Penghasilan Penyewa Sepeda Kota Tua, Mengandalkan Akhir Pekan dan Libur Panjang
Aziz salah satu penyewa sepeda ontel di Kota Tua-Sabrina Hutajulu-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Di tengah hiruk-pikuk pengunjung menikmati libur panjang di Kota Tua Jakarta, para penyewa sepeda ontel akui penghasilan tak menentu.
Salah seorang penyewa sepeda ontel, Murtadi, mengungkapkan bahwa meski liburan panjang membawa lebih banyak pengunjung, jumlah penyewaan sepeda tidak selalu stabil.
BACA JUGA:Libur Isra Miraj, Serunya Hani Warga Pelabuhan Ratu Berwisata ke Kota Tua
BACA JUGA:Museum Wayang di Kota Tua Tampil dengan Wajah Baru, Dilengkapi Berbagai Teknologi
“Ya, biasa aja. Kalau keramaian seperti ini, kadang sore malah sedikit penyewa. Sepeda sampai kosong semua disewa orang, tapi kalau nggak ada yang nyewa, ya kami nongkrong saja,” kata Murtadi saat diwawancara Disway di lokasi, Senin.
Penyewaan sepeda di Kota Tua kata Murtadi kini diatur lebih ketat dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.
Setiap orang hanya diperbolehkan menyewa maksimal dua sepeda.
“Dulu sebelum corona bebas, sekarang dibatasi satu orang hanya boleh dua unit,” jelasnya.
BACA JUGA:Kawasan Kota Tua Bertabur Cahaya Sambut 2025
BACA JUGA:Liburan ke Kota Tua, Turis Prancis: Indonesia Adalah Negara yang Indah
Meski demikian, penyewaan tetap berjalan lancar di hari-hari libur besar seperti ini.
“Alhamdulillah, hari ini sudah ada 10 sepeda yang disewa. Kalau Sabtu atau Minggu, biasanya bisa dapat lebih, sekitar Rp200 ribu, tapi itu belum dipotong biaya parkir dan asuransi. Bersihnya paling Rp150 ribu,” ujarnya.
Namun, Murtadi mengakui bahwa pendapatan di hari biasa sering kali jauh dari harapan.
“Hari biasa itu kadang nggak dapat sama sekali, kadang dapat satu-dua saja. Ya, namanya rezeki, seperti air laut, ada pasangnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: