DRRC UI Bersama Kemenparekraf Luncurkan Program DeWi, Bangun Wisata Berkelas Dunia

DRRC UI Bersama Kemenparekraf Luncurkan Program DeWi, Bangun Wisata Berkelas Dunia

Peluncuran hibah Matching Fund Kedaireka UI-Kemenparekraf -ist-

JAKARTA, DISWAY.ID- Universitas Indonesia (UI) melalui Hibah Kedaireka Matching Fund Universitas Indonesia - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan Program Mewujudkan Desa Wisata Berkelas Dunia (World Class DeWi).

Program ini dikelola oleh Disaster Risk Reduction Center (DRRC) UI yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa, Alumni FKM UI, Departemen K3, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) UI melalui implementasi CHSE dan Mitigasi Bencana untuk penerima Anugrah Desa Wisata.

"Peluncuran hibah Matching Fund Kedaireka UI-Kemenparekraf dengan judul DeWi berkelas dunia melalui Implementasi CHSE serta Mitigasi Bencana telah dilaksanakan di Desa Wisata Situs Gunung Padang, 22 Sep 2022" ujar Prof. Fatma Lestari, Kepala DRRC UI dalam keterangannya.

BACA JUGA:Sandiaga Uno Sebut Gol Backheel Dimas Drajad Mirip Cristiano Ronaldo: Bukan Kaleng-kaleng!

"Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk melakukan identifikasi Risiko HSE & Bencana, membuat modul & online learning aspek CHSE & Bencana untuk Desa Wisata, memberikan donasi peralatan HSE & Bencana, serta membuat Sistem Informasi Desa Wisata dan analisis Dampak Bencana," tambahnya.

Seperti diketahui, saat pandemi COVID-19 melanda dunia, sektor pariwisata mengalami kondisi yang dituntut untuk menerapkan program CHSE serta penerapan protokol kesehatan. 

Data jaringan desa wisata (Jadesta) 2021 menunjukkan bahwa implementasi CHSE dan mitigasi bencana masih rendah dikarenakan kurangnya pemahaman akan risiko CHSE dan bencana.

Serta minimnya kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia di Desa Wisata. 

Dengan jumlah desa wisata di Indonesia yang mencapai lebih dari 7000 desa diketahui edukasi CHSE dan mitigasi bencana secara masif yang dibutuhkan belum didukung dengan ketersediaan pemetaan risiko desa wisata di lokasi rawan bencana. 

Berdasarkan hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa pemetaan risiko desa wisata di lokasi rawan bencana menjadi sangat penting guna peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan perlindungan wisatawan. 

BACA JUGA:Korban Sempat Ngadu ke Hotman Paris, 4 Pelaku Pemerkosa Remaja di Hutan Kota Jakarta Utara Ditangkap

Oleh karena itu, program ini ditujukan untuk melakukan identifikasi risiko CHSE dan bencana serta meningkatkan kualitas SDM di Desa Wisata melalui program DeWi ini.

Program ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain Identifikasi risiko HSE dan kebencana, Pelatihan daring HSE dan mitigasi kebencanaan, Verifikasi lapangan pelatihan HSE & kebencanaan.

Kemudian sistem Informasi Desa Wisata (SIDEWITA) HSE & kebencanaan, Analisis Dampak bencana,  Manajemen Krisis Tata Kelola Destinasi, serta Pengelolaan Program. 

Sumber: