Penjualan EV Meroket, Indonesia Bidik Tahta Raksasa Baterai Dunia
Penjualan mobil periode Januari hingga Oktober 2025 anjlik 10,6 persen.-reza-
BACA JUGA:Oli Baru Yamaha Bikin Tarikan Motor Makin Enteng? Intip Yamalube Power XP Matic!
Pemerintah bahkan menargetkan Indonesia menjadi produsen baterai kendaraan listrik terbesar ketiga di dunia pada 2027, serta memproduksi 600.000 unit EV secara domestik pada 2030, dengan total 2 juta unit BEV beroperasi di jalan pada tahun tersebut.
Tantangan Pasar Otomotif Konvensional
Meski penjualan EV terus tumbuh, sektor otomotif secara keseluruhan di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan.
Kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% pada awal 2025, serta tingginya suku bunga, turut mempengaruhi daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan pasar kendaraan ringan.
“Pasar otomotif menjadi lebih hati-hati. Banyak konsumen mulai mempertimbangkan opsi kendaraan yang lebih hemat atau ramah lingkungan,” kata Lukmanul.
BACA JUGA:Dilengkapi Baterai Tahan Lama, iQOO Z10 dan iQOO Neo 10 Resmi Hadir di Indonesia
Dalam dua tahun terakhir, terjadi penurunan penjualan kendaraan ringan yang mencerminkan kondisi ekonomi dan pembiayaan yang masih belum sepenuhnya pulih.
Peluang EV Terus Tumbuh
Meski demikian, Lukmanul menyebut segmen EV tetap menjanjikan berkat masuknya investasi asing langsung (FDI), kebijakan fiskal yang mendukung, serta percepatan pembangunan infrastruktur pengisian daya listrik.
Pangsa EV dalam total penjualan kendaraan penumpang di Indonesia telah meningkat dari 9% pada 2023 menjadi 15% pada 2024, dan diproyeksikan menyentuh 29% pada 2030.
BACA JUGA:Alva Cervo X Resmi Meluncur, Isi Daya Cuma 20 Menit, Pakai Baterai LFP Generasi Terbaru
BACA JUGA:Intip Fasilitas EV Ecosystem Hyundai, Produksi Sel Baterai dari Material Mentah Hingga Mobil Listrik
Menuju Produsen EV Global
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: