Putin Santai Ultimatum Trump, Ambil Lebih Banyak Wilayah Ukraina
Rusia secara tegas kutuk upaya militer Israel memperluas agresinya di Jalur Gaza.-dok disway-
Nada serupa disampaikan oleh Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia dan sekutu dekat Putin. Ia menolak mentah-mentah ancaman Trump, dengan menyebutnya sebagai “drama kosong yang tidak akan diindahkan Rusia.”
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengkritik kebijakan AS sebagai “sia-sia dan tidak realistis”.
Ia menegaskan bahwa Moskow telah lama bersiap menghadapi sanksi tambahan dari Barat.
Rusia mengklaim telah merebut lebih dari 1.400 kilometer persegi wilayah Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA:Sudah Diperiksa 2 Kali, Kenapa Nadiem Makarim Belum Ditahan? Ini Jawaban Kejagung
Kremlin pun menyatakan tidak akan berhenti sampai syarat-syarat damai mereka dipenuhi yakni status netral Ukrain, penolakan ekspansi NATO, dan pengakuan internasional atas wilayah yang telah diduduki Rusia.
Sikap keras ini semakin menegaskan bahwa peluang tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat kian kecil meski tekanan internasional terus meningkat.
Dalam pernyataannya sebelumnya, Presiden Trump menegaskan bahwa ia akan mengenakan tarif 100 persen kepada negara mana pun yang tetap membeli minyak dari Rusia, jika Moskow tidak menyetujui gencatan senjata dalam 50 hari.
Namun para analis menilai, tanpa dukungan penuh dari sekutu-sekutu besar seperti India, China, dan Turki, ancaman itu hanya akan berdampak terbatas.
Di sisi lain, Rusia telah memperkuat relasi dagangnya ke Asia dan Timur Tengah, sebagai penyeimbang tekanan dari AS dan Uni Eropa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: