp

Yang saya masih bingung itu untuk BBM Solar. Di belakang rumah sumur Pertamina banyak, dengan Depo Pertamina Balikpapan hanya 6 jam perjalanan. Tapi di POM Bensin yang harganya Rp 8.500,-/ltr sulit mendapatkannya dengan antrian yang bisa 0,5 km panjangnya dan nunggu ber jam-jam lamanya. Sedang dalam jarak tidak sampai 1 km Solar tersebut banyak dijual di eceran dengan harga sudah di Rp 13.000,-/ltr. Kata teman: "Ndak usah bingung masse......, pemainnya ya mereka-mereka yang jadi pengawas dan pengaman negeri ini. Ini adanya di Kononhah".

Warok Ponorogo

Penghitungan HPP BBM non subsidi di sini. Harga minyak mentah rata rata di Asia, standarnya pakai harga mean oil price singapore (MOPS) sebagai dasar harganya. Ditambahkan komponen kurs Rp terhadap $, karena dibeli pakai $ bukan Rp, ditambahkan biaya distribusi, meliputi ongkos penyimpanan, angkut dan biaya operasional SPBU. Ditambahkan lagi komponen pajak dan margin. Untuk PPN besarnya 11% dari HPP dan Pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 3% dari HPP dan margin dari SPBU sebagai ujung akhir distribusi ke konsumen. Logika warasnya, kalau harga minyak mentah dunia turun, seharusnya harga BBM non subsidi ikut turun. Sebagaimana diketahui komponen utama penghitungan harga HPPnya sudah turun, yaitu harga minyak mentah dunia. Tapi kelazimanya di negeri ini, harga barang yang sudah naik tidak akan turun, apalagi barang tersebut menguasai hajat hidup orang banyak dan ada monopoli, meskipun itu dilakukan oleh negara. Yang bisa turun, berat badan saja karena effisiensi anggaran rumah tangga karena ketidakmampuan. #Salam akal waras#

Liam Then

Katanya Danantara kaya, kenapa harus terbitkan obligasi dollar?

Yugi Porkdelicious

Pertamax harus turun Walo bertahap Harga lewati 15ribu itu yg bikin orang marah

istianatul muflihah

Catatan Perusuh Hari Sabtu kemarin, saya main ke Purwokerto eh Banyumas. Alhamdulillah, berawal dari kolom komentar bisa mengenal Bu Setya Widiastuti. Owner PT Inagro Jinawi, yang perjalanan bisnisnya pernah ditulis abah. 12 tahun jadi karyawan NGO + 15 tahun bisnis. Ilmunya komplit, dari kuliah bidang pertanian. Jadi community development, yang militan. Mengenal dan mendalami karakteristik komunitas petani. Sampai ke aspek legal, sertifikasi organik (dari beberapa negara), food safety, fair trade. Juga tentu tidak ketinggalan aspek bisnis, bikin neraca dan laporan keuangan. Dan, sampai sekarang masih terus konek dengan akademisi. Misal, mencari varietas kelapa yang tidak perlu tumbuh tinggi menjulang tapi deresan air nya tetap berkualitas bagus sebagai gula. Mencari spek tungku agar makin efisien (tentu butuh hitungan matematis). Bicara soal usaha yang tidak bisa di copy paste adalah mental. Hanya bisa di dapat kalau dilatih. Dicoba. Dipraktekkan.

Jokosp Sp

Yang menang perang di sana bisa diperdebatkan dengan angka-angka, apakah Amerika atau Iran?. Berapa mereka mengeluarkan biaya perangnya, dan berapa kerugiannya?. Namun yang di sini yang menang jelas: Si Coklat dan Si Hijau. Dari angka yang disampaikan Mas Eko Darwiyanto jelaslah bagi-bagi proyek itu tidak bisa dielakkan dan terbantahkan. Direrata sebulan ada hari libur 3 hari + 4 hari minggu, maka sebulan ada 20 hari aktif MBG bisa tersupply ke anak sekolah. Bahkan di kampung tetangga sebelah sudah ke mereka yang disebut Ibu-Ibu hamil. Maka dalam setahun ada 240 hari mereka mendapatkan penghasilan bersih. Untuk Si Coklat = 7,074M/hari x 240 hari = Rp 1.697,76T setahun --> dalam sisa 4 tahun ke depan maka akan ada pemasukan 6.791,04T. Untuk Si Hijau = 2,712M/hari x 240 hari = Rp 690,88M setahun --> dalam sisa 4 tahun ke depan maka akan ada pemasukan 2.763,52T. "Nikmat mana lagi yang kau dustakan?". Kenapa Si Hijau hanya 38% jika dibanding dengan Si Coklat?. Karena Si Hijau untuk membangun SPPGnya mereka masih menggunakan otot anggotanya, sementara kalau Si Coklat sudah menggunakan kekuatan otak dan tekanannya. Ini dalam hitungan periode pertama lima tahun yang belum 100%, dan bagaimana nanti kalau benar akan ke sepuluh tahun?. Si Negara dan Rakyatnya yang boncos. Di lain sisi sang penguasa dan pendukungnya, dengan kekuatannya menikmati bagi-bagi hasil atas kesengsaraan itu untuk dirinya. Amsiongngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngng......

Em Ha

Coba simak suara hati sopir bus di lintas Sumatera ini : "Di kala saya sembahyang, saya sholat. Doa saya cuman satu. Bukan minta umur panjang lagi sama murah rezeki pak. Mintakan ya Allah ya Tuhanku... berikanlah kelancaran solar di lintas Sumatera ini ya Allah. Sadarkanlah mafia2 minyak ya Allah. Kasihan kayak kami2 ini ha... yang harusnya nyampe di tanggal 2, nyampe nya di tanggal 3. Yangnharusnya bisa terima gaji di tanggal 4, tertunda di tanggal 5...." Parah kali lah distribusi BBM di luar Jawa. Antrian nya nggak ngotak. Ngantri isi minyak disebelah pipa minyak. Di jalur Minas - Duri. Ampun.. Dr. Afni punya sumur. Tidak bisa buat kumur kumur. Kasian.. kasian.

Beny Arifin

Nggak ada yang menang. Semua kalah, semua babak belur. Itu kalau patokannya kondisi sebelum perang. Kecuali mau berpikir ala trump. Berpatokan kondisi saat perang, yang dia diciptakan sendiri. Ibarat masak2 sendiri, dipuji2 sendiri..

Komentator Spesialis

Sudah sejak 14 setengah abad yang lalu, Islam melalui sabda Rosulullah, memerintahkan bahwa transaksi emas harus tunai. Artinya, anda bayar dan disitu pula anda wajib mendapatkan fisik emasnya. Bukan emas di awang awang yang tak berwujud. Dulu saya bertanya dan bingung kenapa. Now saya paham mengapa. Dalam 4 bulan terakhir, setelah mencetak rekor harga tertinggi di tanggal 30 Januari sebesar USD 5419 per TOZ, harga emas terus mengalami penurunan. Padahal pembelian emas (fisik) oleh bank sentral dan masyarakat terus mengalami kenaikan. Hal ini ditunjukkan dari data tahun 2025bbahwa emas telah menggeser posisi dollar sebagai para para (niru gibran) bank central reserve di posisi 27% menggeser USD yang jatuh di angka 22%. Paradoks yang rasanya tidak masuk akal. Kenapa itu terjadi ? Karena emas selain diperdagangkan dalam bentuk fisik (halal), juga diperdagangkan dalam bentuk awang awang (haram), yang hanya berupa promise atau janji. Makanya nggak heran kalau anda membeli emas di case ke 2 diatas, bisa bisa emasnya tidak eksis ketika anda minta mana fisik emasnya. Ini ibaratnya tipu tipu karena transaksi tidak tunai. Karena saya yakin 100% antara nilai emas yang diperdagangkan dengan jumlah fisik emas saat ini, sudah tidak seimbang. Jumlah fisik lebih sedikit dari nilai yang diperdagangkan. Akibat kondisi ini, harga emas bisa digoyang. Yang harusnya secara harfiah nilainya akan terus mengalami kenaikan apabila transaksi dilakukan secara tunai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 27

  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Mada Suradi
    Mada Suradi
  • Pedro Patran
    Pedro Patran
  • alasroban
    alasroban
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • Maman Lagi
      Maman Lagi