Bukan Polisi, Damkar Bekasi Banjir Pujian Jadi Penyelamat Korban KDRT

Bukan Polisi, Damkar Bekasi Banjir Pujian Jadi Penyelamat Korban KDRT

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengapresiasi tindakan yang diberikan oleh petugas pemadam kebakaran (damkar) dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).--Dimas Rafi

BEKASI, DISWAY.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) BEKASI mengapresiasi tindakan yang diberikan oleh petugas pemadam kebakaran (damkar) dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial D D menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya berinisial I di wilayah Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan.

Dengan begitu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto berterima kasih dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak damkar kepada masyarakat Kota Bekasi.

"Saya apresiasi juga untuk anggota damkar terkait upaya merespon laporan itu," ujar Tri di Bekasi pasa Kamis, 26 Juni 2025.

BACA JUGA:Polisi Klarifikasi Soal Penolakan Laporan KDRT hingga Curhat ke Damkar: Dalam Penyelidikan

Selain itu, Tri menjelaskan peranan yang diberikan oleh petugas damkar dan pihak kepolisian memang jauh berbeda dalam menangani kasus KDRT.

"Kalau nanti misalkan dari kepolisian itu perannya pidana tapi kalau Damkar ke lebih kepada faktor kemanusiaan sehingga tentu hari ini masyarakat dan kami sebagai pelayan, apapun yang diminta oleh masyarakat kami lakukan," jelas Tri.

Seperti diketahui bahwa petugas damkar menyelamatkan satu nyawa selepas laporan yang dibuat di kepolisian diabaikan.

Anggota Tim Rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Budi menjelaskan bahwa korban menghubungi pihaknya ke call center dampar 112 pukul 06.30 pada Selasa lalu.

BACA JUGA:Awal Mula Korban KDRT di Bekasi Minta Tolong Damkar, Hampir Mau Bunuh Diri

Ketika aduan tersebut, Eko mengungkapkan bahwa D berniat untuk mengakhiri hidupnya.

Dengan adanya perkataan tersebut, Eko bergegas mengirimkan enam personel menuju kediaman korban dengan menggunakan satu unit mobil damkar.

"Kami dapat pengaduan dari warga inisial D melalui 112 perihal KDRT, D berbahasa ingin bunuh diri, langsung kami kroscek datang dan minta alamatnya," jelas Eko di Bekasi pada Rabu, 25 Juli 2025.

Setibanya di kediaman korban, Eko langsung mengulik informasi ke RT dan RE setempat mengenai permasalahan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads