7 Saran Ahli Gizi IPB agar Insiden Keracunan dalam Makan Bergizi Gratis Tak Terulang

JAKARTA, DISWAY.ID - Pakar ilmu teknologi pangan Prof Nuri Andarwulan memberikan saran agar peristiwa program Makan Bergizi Gratis.
"Dari data Kemenkes dan POM dan diurutkan dari yang terbanyak kasusnya, (Kejadian luar biasa keracunan pangan) disebabkan oleh makanan yang diolah rumah tangga (termasuk hajatan), makanan siap saji (katering, restoran, penjaja kaki lima), dan pangan olahan dalam kemasan," terang Nuri kepada Disway, 18 Januari 2025.
Sementara itu, MBG sebagai program massal merupakan pemberian jenis makanan siap santap yang diolah oleh katering.
BACA JUGA:Kepala BGN: Prabowo Sedih Banyak Anak Indonesia Belum Kebagian Makan Bergizi Gratis
Selain itu juga adanya minuman seperti susu dalam kemasan yang tergolong pangan olahan dalam kemasan.
Oleh karena risiko ini, peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengingatkan untuk menerapkan dengan benar good catering practices (GCP).
"Cara mengolah makanan katering yang baik (good catering practices) harus diterapkan untuk mencegah terjadinya KLB," tuturnya.
BACA JUGA:Istana Pastikan Kondisi Puluhan Siswa SD di Sukoharjo yang Keracunan Makan Bergizi Gratis Membaik
Penerapan GCP yang baik, utamanya, dengan memperhatikan semua faktor utama penyebab keracunan pangan.
"Program MBG adalah penerapan Good Catering Practices (GCP) untuk menyediakan makanan bergizi secara massal. GCP menerapkan cara yang baik dengan memperhatikan semua faktor utama penyebab keracunan pangan," tuturnya.
Adapun faktor-faktor utama yang menyebabkan keracunan pangan di antaranya sebagai berikut.
BACA JUGA:Wamenperin: Makan Bergizi Gratis Dongkrak Industri Kecil Menengah
Pertimbangkan 7 Faktor untuk Mencegah Keracunan Makanan
1. Kontaminasi mikrobiologi
Kontaminasi mikrobiologi dapat berasal dari bahan pangan segar yang mengandung bakteri, virus, maupun parasit.
2. Kontaminasi Kimia
Bahan pangan segar juga berisiko terkontaminasi toksikan atau racun.
3. Kontaminasi Fisik
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: