Sakit Jantung
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik mengungkapkan bahwa dirinya akan berangkat pada Rabu, 22 Juli 2026, untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan.-dok Disway-
"Jangan takut operasi jantung. Anda akan 10 tahun lebih muda," itu nasihat saya untuk para penderita sakit jantung. Pun kepada Nanik S. Deyang, kemarin pagi, setelah dia mundur dari jabatan kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Saya lihat Deyang agak takut-takut operasi. Sampai akan ke luar negeri cari pilihan selain operasi.
"Di zaman sekarang ini operasi jantung sudah semudah khitan," kata saya lagi. Tentu itu saya lebih-lebihkan agar dia tidak takut. Tapi sebenarnya memang begitu: para dokter Indonesia pun sudah sangat mahir melakukan operasi jantung.
Soal ''lebih muda 10 tahun'' juga bukan teori saya. Itu pernah diucapkan Prof. Dr. B.J. Habibie setelah menjalani operasi jantung. Beberapa teman, yang sukses menjalani operasi jantung, juga merasa jauh lebih muda.
Saya tahu Deyang sudah lama mengidap tekanan darah tinggi. Kalau bicara juga ngos-ngosan. Dia tidak terlalu peduli dengan kesehatannyi. Cenderung sembrono. Dia sedikit dari wartawan yang sangat idealis mengikuti sikap mentornyi: Valens G. Doi, senior di Harian Kompas.
Bahwa dia pilih berobat ke luar negeri sebenarnya berlebihan. Tapi kalau itu menyangkut ketenangan jiwa, saya tidak akan ikut campur.
Saya hanya berpesan: "jangan hiraukan kecaman, sindiran, ejekan, dan cemoohan di medsos''.
Sebersih apa pun, publik tidak percaya kalau Anda bersih. Publik punya logika sendiri: seseorang yang hidup di dunia yang berlumuran oli tidak mungkin tidak terkena oli.
Maka nama Deyang jadi bulan-bulanan di medsos. Sampai ada yang mengecam caranyi mundur.
"Kok lewat medsos. Lewat Facebook pribadi. Isinya cengengesan pula".
Maka, kata saya, lain kali kalau Anda mundur lagi jangan lewat medsos. Gak usahlah menjelaskan alasan mengapa mundur. Cukup kalau sudah mengajukannya ke presiden dan sudah disetujui. Kalau pun punya alasan tertentu cukup diberitahukan ke presiden.
Rasanya Anda memang tidak cocok menjadi birokrat –apalagi menjadi orang nomor satu di lembaga setingkat menteri. Pekerjaan paling cocok untuk Anda, ya, jadi wartawan seperti dulu. Tapi profesi wartawan pun sekarang sudah berubah. Maka, sebagai ganti, Anda sebaiknya jadi oposisi –seperti yang Anda lakukan di era Presiden Jokowi menjelang periode kedua.
Waktu itu Anda begitu enteng berubah sikap: dari pendukung all out Jokowi menjadi anti-Jokowi.
Tapi saya juga tahu Anda sangat cocok dengan Prabowo: tidak mungkin jadi oposisi. Terutama Anda satu pemikiran dalam program ''memihak rakyat'' –meski hati Anda berontak kok pelaksanaannya banyak terjadi penyelewengan. Itu membuat Anda ingin jadi oposisi tapi sulit bersikap oposisi kepada Prabowo.
Akhirnya saya anjurkan saja di sini: begitu dokter di luar negeri juga memutuskan Anda harus operasi: pulanglah. Jalani operasi itu di RS Pertamina yang Anda jadi komisaris di induk perusahaan itu. Nyawa itu hanya titipan. Bisa diambil yang titip kapan saja dan di mana pun.
Beda dengan saya: saya berobat ke RS Madinah karena jatuh sakitnya saat umrah bersama keluarga. Lalu saya batal umrah untuk berobat di Surabaya. Begitu mendarat dari Madinah saya langsung ke RS National Hospital. Tiga hari opname di situ: tidak ditemukan sakit apa.
Setelah ke Singapura baru ditemukan: aorta dissection. Pembulah darah utama saya pecah. Sepanjang setengah meter. Untung tidak meninggal dalam penerbangan Madinah-Surabaya. Atau dalam penerbangan Surabaya-Singapura.
Itu sekaligus menunjukkan ''wajah lain'' dokter Indonesia: tidak mau buru-buru minta pasien di CT Scan. Kasihan pasien. Sekali CT Scan bisa habis Rp 7,5 juta. Dokter Indonesia terlalu memikirkan keuangan pasiennya. Padahal kalau langsung di-CT Scan akan ketahuan saat itu juga: aorta dissection.
Singapura menemukan penyakit saya bukan karena dokternya lebih ahli. Tapi karena dokternya memutuskan langsung CT Scan. Tidak perlu memikirkan mahal atau tidak. Tidak pakai prosedur bertahap –kalau tidak ditemukan baru diminta CT Scan.
Ketika berobat ke luar negeri pasien Indonesia tidak akan keberatan ditagih berapa pun. Paling hanya ngomel di dalam hati. Hasilnya: banyak pasien merasa berobat di luar negeri lebih hebat: cepat ketahuan penyakitnya dan cepat ditangani. Akhirnya muncul citra tingkat keberhasilan berobat di luar negeri tinggi. Padahal itu terkait langsung dengan ''keberanian'' dokter melakukan tindakan ''mahal'' di awal pemeriksaan. Bukan karena lebih pintar.
Mungkin dokter Indonesia sudah waktunya berubah: lebih berani melakukan pemeriksaan awal dengan alat yang lebih canggih (baca: mahal). Dari pada seperti selama ini: pemeriksaan dilakukan secara bertahap dimulai dari sangat awal, pakai stetoskop. Dicoba diberi obat. Kalau tidak sembuh baru disuruh ke lab. Periksa darah. Kalau tidak berhasil juga baru CT Scan.
Akibatnya nama dokter di Indonesia dianggap kurang bermutu dibanding di luar negeri.
Pendapat saya seperti itu saya sampaikan terbuka ketika diminta sebagai pembicara di seminar besar para dokter ahli jantung pekan lalu. Di Jakarta. Lebih 1000 ahli jantung anggota Perki (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia) hadir.
Dari lima pembicara hanya saya yang bukan dokter: Dirut BPJS Kesehatan dr Prihati Pujowaskito, Ketua PERKI dr Ade Meidian Ambari, Ketua Dewan Etik PERKI dr Munawar, Ketua Kolegium Jantung dr Renan Sukmawan. Wartawan senior Desi Anwar jadi moderator.

--
Di forum itu saya juga mengajukan usul: agar larangan dokter Indonesia mengiklankan diri dicabut. Akibat larangan itu publik tidak tahu siapa saja dokter hebat di Indonesia. Tidak tahu juga seberapa banyak pasien yang sembuh di tangan mereka. Padahal, di luar negeri dokter berlomba menonjolkan diri atas kemampuan khusus mereka. Nama-nama dokter hebat di Indonesia hanya beredar dari mulut ke telinga.
Perbanyaklah ''iklan'' success story pasien ketika ditangani dokter Indonesia. Dari situ akan muncul rasa percaya pada publik. Sehingga orang seperti Nanik S. Deyang pun bisa merasa pede menjalani operasi jantung di dalam negeri.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 22 Juli 2026: Dua Menit
Wilwa
@KoJo. Jadi penasaran. Saya coba aplikasi DeepLanguage untuk cari tahu. “Iku iku” menurut DeepL adalah “I’m going, I’m going” atau “Here we go, here we go”. :)
djokoLodang
-o-- ... Hampir semua kata searti disertakan dalam teks Dai Dai. "Dai Dai (Italia), Ikou! (Jepang), Dale! (Spanyol), Allez! (Prancis), Let's Go! (Inggris)", lantun Shakira dalam nada yang mudah diikuti siapa saja. ... *) Iku, iku... (jepang) punya makna lain juga. Apa itu? Yang pernah nonton film Miyabi --Maria Ozawa-- pasti tahu. --0-
djokoLodang
-o-- ... Itu mengingatkan pada tampilan Shakira di Piala Dunia di Afrika Selatan 2010 dengan lagunyi Waka Waka. Yakni ketika Shakira masih menjadi pasangan bintang sepak bola Spanyol Gerard Pique. ... *) Shakira tampil pada 2010 di Afrika Selatan. Spanyol juara. ~ Shakira tampil lagi pada 2026. Terciptalah gol tunggal Spanyol. Spanyol juara! --0-
Denny Herbert
Ada kejadian kecil dan lucu menjadi sorotan karena kuasa hukum Febrie Adriansyah, Hotman Paris, menggelar konferensi pers di lingkungan Kejaksaan dengan fasilitas seperti meja dan mikrofon. Dan Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo menilai hal tersebut tidak lazim dan dapat menimbulkan kesan adanya perlakuan istimewa terhadap tersangka korupsi. Ia meminta Jaksa Agung mengusut siapa yang memberikan izin atau fasilitas tersebut agar tidak menimbulkan konflik kepentingan dan semakin mengurangi kepercayaan publik. Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, proses hukum harus berjalan secara profesional, transparan, dan memberi perlakuan yang sama bagi semua pihak. Dalam penegakan hukum, bukan hanya keadilan yang harus ditegakkan, tetapi juga harus terlihat adil di mata masyarakat.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
MEMIHAK ADALAH FITRAH, SPORTIF ITU PILIHAN.. Dalam psikologi olahraga, penonton yang memihak memang menikmati pertandingan lebih intens. Detak jantung meningkat. Adrenalin naik. Setiap gol terasa seperti gol sendiri. Itulah sebabnya Bonek rela menempuh ratusan kilometer demi Persebaya. Bobotoh hidup bersama Persib. Aremania, The Jakmania, Pasoepati, Brajamusti, hingga Viking menjadikan sepak bola lebih dari sekadar permainan. Ia menjadi identitas sosial. Namun, ilmu juga mengingatkan adanya sisi lain. Ketika identitas kelompok terlalu dominan, muncul ingroup bias: kelompok sendiri selalu benar, kelompok lain selalu salah. Dari sinilah ejekan berubah menjadi kebencian. Rivalitas bergeser menjadi permusuhan. Sepak bola sejatinya menawarkan laboratorium sosial yang menarik. Memihak memang membuat pertandingan lebih seru. Tetapi sportivitaslah yang membuat sepak bola bertahan sebagai olahraga, bukan medan perang. Jadilah fanatik pada klub. Jangan fanatik pada kebencian. Karena kemenangan yang paling indah bukan hanya ketika tim kita mengangkat piala, melainkan ketika semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat.
Em Ha
Saya termasuk orang yang tidak menonton Piala Dunia 2026 secara langsung. Langsung live TVRI. Nonton bareng di cafe. Langsung ke Stadion sudah pasti tak sanggup. Saya pernah bangun tengah malam. Egypt - Argentina sedang live. Buka google. Score live 2-0 untuk Mesir. Tidur lagi. Bangun lagi 2-3 untuk Argentina. Termasuk lagu Dai Dai ini. Belum pernah menontonnya sekalipun. Tapi begitu Abah tulis. Langsung cari di Youtube. Kesan pertamanya. Shakira menolak tua. Kostum Dai Dai dan Waka Waka ada kemiripannya. Goyangannya juga. Saya kira, kalau kena goyang seperti goyang Shakira. Ada dua kemungkinan. Pertama, tak sampai dua menit, menyerah. Kedua, dua menit tak cukup, dengan syarat sudah belajar gerakan khusus dari Eyang Agus.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
LIRIK YANG MENANGKAN DUNIA Lagu resmi Piala Dunia yang paling fenomenal bukan sekadar enak didengar. Ia harus lolos tiga ujian: liriknya mudah diingat, iramanya mudah diikuti, dan mampu dinyanyikan oleh siapa pun, dari Buenos Aires sampai Bandung. Waka Waka memenuhi tiga syarat itu. Kini Dai Dai mencoba mengulang resep yang sama. Menariknya, lirik lagu-lagu Piala Dunia hampir tidak pernah berbicara tentang menang atau kalah. Yang diangkat justru harapan, keberanian, persatuan, dan semangat bangkit. Iramanya pun sengaja dibuat bertempo cepat. Dalam psikologi musik, tempo seperti itu mampu membangkitkan energi kolektif dan memancing orang ikut bernyanyi, bahkan tanpa memahami seluruh liriknya. Di situlah kejeniusan komposer dan profesionalitas penyanyinya. Mereka tidak sedang membuat lagu untuk satu negara. Mereka sedang menciptakan "bahasa bersama" bagi miliaran penonton. Trofi hanya berpindah tangan setiap empat tahun. Tetapi lagu yang tepat bisa tinggal di kepala orang selama puluhan tahun. Itulah kemenangan yang sesungguhnya.
Sadewa 19
Saya tadinya yakin banget Prancis yg akan juara. Pasalnya, Jokowi juga menjagokan Prancis. Keyakinan saya juga didukung seorang pejabat : "Peran Jokowi ini sangat sentral, jadi kalau beliau ini sampai berpihak pada salah satu ya.... game is over". Benar juga, Prancis juara piala dunia di video youtube yg saya tonton. Hidup Jo...!!!
Jokosp Sp
Coba Abah DI diingat-ingat lagi tahun lalu di Riau ketika ada acara Lomba Perahu Pacu Jalur. Ada bocah di ujung haluan perahu yang jadi viral. Si anak itu adalah Rayyan Arkan Dikha. Tarian si anak menjadi fenomena global, sampai anak gaul (Gen Z) menyebut dengan istilah "Aura Farming". Gerakan yang energik namun santai tersebut sampai mendunia, banyak ditiru oleh klub sepak bola eropa seperrti PSG dan AC Milan, bahkan beberapa pembalap F1. Yang unik dari dari tradisi perlombaan dayung tradisional pacu jalur di Kab.Kuantan Singingi adalah: 1.Anak yang berdiri di bagian depan perahu bertugas sebagai "Tukang Tari" atau disebut "Ojai". Gerakan yang bertujuan memberi komando, keseimbangan perahu, serta menjaga ritme kayuhan pendayung. 2.Aura Farming: istilah yang diberikan Gen Z dan Alpha untuk mendefinisikan gaya menari yang sangat dinamik dan karismatik. Sangat enak diikuti dengan gaya yang sederhana namun unik. 3. Berkat adanya medsos Tik Tok dan Istagram, juga Youtube ini tarian Aura Farming jadi mendunia dan dijadikan selebrasi mereka, Cobalah Abah DI lihat lagi youtubenya "Rayyan Arkan Dikha" lebih luar biasa. Apalagi sambil ikut joger ndangdut....wkwkwkwk.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
HAK SIAR, HAK RAKYAT, TERMASUK HAK TUK NOBAR.. Sepak bola modern tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain. Ada kompetisi lain yang tak kalah sengit: Perebutan hak siar. Nilainya bisa mencapai miliaran dolar. Siapa yang berani membayar, dialah yang berhak menayangkan. Karena itu, kalimat Pak Dahlan terasa menarik. Bukan sedang membandingkan Putin dengan Prabowo, melainkan memperlihatkan kontras. Di satu tempat, masyarakat kesulitan menikmati siaran langsung. Di Indonesia, justru final Piala Dunia dapat disaksikan gratis melalui televisi. Hak siar ternyata bukan sekadar urusan bisnis media. Ia juga menyangkut akses publik terhadap peristiwa global. Semakin luas aksesnya, semakin besar pula rasa kebersamaan yang tercipta. Jutaan orang bersorak pada detik yang sama, meski berbeda kota dan pulau. Ironisnya, di era internet, informasi gol hanya terlambat beberapa detik. Tetapi rasa tegang menunggu gol bersama-sama di siaran langsung, itu tidak pernah bisa diunduh. Di situlah harga sebuah hak siar: bukan sekadar membeli gambar, tetapi membeli momen yang dinikmati bersama. Termasuk nobar..!!
- KUSUMO
Abah keliru dalam penjelasan Shakira dan Pique. Waktu Waka...waka... mereka baru ketemu. Kalau abah jadi wartawannya Johny Kwee, gak ngerti bakal dihukum apa.
Everyday Mandarin (Study in Taiwan & China)
Dalam Mandarin juga ada "Dai Dai". Ditulis 呆呆. Tentu tidak cocok jadi judul lagu Piala Dunia. Akan terkena pasal penghinaan. Apalagi jika Donald Trump merasa ditujukan untuknya. Arti "Dai Dai" (呆呆) dalam Mandarin adalah plonga-plongo. Priittt.....offside.
Wilwa
@doni. Point of View / POV / Sudut Pandang saya beda. Messi adalah inspirasi untuk menjadi rendah hati dan berbagi. Messi sering memberi umpan maut kepada rekan-rekan untuk mencetak goal. CR7 awalnya juga rendah hati dan mau berbagi. Ketika baru saja direkrut Manchester United. Tapi lama kelamaan CR7 jadi besar kepala dan tak mau berbagi. Konon itu yang membuat Alex Ferguson marah lalu dijual ke Real Madrid. Sampai kini, CR7 hanya ingin menjadi pemegang rekor goal terbanyak. Ambisinya 1000 goal. Messi tak begitu berambisi pada angka 1000. Messi lebih hoki karena kerendahan hatinya sehingga bisa menjadi juara pildun 2022 bersama Argentina. Sedangkan CR7 tak pernah menang piala dunia bersama Portugal. Malah ketika CR7 tidak dipasang, Portugal juga bisa menang tanpa CR7. Rekan-rekan satu tim melihat CR7 egois dan tidak menghormatinya. Sedangkan Messi sangat disukai dan dihormati oleh rekan-rekan satu tim.
doni wj
Mahzab GOAT saat ini dikuasai 2 sosok fenomenal, Messi dan Ronaldo. Messi dg 8 Ballon d'Or, Ronaldo 5. Pemain2 legendaris dari era sebelumnya pun paling banyak menang 3x dalam penghargaan tahunan itu. Rivalitas mereka profesional, ketika di luar lapangan mereka saling menghormati. Namun jangan ditanya reaksi para "penganut mahzab" goat itu. Sengitnya tidak kalah dengan cebong vs kampret. Masing2 pihak punya alasannya sendiri. Namun, kalau bagi saya pribadi, Ronaldo itu menggambarkan puncak dari harapan. Bahwa segala sesuatunya mungkin dan bisa diraih. Bahwa setiap orang punya kesempatan. Kalau mau bekerja keras, jatuh bangun, konsisten, dan fokus meraih tujuan. Sedangkan Messi itu membuat kita menyadari. Bahwa di dunia ini ada hal-hal yg tidak bisa kita raih. Seberapa keras pun usaha kita. Hingga kita belajar pasrah, dan ikhlas menerima
Juve Zhang
Messi sang seniman bola tetap pemain terbaik dunia versi majalah sport dunia ...karena mencetak 8 gol di piala dunia semua gol tercipta diluar kotak penalti artinya hanya pemain bola yg menembak bola ke gawang dan goal tetapi seniman bola menembus gawang dengan tembakan jarak jauh..... mungkin itu penghargaan dari pencita bola dunia bagi Messi.... seorang seniman bola bukan hanya pemain bola.
Rizal Falih
Ngapunten Abah, Perancis vs Maroko bertemu di semifinal itu piala dunia tahun berapa ya? Setau saya semifinalis piala dunia tahun ini adalah Perancis, Spanyol, Inggris dan Argentina hehe. Mungkin karena Rusia sedang dihukum oleh FIFA jadi TV disana mengabarkan berita piala dunia tahun 2022 di Qatar. Pada Pildun 2026 ini Perancis vs Maroko bertemu di perempat final, yang hasilnya 2-0 untuk kemenangan Les Bleus, gol masing-masing dicetak oleh Mbappe dan Dembele. Pada babak semifinal Perancis dikalahkan oleh Spanyol yang akhirnya menjadi juara tahun ini juga dengan skor 2-0.
Juve Zhang
Saya kerja bertahun tahun waktu muda gak makan duit bergizi efeknya sekarang maratahon 10 km jalan kaki jantung enteng saja tuh....gak megap megap ....tekanan darah 120/80.
Muh Nursalim
Betul. Tidak memihak itu tidak asyik. Juga tidak baik. Maka perang Iran vs As n Israel saya mihak Iran. Jika menenag alhamdulillah. Puji sykur. Jika babak bundas, bisa mendoakan semoga Allah ngasih kesabaran. Dan ternyata menang. Dai Dai Iran.
Irary Sadar
Bang @Udin Salemo: Lebih baik Ubur-ubur daripada ikan Kakap/ Lebih baik mundur daripada ketangkap , hihihi..
Wilwa
@Liang. Sejarah yang menarik. Lebih menarik lagi aksaranya dalam POV (point of view) saya pribadi. Cu 蹴 (baca: Chu) yang artinya “kick” atau “tendang” sebuah kegiatan yang dihubungkan dengan aksara Zu 足 (baca: Cu) yang artinya “leg” atau “kaki”, juga bisa diucapkan Jiu (baca: ciu) dengan mengambil bunyi dari 就 yang ada di sebelah kanan aksara 蹴 itu. Lalu Jü 鞠 (baca: Cii) yang artinya “ball” atau “bola” menarik juga kalau mau dianalisis simbol/gambar penyusunnya yaitu Ge 革 (baca: Kê) = leather = kulit. Lalu Bao 勹 (baca: Pao) = wrap = bungkus dan Mi 米 = grains = bebijian yang dalam konteks ini adalah batang/daun/serat tumbuhan yang dianyam. Jadi dari gambar-gambar yang menyusunnya 鞠 adalah semacam rotan 米 yang dianyam membentuk bola (seperti bola sepak takraw) lalu dibungkus 勹 dengan kulit hewan 革.
Liáng - βιολί ζήτα
蹴鞠 (Cùjū) Konon, sejak zaman dahulu, di Tiongkok sudah ada permainan rakyat yang disebut 蹴鞠 (Cùjū). Permainan 蹴鞠 (Cùjū) ---> menendang atau menerjang bola kulit yang diisi dengan bulu atau bahan lainnya, dengan menggunakan kaki. Pada masa Dinasti Han (漢代 Hàndài) tahun 200an SM, permainan 蹴鞠 (Cùjū) mencapai puncak kepopulerannya, bahkan digunakan sebagai latihan fisik untuk militer (pegawai/pengawal Istana Kerajaan) serta hiburan untuk Kaisar dan kerabatnya. Juga, pada masa Dinasti Han (漢代 Hàndài) dibakukannya aturan permainannya 蹴鞠 (Cùjū) yang dikenal dengan nama 築球 (zhú qiú) dan 白打 (bái dǎ). Di era modern, FIFA secara resmi mengakui 蹴鞠 (Cùjū) sebagai bentuk permainan sepak bola paling awal di dunia, dan sebagai cikal bakal sepak bola modern. Tahun 1863 di Inggris dibentuk Football Association sekaligus dengan peraturan permainannya, maka sepak bola modern seperti yang kita kenal sekarang ini disebut berasal dari Inggris, meski akarnya berasal dari Tiongkok kuno.....
doni wj
Lebih seru juga partai perebutan tempat ke 3 antara Prancis dan Inggris, Bah. Babak kedua itu seperti bagaimana Hollywood menggambarkan tentara Amerika di film-film perangnya. Menangan. Dramatis. Patriotik. Individu2 brilian yg berjuang dan mengatasi tantangan sehingga memenangkan pertempuran. Lalu bagaimana kondisi sebenarnya dari perang itu: tambahkanlah babak pertama
Er Gham 2
Baru ngeh. Ternyata untuk menyiasati rasa makanan MBG, para murid --terutama yang siswi-- membawa sambal atau kecap dari rumah nya. Hehehe. Kreatif.
MULIYANTO KRISTA
Babahno to pak. Wong tuwo ojok diseneni. Awake panas lho.
Bahtiar HS
Kali ini final Piala Dunia benar-benar "kelas final": paling menarik. Begitu tulis Abah. ### Sik ta Bah. Kalau final Piala Dunia Argentina lawan Spanyol kemarin itu dalam 90 menit pertama Argentina gagal melepas tembakan satu pun (0 shot) dan 0 shot on target ke gawang dalam 120 menit pertandingan sampai buyaran. Terus menariknya di mana? Saking nggak ada bola yg ditembakkan ke gawangnya, kiper Spanyol Unai Simon sempat ngopi-ngopi nang ngarep gawange. Kengangguren dek e. (Iki anake sapa yo kok sempat-sempate nggawe kreasi video AI keren gini, sih? Nek dudu arek Konoha gak kiro duwe ide orisinal gitu :)) Lalu betapa kasihannya si Messi itu, Bah! Sidin hanya bisa playon ngalor-ngidul gak sempat keduman bola blas. Sampai selesai acara. Mboh dapurane arep dideleh nang ngendi kuwi? Gitu kok dibilang "paling menarik"? Abah itu lihat siaran Piala Dunia yang mana? Di mana? Bersama siapa?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 166
Silahkan login untuk berkomentar