Perokok Pasif Juga Bisa Kena Kanker Paru, Screening Sebelum Timbul Gejala Sesak dan Batuk

Perokok Pasif Juga Bisa Kena Kanker Paru, Screening Sebelum Timbul Gejala Sesak dan Batuk

Kanker Paru bisa dicegah dengan deteksi dini--Istimewa

Sayangnya, sebagian besar kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

"Di Indonesia, kanker paru pada perempuan ditemukan rata-rata pada usia 58 tahun, sedangkan di luar negeri sekitar 68 tahun. Itu berarti 10 tahun lebih muda," kata dr. Sita.

Kanker paru merupakan penyebab kematian nomor satu akibat kanker pada laki-laki.

Sementara pada perempuan, penyakit ini menempati posisi ke-6. Secara keseluruhan, kanker paru berada di peringkat ketiga terbanyak di Indonesia untuk kedua jenis kelamin.

Lebih mengkhawatirkan lagi, 90% kasus kanker paru di Indonesia terdiagnosis saat sudah berada di stadium 4, yaitu saat sel kanker sudah menyebar luas. 

Ini membuat pengobatan menjadi lebih kompleks, lebih lama, dan lebih mahal.

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 19 Mei 2025 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Laga Gratis!

Perokok Pasif Juga Berisiko

dr. Sita, menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka kanker paru di Indonesia. Salah satunya adalah tingginya prevalensi merokok, terutama pada laki-laki.

"Sekitar 67 persen laki-laki di Indonesia adalah perokok aktif. Tapi yang tak kalah berisiko adalah perokok pasif. Risiko terkena kanker paru pada perokok pasif meningkat empat kali lipat dibandingkan yang tidak terpapar asap rokok," jelas dr. Sita.

Penggunaan rokok elektrik atau vape juga patut diwaspadai. 

Banyak yang menganggapnya aman karena tidak menghasilkan asap seperti rokok biasa. Namun faktanya, vape mengandung nikotin dan bahan kimia lain yang berbahaya.

Efek sampingnya mungkin belum terlihat sekarang, tapi akan muncul 10–15 tahun ke depan.

Polusi udara dan paparan bahan kimia berbahaya juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Terlebih lagi, banyak orang terpapar dalam waktu lama tanpa menyadari dampaknya.

Deteksi dini atau screening kanker paru sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa screening bisa dilakukan sebelum muncul gejala apa pun seperti batuk atau sesak napas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads