Ratusan Buruh Geruduk Kejagung, Minta Pengoplos BBM Dituntut Hukuman Seumur Hidup!
Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 28 Februari 2025-Disway.id/Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID - Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 28 Februari 2025.
Mereka mendesak agar para pelaku pengoplos BBM dalam kasus korupsi minyak mentah Pertamina dihukum seumur hidup.
BACA JUGA:Dirugikan Akibat BBM Oplosan, DPR RI: Silahkan Gugat Pertamina
BACA JUGA:NIK e-KTP Kamu Terdata Jadi Penerima Saldo Dana Bansos BLT BBM 2025, Cek di cekbansos.kemensos.go.id
Aksi ini dihadiri oleh massa buruh yang didominasi oleh atribut Partai Buruh.
Para pengunjuk rasa membawa berbagai poster dan spanduk, salah satunya bertuliskan tuntutan utama mereka.
"Adili Kasus Korupsi di Pertamina Patra Niaga oplosan Pertalite menjadi Pertamax dengan Hukuman Seumur Hidup," isi tulisan spanduk.
Aksi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, yang menyampaikan kekecewaannya terhadap PT Pertamina terkait dengan pengoplosan BBM yang merugikan rakyat.
BACA JUGA:Viral Lagi, Maung Garuda Prabowo Isi Bensin di Shell, Bukti Pertamina Meragukan?
"Kami sangat kecewa, kami selama ini ditipu dan dibohongi oleh Pertamina. Ini sangat merugikan rakyat dan negara,"katanya.
Ia menegaskan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh sembilan tersangka dalam kasus korupsi ini sangat tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus dihukum seberat-beratnya.
Ferri bahkan menyarankan agar para pelaku dihukum mati, karena perbuatan mereka dianggap sangat merugikan negara dan masyarakat.
Selain menuntut hukuman berat bagi pelaku korupsi pengoplosan BBM, Ferri juga mendesak Kejagung untuk segera menuntaskan dua kasus besar lainnya, yaitu kasus korupsi Jiwasraya dan polemik pembangunan pagar laut.
BACA JUGA:125 Daftar Titik Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 2025 di Indonesia, Digelar 28 Februari!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: