Juventus Kena Hajar Atalanta di Kandang Sendiri, Thiago Motta Mumet: Tim Kami Masih Muda Banget!
Juventus Kena Hajar Atalanta di Kandang Sendiri, Thiago Motta Mumet!-@juventus-Instagram
JAKARTA, DISWAY.ID - Thiago Motta menegaskan kekalahan kandang 4-0 dari Atalanta 'tidak selevel' dengan kekalahan mereka di Coppa Italia dari Empoli.
Jadi dia tidak merasa perlu meminta maaf kepada para penggemar Juventus.
Penalti Mateo Retegui membuka jalan bagi permainan satu arah di babak kedua, saat Marten de Roon, Davide Zappacosta, dan Ademola Lookman menghancurkan pertahanan lawan untuk meraih hasil 4-0.
Separuh penonton meninggalkan lapangan setelah gol keempat, sementara yang lain tetap bertahan untuk terus melontarkan hinaan kepada tim mereka.
"Saya pikir kami memulai pertandingan yang kami tahu akan rumit, melawan tim yang ingin memanfaatkan kesalahan kami sebaik-baiknya," kata Thiago Motta kepada DAZN.
"Setelah penalti, tanpa membahas detail tentang seberapa bisa diperdebatkannya itu, itu adalah momen yang menyakitkan. Kami adalah tim muda, kami mencoba untuk maju dan kembali ke permainan, tetapi itu meninggalkan celah di lini belakang.
"Kami berjuang secara psikologis dengan gol pertama itu dan menjadi tidak seimbang, memberi Atalanta lebih banyak ruang untuk berlari dengan pemain seperti Lookman dan bek sayap mereka. Setelah kekalahan seperti ini, kami sedih, kami kecewa, tetapi pada saat yang sama pembicaraan tentang Scudetto yang Anda bawa ke kami tidak akan lagi dibicarakan.
"Sekarang kami harus berkumpul kembali melawan tim bagus lainnya di Fiorentina dan terus maju," lanjutnya.
BACA JUGA:Nama Kandidat Pelatih Baru Juventus Bermunculan, Nyonya Tua Bakal Rugi Pecat Thiago Motta
Thiago Motta Pasang Badan Bela Juventus
Juventus memiliki lebih banyak penguasaan bola malam ini, tetapi perbandingannya buruk dalam skor xG, belum lagi hasil 4-0.
Kedua tim ini telah bermain imbang 1-1 di Bergamo pada bulan Januari.
"Itu adalah pertandingan yang sama sekali berbeda, seperti di Bergamo Atalanta bermain dengan cara yang berbeda dan mengendalikan permainan. Hari ini kami melihat terutama setelah gol pertama bahwa kami mencoba untuk maju dan membuat kesalahan, yang memudahkan tim yang sangat kuat dalam serangan balik," terang Thiago Motta.
"Kami tahu itu bisa terjadi sebelum pertandingan, itulah sebabnya saya katakan sangat menyedihkan bahwa kebuntuan dipatahkan oleh penalti, meskipun itu penalti yang masih bisa diperdebatkan. Kami menjadi terlalu tidak seimbang dan membuat mereka lebih mudah menang," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: