Penjualan EV Meroket, Indonesia Bidik Tahta Raksasa Baterai Dunia

Penjualan EV Meroket, Indonesia Bidik Tahta Raksasa Baterai Dunia

Penjualan mobil periode Januari hingga Oktober 2025 anjlik 10,6 persen.-reza-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Penjualan kendaraan listrik (EV) di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada kuartal pertama 2025. 

Berdasarkan laporan Electric Vehicle Sales Review Q1–2025 yang dirilis oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), total penjualan kendaraan listrik di Tanah Air naik sebesar 43,4% secara tahunan, dengan 27.616 unit terjual sepanjang Januari–Maret 2025, dibandingkan 19.260 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:MAKA Cavalry: Motor Listrik Lokal dengan Baterai Andal dan Layanan Purna Jual Unggul

BACA JUGA:Prabowo: Saya Percaya Pembangunan Industri Baterai Listrik di Karawang Punya Nilai Strategis

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan drastis penjualan kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) yang naik 152,5%, serta lonjakan 44,8% pada penjualan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Secara global, BEV juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 42% YoY di Q1 2025, dengan pangsa pasar global mencapai titik tertinggi dalam sejarah, yaitu 16%. 

Tiongkok menjadi kontributor utama, menyumbang lebih dari 60% penjualan BEV global dan mencatatkan pangsa pasar domestik BEV sebesar 27% berkat dukungan kuat dari stimulus pemerintah.

BACA JUGA:Prabowo Resmikan Groundbreaking Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Karawang

BACA JUGA:Rendam 53 Jam, Chery Buktikan Ketangguhan Baterai Tiggo 8 CSH

Dukungan Insentif Dorong Pertumbuhan Domestik

Menurut Lukmanul Arsyad, PwC Indonesia Industry and Services Leader & Partner, lonjakan ini menjadi momentum penting bagi transformasi industri otomotif nasional. 

Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan EV di Indonesia sangat dipengaruhi oleh berbagai insentif pemerintah, seperti pembebasan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) 100% dan perpanjangan pembebasan PPN untuk kendaraan listrik sepanjang 2025.

“Indonesia juga mengoptimalkan posisinya sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia untuk membangun rantai pasok EV yang terintegrasi,” ujarnya. 

BACA JUGA:Kolaborasi Strategis Kemenkes dan Kemendiktisaintek, Hadirkan Reformasi Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads