Board Manual

Board Manual

Ilustrasi Ahok dan Nicke Widyawati.--

Apakah semua keputusan direksi BUMN harus minta persetujuan komisaris?

Di BUMN itu ada pembagian tugas. Juga wewenang. Utamanya antara direksi dan komisaris. Itu diatur secara khusus dalam dokumen yang disebut board manual.

Yang menerbitkan board manual adalah Kementerian BUMN. Board manual itu sendiri dasarnya: UU BUMN.

Di perusahaan swasta pembagian tugas seperti itu diatur jelas dalam anggaran dasar perusahaan. Termaktub juga dalam UU Perseroan Terbatas.

Tapi di berbagai persidangan perkara direksi BUMN di pengadilan soal board manual tidak pernah disebut. Baik oleh jaksa maupun terdakwa

Misalnya di pengadilan yang sedang menyidangkan perkara pembelian LNG Amerika oleh direksi Pertamina. Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan sudah dijatuhi hukuman delapan tahun –baik jadi 13 tahun di tingkat lanjutan.

Dua orang lagi sedang dalam proses persidangan. Yakni direktur gas Pertamina (Hari Karyuliarto) dan satu anak buahnya: Yeni Andayani.

Mereka dituduh merugikan negara lebih 1 triliun rupiah: karena di tahun 2022 harga LNG turun di bawah nilai kontrak.

Mengapa soal seperti itu dibawa ke pengadilan pidana? Apakah itu tidak termasuk business judgment rule?

Jaksa KPK bersikeras tidak termasuk business judgment rule. Salah satu sebabnya: terjadi keteledoran yang berat dalam prosesnya. Misalnya tidak minta persetujuan komisaris.

Ahok yang waktu itu menjadi komisaris utama Pertamina, memang mengadukan soal itu ke KPK. Waktu itu Ahok baru sekitar dua bulan menjabat komut.

Saya tidak tahu apakah Ahok tahu bahwa di BUMN itu ada dokumen yang disebut board manual. Tapi kesan yang lantas muncul di publik sangat memojokkan para terdakwa: ada apa? Kontrak yang begitu besar kok tidak minta persetujuan dewan komisaris. Kesannya: selintutan. Tidak menjalankan prinsip manajemen yang baik.

Saya tidak tahu apakah para terdakwa pernah membela diri dengan menggunakan dokumen board manual.

Dalam board manual diatur banyak hal. Salah satunya soal mana keputusan direksi yang harus mendapat persetujuan dewan komisaris. Lalu apa saja yang tidak perlu persetujuan.

Tentu semua direksi dan komisaris BUMN harus membaca dan mendalami board manual di masing-masing perusahaan. Antara satu BUMN dan BUMN lain bisa tidak sama. BUMN begitu besar. Bidang usahanya sangat luas. Board manual itu disesuaikan dengan kekhasan jenis usaha dan besar kecilnya perusahaan BUMN.

Salah satu yang diatur dalam board manual adalah: transaksi sebesar apa yang harus mendapat persetujuan dewan komisaris.

Tentu saya tidak hafal semua isi board manual. Harus dibaca lagi. Tapi untuk ukuran Pertamina batas nilai transaksi itu diatur tegas. Pakai presentasi terhadap nilai aset. Rasanya tiga persen atau lima persen.

Kalau transaksi yang dilakukan masih di bawah presentasi yang ditetapkan direksi tidak perlu minta persetujuan komisaris.

Apakah transaksi LNG dengan perusahaan Amerika itu di atas presentasi yang ditetapkan manual? Saya tidak tahu. Rasanya di bawah presentasi yang ditetapkan.

Hanya saja jangan-jangan tidak ada yang mengingatkan adanya board manual itu di persidangan.

Pekan lalu saya ke Pertamina. Untuk peringatan ulang tahun K-3. Pertamina mengadakannya dengan sangat serius. Tahun lalu begitu fatal kecelakaan kerja yang terjadi di Pertamina. Sampai banyak yang meninggal. Tidak boleh lagi terjadi.

Salah satu langkah nyatanya: semua karyawan Pertamina diberi ''Keplek Stop!'' Harus dipakai setiap hari.

Dengan memakai keplek itu setiap karyawan Pertamina diberi wewenang menghentikan pekerjaan mana kala melihat ada tanda-tanda bahaya.

Selama ini bawahan merasa tidak punya wewenang itu. Bahkan bila berani menyetop pekerjaan bisa dianggap menghambat produksi.

Langkah lainnya: aspek keselamatan dimenangkan mana kala berhadapan dengan kepentingan bisnis. Lalu: departemen keselamatan dipisahkan dari departemen produksi. Kalau jadi satu pastilah produksi selalu diutamakan --mengalahkan keselamatan.

Tapi selama acara itu saya tidak sempat bertanya ke direksi di sebelah saya soal board manual. Maka saya tetap lupa berapa persen batas keharusan minta persetujuan komisaris.

Tapi lantaran aset Pertamina itu begitu besarnya, rasanya transaksi LNG itu masih di bawah prosentasi keharusan minta persetujuan komisaris.

Tapi mengapa direksi Pertamina tidak bersikap lebih hati-hati dengan cara minta persetujuan komisaris meski pun di bawah presentasi?

Masalahnya bukan di direksinya. Bisa di dewan komisarisnya. Kalau permintaan persetujuan itu melanggar board manual dewan komisaris tidak akan mau memberikan persetujuan. Itu dianggap melebihi wewenang.

Kapan-kapan, kalau ketemu Ahok lagi saya akan bertanya: apakah ketika masih baru menjabat dulu ia sudah membaca board manual Pertamina. Apakah ketika ia lapor ke KPK dulu sudah memastikan bahwa direksi harus minta persetujuan komisaris dalam transaksi LNG itu.

Terdakwa Hari tidak pernah menyebut soal board manual. Ia hanya mengatakan banyak yang tidak ada persetujuan komisaris tidak dijadikan perkara.

Hari juga heran mengapa kerugian negara itu hanya didasarkan kerugian transaksi di tahun terjadinya Covid-19. Mengapa keuntungan sebelum Covid dan setelah Covid tidak diperhitungkan. Padahal setelah Covid harga LNG jauh lebih tinggi dari kontrak. Pertamina untung sangat besar. Melebihi Rp 100 triliun.

Kontrak itu sendiri, katanya, masih akan berlaku sampai tahun 2037. Maka apakah kontrak itu merugikan atau menguntungkan negara baru bisa diketahui di tahun 2038.

Tapi yang mengejutkan saya bukan itu. Melainkan yang ini: Hari merasa jadi korban. Yakni korban terjadinya pertikaian antara Komut Pertamina (saat itu: Ahok) dan dirut Pertamina (saat itu: Nicke Widyawati). Keduanya, kata Hari, sedang berusaha saling gusur.

Kalau itu benar, ibaratnya dua gajah lagi bertarung, gajah yang di tengah yang kalah.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 27 Januari 2026: Kumpul Optimis

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

EDUTECH, AKHIRAT-TECH..

Yang paling menarik hari ini bukan pabrik besarnya. Bukan kawasan halalnya. Tapi “semut-semut” kosmetik itu. 

Anak muda. Modal follower. Pabrik nyewa. Resep bisa dicari. Merek dulu, pabrik belakangan. 

Dulu orang bangun pabrik cari pasar. Sekarang orang bangun pasar dulu, pabrik tinggal pesan. Dunia sudah jungkir balik, tapi justru di situ peluangnya ramai.

Viva bertahan 62 tahun di tengah serbuan “semut”. Itu pelajaran penting. Yang besar jangan sombong. Yang kecil jangan minder. Di bisnis, yang gesit sering lebih panjang napas daripada yang kekar tapi kaku. Satu mati, seribu tumbuh. Mirip tukang gorengan, tapi versi skincare.

Tapi saya juga senyum baca kisah Pentol Kabul. Dari sepeda keliling jadi 200 outlet. Itu startup rasa kuah kaldu. 

Sementara SiniNgaji, 6.000 murid online, 250 guru. 

Ini edutech plus akhirat-tech. 

Investor mungkin belum masuk, malaikat pencatat sudah duluan.

Kumpul orang optimis memang berbahaya. Bisa bikin yang ikut-ikutan jadi merasa masih 30 tahun. Padahal lutut sudah bunyi kalau naik tangga.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

HALAL ITU STRATEGI:

KALAH RAPI MENATA CERITA?

Yang juga menarik adalah kawasan industri halal itu. Banyak orang kira ini urusan label agama saja. Tempel logo. Selesai. 

Ternyata tidak sesederhana stiker di kemasan. Ini soal rantai proses. Soal kepercayaan global. Soal positioning negara. Halal naik kelas jadi strategi dagang.

Indonesia mayoritas muslim. Tapi ekspor halal kalah dari Malaysia. Bahkan Singapura ikut main. Ironi level premium. 

Kita punya pasar. Mereka punya sistem. Kita punya bahan. Mereka punya branding negara. Jadi yang kurang bukan doa. Tapi orkestrasi.

Kawasan halal itu ibarat bandara khusus ekspor kepercayaan. Sekali lolos dari situ, produk langsung punya paspor psikologis. Di Timur Tengah laku. Di Eropa dilirik. Di Asia Tenggara dipercaya. Ini bukan cuma syariah. Ini marketing kelas geopolitik.

Menariknya lagi, pengusahanya bukan ustaz. Tapi pebisnis Tionghoa dari Padang. Ini Indonesia banget. Halal dibangun lintas iman. Demi pasar bersama. Demi devisa bersama. Kalau ini berhasil, yang panen bukan cuma pabrik. Tapi citra negara.

Kadang yang bikin kita kalah bukan kualitas barang. Tapi kalah rapi menata cerita.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DISWAY EXPLORE BUSINESS - JATIM SERIES..

Ada komunitas Perusuh Disway. Yang kerjanya “lebih banyak” “omon-omon”. Termasuk ada yang serius diskusi arti gabungan kata "jika" dan "insya Alloh", berhari-hari.

Tapi juga ada komunitas yang sama-sama "dibina" pak Dahlan, yaitu “Alumni Disway Business Trip". Jawa Timur Series. Tiongkok Series. Yang ini beda kasta. Lebih banyak jalan daripada kasih jempol. Lebih sering lihat pabrik daripada lihat kolom komentar.

Perusuh itu penting. Bikin rame. Bikin hidup. Kadang juga bikin darah tinggi. Tapi alumni trip ini stok optimismenya beda. Habis lihat pabrik, lihat owner, lihat dapur produksi, cara ngomongnya ikut berubah. Dari “negara ini susah” jadi “oh… ternyata bisa ya”.

Naik bus bareng pengusaha itu seperti ikut kelas MBA. Bahasannya omzet. Bukan omelan. Bukan omon-omon. Bahas ekspansi. Bukan ekspresi marah. Pulang-pulang bukan cuma bawa oleh-oleh. Tapi bawa perspektif.

Yang menarik, pesertanya UMKM. Tapi mentalnya mulai UKM. Usaha Kelas Mikir. Lihat maklon kosmetik, kepikiran merek sendiri. Lihat kawasan halal, kepikiran sertifikasi. Lihat pabrik besar, tidak minder. Cuma mikir, “saya mulai dari mana”.

Disway ternyata bukan cuma tempat debat di kolom komentar. Tapi juga bisa jadi terminal keberangkatan naik kelas. Yang satu hobi ribut. Yang satu hobi tumbuh. Dua-duanya pembaca Disway. Tapi kiblatnya beda..

###

((Komunitas Perusuh melahirkan jago pendapat dan jago debat.

Komunitas Pengusaha melahirkan optimisme dan bisnis.))

djokoLodang

-o--

Menyimak DIs Morning pagi ini, saya terkesan sekali dengan pengalaman kang Mukhlis.

Begitu tersemangati dengan tulisan-tulisan Abah sejak jauh sebelum CHDI.

Tulisan-tulisan Abah membuat mas Mukhlis "menemukan" ide-ide baru untuk mengembangkan bisnisnya.

Sampai anak ke-2 nya diberi nama Dahlan Iskan.

--0-

Tom Rusdi

Ketika ada hotel unik.

Pengusaha akan bertanya, siapa pemiliknya.

Orang teknik akan bertanya siapa arsiteknya.

Kaum mendang mending akan bertanya. Kira2 berapa ya tarif nginap disana.

djokoLodang

-o--

Persepsi

Cara-pandang.

*) Pengaruh signifikan dari tulisan-tulisan Abah adalah: mengubah cara-pandang.

Ada yang mengalami kegagalan, kemudian pasrah. (Sudah nasibku).

Kalau cara-pandangnya diubah: saya gagal karena sesuatu yang belum saya pahami/kuasai.

Baiklah, saya pelajari lagi apa yang membuat saya gagal? Dan bagaimana mengatasinya

Maka ia/dia akan bangkit lagi.

--0-

Wilwa

@AgusS3. Aksara Mandarin itu punya keunikannya tersendiri. Awalnya corat coret di tulang lalu bambu lalu kertas. Juga di media keras seperti batu dan logam. Berupa gambar hewan, tumbuhan, benda langit, dll. Untuk mewakili noun, verb, hingga adjective dan adverb. Contoh kecil misalnya 朝 yang kini lebih populer dimaknai sebagai Dinasti tapi 朝 awalnya bermakna pagi hari seperti 早 (matahari 日 baru muncul sedikit di atas rerumputan 十 << 屮). Perhatikan bahwa 朝 di sebelah kiri masih mengandung aksara 早 bukan? Hanya saja ditambah bulan 月 di samping kanan aksara 朝 karena kadang di pagi hari 早, bulan 月kadang masih nampak di langit). Bagaimana kemudian 朝 yang awalnya bermakna pagi hari lalu berevolusi menjadi bermakna Dinasti punya filosofinya tersendiri. Yang bisa saja setiap orang punya filosofi mengapa Dinasti dikaitkan dengan pagi hari. Awal dari suatu era? Maybe. Akhir dari kegelapan malam? Maybe.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

###Pak Liang, pak Wilwa dan pak Murid..

DEBAT BEBEK, KUPU-KUPU, DAN ANGIN POLITIK..

Diskusi begini justru yang bikin warung kopi intelektual jadi hangat. 

Santai tapi berbobot. 

Pak Liang pegang literatur. 

Pak Wilwa pegang logika bahasa hidup. 

Dua-duanya benar di jalurnya. Istilah bisa lahir di lisan dulu, baru “resmi” masuk buku ratusan tahun kemudian. Sastra sering begitu. Rakyat pakai dulu. Sarjana mencatat belakangan. Jadi jangan heran kalau bebek mandarin sudah berenang di imajinasi jauh sebelum dikurung genre Dinasti Qing.

Soal 新鴛鴦蝴蝶夢 memang jelas produk era Qing. Tapi simbol bebek mandarin dan kupu-kupu sebagai lambang cinta sudah lama mondar-mandir di puisi klasik. Itu beda antara simbol budaya dan label aliran sastra. Yang satu hidup alami. Yang satu hasil klasifikasi akademik. Dua dunia. Sering tumpang tindih. Sering juga bikin salah paham.

Nah, kalimat 明朝清風四飄流 itu mulai masuk wilayah “kode-kodean”. Angin sepoi bisa berarti angin perubahan. Bisa juga sindiran politik. Sastra Tiongkok memang hobi bicara hal besar lewat kiasan halus. Jadi debatnya jangan dipanasin. Anggap saja ini latihan otak pagi hari. Yang penting kopi tetap hangat. Persahabatan tetap utuh. Ilmu jalan terus. 

Wilwa

@Liang. Lha Anda ini, maaf, tipikal “nerd” kutu buku banget. Bahasa lisan itu lebih ada duluan sebelum bahasa tertulis. Homo sapiens itu mengenal bahasa lisan duluan sebelum aksara ditemukan. Bahkan banyak kok suku-suku di planet biru ini yang tak punya aksara sehingga tak diketahui sejarahnya. Jadi apakah istilah 鴛鴦蝴蝶 itu dianggap baru ada/eksis di era Dinasti Qing? Hanya gegara ada sekumpulan novelis yang alirannya 派dijuluki dengan istilah itu? :):):)

Liáng - βιολί ζήτα

Oom Wilwa, 

Emang semasa Judge Bao (Dinasti Song Utara) sudah mengenal gitu istilah "Bebek Mandarin dan Kupu-Kupu" ?? Ayo tunjukin literaturnya..... 

Bukankah "Bebek Mandarin dan Kupu-Kupu" itu sebutan untuk "aliran fiksi di dalam genre sastra Tiongkok" semasa Dinasti Qing khususnya ?? 

新鴛鴦蝴蝶夢 (Xīn yuānyāng húdié mèng) yang berarti "Mimpi Baru" Bebek Mandarin dan Kupu-kupu..... jelas mengacu ke masa Dinasti Qing..... 

Mosok sih..... Dinasti Sung Utara sudah almarhum baru bermimpi..... wkwkwkwkwk..... 

Ayo..... bagaimana Oom menjelaskannya ??

agus budiyanto

Tahun 80 an, cari istri yang mau dibelikan Viva. Artinya istri yang mau diajak hidup dari nol.

Tiga Pelita Berlian

Sdh berapa komunitas yg Abah bina sejauh ini? 

- ada komunitas senam pagi disway

- komunitas UMKM 

- komunitas perusuh disway

- Komunitas Barongsai

- Komunitas CowasJP (?)

- dll

Jangan2 Abah Dis ini yg sering2 disebut para Buzzer sebagai "Kakak Pembina " itu ya?.. hahaha 

Seklangkong 

Nimas Mumtazah

Rizqi Laila Rohmah, masih jomblo bisnisnyi SiniNgaji, santrinyi 6000

Dia gaji 250 guru ngaji..

Saya menyebutnyi Ning muda inspiratif.

Penasaran sosoknyi bah. Support orang² terdekatnyi. Bagaimana dia membangun jaringan dll.

Di otak cemerlangnyi belajar ngaji menjadi mudah.

Murid SD Internasional

Wkwkwk.

Pak Dahlan Iskan: "JIKA tidak ada hujan puting beliung menimpa, INSYA ALLAH 24-25 Januari 2026 kita akan wara-wiri wisata bisnis bersama Disway".

Alhamdulillah.

JANJI wisata bisnis bisa terwujud dan ditunaikan.

Sadewa 19

Anggota DPR yg kemaren salah hitung uang tunjangan diangkat jadi Hakim MK. Anggota DPR yg kena demo lainnya juga sudah mulai ngantor, menikmati tunjangan dan fasilitas negara. Sementara tuntutan para pendemo menguap begitu saja. 

Sebagai warga negara saya ingin optimis, namun melihat para pejabatnya sulit rasanya menciptakan optimisme itu

Murid SD Internasional

Konteks pemaparan Gibran itu terkait hilirisasi. Dari segmen awal sampai segmen closing statement, Gibran fokus pada program hilirisasi. 

Terkait terbuka lapangan kerja, itu adalah efek multiplier potensial apabila program hilirisasi bisa berhasil dikawal dan dieksekusi. 

Jadi kalau mau runut, logis, dan akurat, tagihlah program hilirisasi itu, dan bukan dulu fokus ke efek multipliernya. 

mario handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp hasyim, bp em ha, bp udin, bp jokosp, ka nimas dan teman2 rusuhwan.

peserta disway explore business pasti pernah berbincang2 seperti ini.

* : you harus bayar pajak ke negara/ 

disway : berapa rupiah bayarnya?/ 

* : you harus hitung sendiri/ 

disway : ooh, jumlah bayarnya terserah saya? / 

* : tidak begitu. kami tahu berapa jumlah pajaknya. tapi you harus tebak sendiri dulu/ 

disway : waduh. kalo saya salah tebak? / 

* : paling you didenda. nanti saya ajarin cara bayarnya. mau jurus all in atau jurus all out./ 

disway : ?????

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Piknik saya yaitu membaca Al quran. Karena ayat ayatnya bisa membawa jiwa saya berwisata ke semua jenis alam. Saya merasakan kepuasan jiwa setelah wisata ayat Al quran. Contoh surah yasin ayat 58. Suasananya membuat mata saya bahagia berkaca kaca, tiada daya dan tiada kata. Yaitu seorang insan manusia mendapat ucapan salam  kemuliaan dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Salam yg disampaikan melalui malaikat penjaga surga. Ketika penduduk surga berada dalam kesibukan merasakan kesenangan surga. Yaitu duduk duduk di bawah pohon yg sejuk, diatas bangku mahkota yg ada sandarannya. Ditemani istri istri surga yg cantik setia, hidangan segala macam buah yg lezat tanpa batas. Tiba tiba sang malaikat datang mohon maaf dan minta waktu sejenak karena mengganggu.. kemudian malaikat mengatakan bahwa kamu mendapat salam kemuliaan dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Kemudian malaikat menyerahkan amplop. Setelah malaikat izin pergi, amplop salam dibuka, ada kertas emas yg bertuliskan," ucapan salam dari Tuhan Yang Maha Penyayang". 

Itulah surah yasin ayat yang ke 58. Saya membayangkan, seketika itu segala kenikmatan surga seakan akan tidak apa apanya di banding salam dari Tuhan. Yg jadi pertanyaan adalah apakah diri kita akan mendapat salam dari Tuhan nanti? Tidak ada jaminan, yg ada hanya doa dan berharap. Saya doakan semuanya mendapat salam kemenangan tersebut. Renungan pagiku.

Udin Salemo

@ko LT,

ide menarik: kalio kalengan (kalio dalam kaleng)

di kota Padang dan Bukittinggi sudah ada nasi Padang keliling (pangling). nasi itu dijajakan pakai sepeda motor. nasi dan aneka masakan padang ditarok dalam gerobak yang dimodifikasi. pangling bisa masuk ke gang kecil menjangkau sampai perumahan.

satu inovasi original yang mengantarkan makanan enak memudahkan customer. sugooiii…

Wilwa

@Liang. Ditunggu. Ingat ya konteksnya dengan Judge Bao. Sesuai awal mula Anda menanyakan kepada saya apa apa kaitan 鸳鸯蝴蝶 dengan 包青天. Sebab jawaban Anda yang panjang lebar itu tidak menjawab apa konteks/ kaitan 鸳鸯蝴蝶 dengan 包青天. Hanya meributkan suatu aliran sastra yang Anda sendiri mengatakan aliran sastra itu tidak ada di era Judge Bao. Aneh sekali jawaban Anda. Itu seperti menanyakan apa kaitan A dengan B? Lalu menjawab A terkait dengan C dan tak ada kaitan dengan B. A= Bebek Mandarin/Sepasang Kekasih 鸳鸯蝴蝶. B = Judge Bao 包青天. C = Sebuah Aliran Sastra 鸳鸯蝴蝶 “派“. :):):)

Liáng - βιολί ζήτα

singkat saja.....

(sudah mau berangkat study) 

Oom Wilwa :

"Bahasa lisan itu lebih ada duluan sebelum bahasa tertulis." 

Yangkung Agus :

"Istilah bisa lahir di lisan dulu, baru “resmi” masuk buku ratusan tahun kemudian."

Perlu dibedakan antara : Bebek Mandarin secara fisik, Kupu-Kupu secara fisik, serta "Bebek Mandarin dan Kupu-Kupu, sebagai sebutan untuk genre sastra di Tiongkok". 

Sepertinya, perlu juga saya ulangi, bahwa istilah "Bebek Mandarin dan Kupu-Kupu" adalah sebutan untuk "aliran fiksi di dalam genre sastra Tiongkok" semasa Dinasti Qing khususnya. 

Bagaimana mungkin sebelum "Kesusastraan : Bebek Mandarin dan Kupu-Kupu" itu muncul (pada masa Dinasti Qing)..... sudah ada pembicaraan atau apapun namanya, secara lisan ?? 

Suatu hil yang mustahal !! 

Ambil contoh : Kesusastraan di Indonesia, misalnya Angkatan 45..... 

Apakah mungkin sudah ada pembicaraan mengenai Karya Sastra Angkatan 45 sebelum tahun-tahun 1945 ?? 

Lha wong, karya sastra-nya saja belum ditulis koq !!

Juve Zhang

Maklonn sudah lama iPhone maklon ke Terry Gouw.....Nike Adidas Puma dll maklon ke Perusahaan di Indonesia kadang milik Korea tapi upah murah di Indonesia.....hanya hebat nya semua sepatu salah jahitan atau salah Potong dikit tak boleh dijual harus dihancurkan oleh mesin.....gak bisa dipake pegawai....wkwkw...bahkan Bayi pun bisa maklon....pasangan Gay jepang anaknya banyak semua maklon ke berbagai negara shopping anak bayi....maklon sudah menjamur apapun asal ada Uang bisa maklon.....manusia pun sudah di maklon....wkwkw.

yea aina

Sembari makan siang di pendapa kabupaten Sidoarjo, rombongan DEB, menyimak cerita Pak Mukhlis. Juragan pentol darjo.

Produksi pentolnya sudah mencapai ton-tonan tiap hari. Mungkin jangkauan penjualannya bukan hanya Sidoarjo saja. Karena Sidoarjo masuk aglomerasi Gerbangkertosusilo (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Kawasan metropolitan kedua terbesar setelah Jabodetabek. 

Kawasan "pasar" yang sangat besar. Padat penduduk, industri dan perkantorannya.

Kok jadi ingat cah darjo siji kae. Kepala suku perusuh, tapi mengaku sebagai perusuh magang. Leong Pentol ups... Putu. Sama-sama tinggal di darjo, kalau Pak Mukhlis pentolnya ribuan bahkan jutaan per hari. Tapi cah darjo kae pentolnya, anda sudah tahu. 

Ada berapa? 

pak tani

Pengusaha pentol pasti berjiwa besar.

Karena kalau kecil usaha pentil ( sepeda )

Johan

Dia kembali terdiam. Menghela napas lagi. Bisiknya, "An. Belakangan ini, sudahkah kamu membuatku nyaman? Adakah kamu memegang kepercayaan yg aku berikan? Kamu kira aku tak tau? Kamu sering kumpul dgn teman2 kerjamu di klub malam? Kamu jarang mencariku. Jarang memberikan kabar. Lagipula, kapan aku pernah berjanji? Kamu ingat kan apa yg aku ucapkan dulu? Adakah aku berjanji? Dan, sekarang aku menemukan orang yg membuatku nyaman dan bisa ku percaya. Salah kah aku menjadikan dia sebagai sandaranku?"

Giliran saya yg terdiam. Mengingat2 apa yg dia ucapkan dulu. Dia benar. Dia tidak pernah menjanjikan. Dia memang memberi harapan. Namun kondisi yg berjalan kemudian tidak menjadikan harapan itu jadi kenyataan. Tapi tidak bisa dipungkiri. Saya kecewa. Saya marah.

Kadang, ada hal2 tidak berhubungan yg menyisakan penyesalan yg sama di kemudian hari. Di satu waktu, diruangan yg kecil. Sunyi sepi. Betapa sok sucinya saat itu. Tidak berusaha menjamahnya. Atau bahkan mencoblosnya. Berpuluh tahun kemudian mengalami sebuah situasi yg lain. Diruangan yg kecil juga. Tapi ramai. Malah memilih mencoblos Prabowo Gibran.

Johan

Kemarin membaca sekilas komentar atau polemik yg membahas Gibran "menjanjikan" 19 jt lapangan pekerjaan. Itu sebuah janji atau bukan?

Saya ingat ke masa muda dulu. Waktu itu pernah akrab dgn seorang sahabat wanita. Seiring waktu berjalan muncul keinginan untuk menjalin hubungan yg lebih dari sekedar sahabat dengannya.

"San, kita sudah lama berteman. Belakangan ini kusadari aku memiliki perasaan khusus terhadapmu. Bersediakah kamu menerima aku menjadi pacarmu?" Demikian curhat saya.

Dia lama terdiam. Akhirnya dengan menghela napas dia mengatakan, "Kita jalani dulu ya. Jika aku merasa nyaman dan kamu bisa memegang kepercayaan aku. Jadi istrimu kelak pun aku bersedia."

Mendengar jawaban seperti itu hati saya berbunga-bunga. Jadi istri pun dia bersedia, apalagi jadi pacar?

Suatu hari setengah tahun kemudian. Saya mengetahui, si dia memiliki cowok gandengan yg lain. Hati ini panas. Tidak terima, saya mendatangi dia.

"San! Mengapa kamu begitu? Sudah lupakah kamu dgn janjimu dulu. Apa salahku?!”

Em Ha

Listyo Sigit Prabowo : "Meletakkan POLRI di bawah kementdrian sama saja melemahkan institusi POLRI melemahkan negara dan melemahkan presiden".

Listyo Sigit Prabowo : "..Saya menolak polisi di bawah kementrian".

Listyo Sigit Prabowo : "..dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja".

Sebagai petani, saya sangat senang dengan statemen Kapolri. Rapat di Komisi III DPR RI mengisaratkan suatu hal.

Petani itu kuat. Sekuat tentara (TNI) dibawah Kementrian Pertahanan.

Alfiansyah Bustami (Komeng): Patung Tugu Tani di kawasan Menteng tak mau turun. Karena ada tulisan "Dilarang menginjak rumput". Uhuuuyyy.

POLRI bercermin dan berbedaklah.

Juve Zhang 

Di Singapura sebuah RM Padang yg sudah beroperasi 75 tahun harus tutup karena gak kuat bayar sewa bulanan dari 37 juta Rupiah sebulan naik terus menerus sampai puncak nya sekarang sewa sebulan Rp.127 juta sebulan kita kira saya lupa antara 117 atau 127 juta sebulan sebuah angka sewa yg berat .....di Indonesia sewa Ruko 3 lantai bisa 250juta setahun dan dijalan Utama kota besar....adakah yg berani sewa 250 juta setahun....ada saja .....bahkan pengusaha kuliner Dari negeri T sudah buka Restoran Chinese Food..... keberanian pengusaha T berkelana cari Cuan keliling dunia sudah legendaris....saya hanya bisa kagum sama nyali mereka dan Fulus nya sewa minimal 2 tahun sudah habis 500 Jeti .....angka yg bikin melongo bagi kita kaum dompet 5 lembar nominal 2000 an.....

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 84

  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Lega Sudah Tahu
      Lega Sudah Tahu
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • yea aina
    yea aina
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Johan
    Johan
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • Johan
      Johan
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
  • Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi
    Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
  • Bruce Wijaya
    Bruce Wijaya
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • kambing hitam
    kambing hitam
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • DeniK
    DeniK
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • DeniK
    DeniK
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Runner
    Runner
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • Em Ha
      Em Ha
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • alasroban
    alasroban
    • alasroban
      alasroban
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sugi
    Sugi
  • Edyanto
    Edyanto
  • rid kc
    rid kc
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Kang Sabarikhlas
      Kang Sabarikhlas
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • ra tepak pol
      ra tepak pol