Roberto Mancini dan Park Ji-sung Peringatkan Arab Saudi Serta Irak: Hati-hati Tembok Belakang Gladiator Timnas Indonesia
Kevin Diks dan Jay Idzes, tembok pertahanan timnas Indonesia jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026-Istimewa-
BACA JUGA:Hadir di Ballon d'Or, Offside Corp Tegaskan Komitmen Bangun Sepak Bola Indonesia
Sejak kegagalan menyakitkan Jepang di Piala Dunia 2018 saat disingkirkan Belgia setelah unggul 2-0, Jepang membangun ulang timnya dengan menitikberatkan pada pertahanan.
Hasilnya? Di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jepang lolos tanpa kebobolan satu gol pun.
Timnas Indonesia saat ini menapaki jalan yang sama, membangun kekuatan dari belakang, dengan bek-bek bermental Eropa dan disiplin tinggi.
Pelan tapi pasti, Garuda menjadi tim yang bukan hanya mengejutkan, tapi mulai diperhitungkan secara serius.
Dalam sepak bola modern, bertahan adalah seni.
BACA JUGA:Kata-kata Roberto De Zerbi yang Menggetarkan Usai Marseille Kalahkan PSG
BACA JUGA:Beckham Bangga Jadi Kapten Persib Saat Menang Dramatis Atas Arema
Strategi konservatif bukan berarti negatif. Kunci dari keberhasilan Timnas saat ini adalah keseimbangan antara menjaga gawang tetap bersih dan memaksimalkan peluang yang ada.
Itulah logika dasar yang kini dijalankan oleh Kluivert.
Dengan formasi yang semakin solid, dukungan pemain diaspora, dan sistem pertahanan modern, timnas Indonesia siap menggebrak Asia.
Pujian dari Roberto Mancini dan Park Ji-sung bukan hanya basa-basi.
Itu adalah peringatan keras bagi Arab Saudi dan Irak harus hati-hati dengan tembok baru Garuda.
BACA JUGA:Geger! Karim Benzema Bakal Diambil Mourinho ke Benfica
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: