Beras Oplosan Hantui Masyarakat, Pedagang Pasar Induk Cipinang Tutup Toko Sementara

Beras Oplosan Hantui Masyarakat, Pedagang Pasar Induk Cipinang Tutup Toko Sementara

Isu peredaran beras oplosan masih terus menghantui masyarakat membuat para pedagang beras di Pasar Induk Cipinang menutup sementara tokonya-Disway.id/Bianca Khairunnisa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Isu peredaran beras oplosan masih terus menghantui masyarakat serta para pedagang beras di Pasar Induk Cipinang

Bahkan, isu beras oplosan ini sendiri juga turut berpengaruh kepada omset penjualan beras di pasaran.

BACA JUGA:Tukar Barang Bekas Bisa Jadi Saldo hingga Rp10 Juta di Blibli, Begini Caranya!

BACA JUGA:BRI Buka Rekrutmen BFLP 2025: Level Up Karier Kamu, Sesuai Passion!

Imbasnya, tidak sedikit para pedagang beras yang memilih untuk menutup tokonya sementara waktu ditengah-tengah maraknya isu beras oplosan ini.

Hal serupa juga turut menimpa pasar induk beras Cipinang. Berdasarkan pantauan Disway pada Selasa 12 Agustus di pasar induk Cipinang, Jakarta Timur, suasana pasar tampak sepi dengan banyaknya toko yang tutup sementara.

Kendati beberapa pedagang enggan untuk berkomentar lebih jauh, salah seorang pedagang yang ditemui oleh Disway di lokasi, Rahmat, menyatakan bahwa pedagang memilih untuk menutup tokonya untuk menghindari disidak petugas.

“Ya itu, karena beras oplosan. Masih belum berani beraktivitas,” jelasnya.

BACA JUGA:Pedagang Pasar Induk Cipinang Khawatir Beras Oplosan, Mendag Budi Santoso: Sudah Tidak Ada Masalah

BACA JUGA:Sudah Ada 6 Tersangka Ditetapkan Bareskrim Soal Beras Oplosan, Siapa Selanjutnya?

Sementara itu, isu beras oplosan masih menjadi fokus perbaikan dalam tata niaga perberasan nasional saat ini. Dilansir dari penjelasan Pangan Nasional (Bapanas), beras oplosan sendiri merupakan jenis merek beras premium yang tidak sesuai mutu dan label.

Sebelumnya, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi juga sudah memberikan himbauan kepada para produsen beras premium agar dapat berbenah dan mengimbau masyarakat dapat lebih jeli dalam memilih beras sesuai preferensinya.

“Jadi cara masyarakat melihat beras sebelum membeli, bisa secara visual, kalau banyak butir patahnya, itu hampir pasti adalah jenis beras medium karena maksimal 25 persen butir patahnya. Tapi kalau butir utuhnya banyak, itu jenis beras premium,” tutur Arief.

Kenali Ciri-Ciri Beras Oplosan

Sementara itu, beras oplosan sendiri memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari jenis beras biasa. Menurut Guru Besar Teknologi Industri Pertanian IPB University, Tajuddin Bantacut, beberapa karakteristik tersebut terdiri dari:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads