Mau Ikut Demo Buruh, 53 Pelajar Diciduk di Stasiun, Nekat Bawa 9 Busur Panah
Polda Metro Jaya mengamankan puluhan pelajar yang hendak menuju kawasan Gedung DPR/MPR RI saat aksi unjuk rasa buruh berlangsung, Kamis 28 Agustus 2025.--Rafi Adhi Pratama
"Sekitar 7 atau 8 orang tadi sudah dibawa. Total yang dibawa ke mobil ada sekitar 30-an orang," katanya kepada awak media, Kamis 28 Agustus 2025.
BACA JUGA:Warga Jakarta Siap-Siap! 3 Lokasi Jalan Mulai Dialihkan Imbas Demo Besar di DPR 28 Agustus 2025
Bawa Petasan hingga Alat Perlindungan Diri
Dari hasil pemeriksaan awal, para pemuda itu diketahui membawa sejumlah barang mencurigakan, di antaranya petasan, kacamata untuk gas air mata, dan odol yang diduga akan digunakan sebagai pelindung jika terjadi kericuhan.
Selain itu, saat dilakukan pemeriksaan telepon genggam, polisi menemukan percakapan dalam grup WhatsApp berisi ajakan provokatif.
"Di chat grup ada tulisan seperti ‘udah siap tempur belum’. Grupnya banyak sekali," bebernya.
Mereka diketahui berasal dari berbagai daerah, mulai dari Tangerang, Parung, hingga Jakarta Selatan.
Meski sebagian mengaku sebagai buruh, namun ada pula yang bukan pelajar lagi dan hanya ikut-ikutan setelah mendapat informasi dari media sosial.
"Mereka mengaku tahu dari medsos, ikut-ikutan saja. Ada yang mengaku buruh, tapi sebenarnya bukan bagian dari serikat buruh yang menggelar aksi," terangnya.
Hingga siang tadi, tersisa sekitar 8 orang yang masih berada di Stasiun Palmerah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
BACA JUGA:Titik Kemacetan Lalin di Jakarta saat Demo Buruh 28 Agustus 2025, Hindari Ruas Jalan Ini
Diketahui Polda Metro Jaya menurunkan 4.531 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh yang rencananya digelar di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 28 Agustus 2025.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan ribuan personel itu terdiri atas 2.174 personel Polda Metro Jaya, 1.725 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP, dan Dishub, serta 632 personel Polres jajaran.
Selain pengamanan, polisi juga menyiapkan langkah-langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar DPR.
"Rekayasa arus lalu lintas sifatnya situasional. Jika massa cukup banyak dan menggunakan ruas jalan depan DPR, maka arus akan dialihkan. Namun bila masih memungkinkan berbagi jalan, tidak ada pengalihan," bebernya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: