Presiden La Liga Tuduh Manchester City Merugi dan Curang Selama Satu Dekade

Presiden La Liga Tuduh Manchester City Merugi dan Curang Selama Satu Dekade

Presiden La Liga, Javier Tebas, kembali melontarkan kritik tajam terhadap Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG), menuding kedua klub tersebut melakukan praktik keuangan yang tidak sehat dan melanggar prinsip keadilan dalam sepak bola Eropa-Tangkapan Layar Instagram@pepteam-

Tebas menekankan bahwa La Liga telah berupaya keras menjaga stabilitas finansial klub-klub anggotanya melalui sistem pengawasan ketat dan perencanaan restrukturisasi utang.

Hal ini menurutnya telah menunjukkan hasil, meskipun masih ada tantangan besar, terutama dalam hal pendapatan.

“Kami memiliki defisit sekitar 600 juta euro setiap musim dibandingkan dengan Premier League dan Bundesliga,” ungkapnya.

BACA JUGA:PSSI Kembali Desak FIFA-AFC Ganti Wasit Jelang Laga Timnas vs Arab Saudi dan Irak: Minta Wasit Netral!

BACA JUGA:BISMILLAH, Skuad Garuda Terbang ke Jeddah: Optimis Lolos Piala Dunia 2026!

Salah satu penyebabnya, lanjut Tebas, adalah kurangnya fasilitas premium di stadion-stadion Spanyol, seperti ruang VIP dan pengalaman eksklusif yang memberikan kontribusi besar pada pendapatan klub-klub Inggris dan Jerman.

Sebagai perbandingan, stadion di Spanyol hanya memiliki 4,3% kapasitas untuk kotak VIP, Bundesliga: 9%, Premier League: 11,5%

“Ini adalah alasan utama kami mengambil investasi dari CVC Capital Partners, yang bertujuan meningkatkan infrastruktur stadion dan menciptakan sumber pendapatan jangka panjang,” jelas Tebas.

Ia optimistis kesenjangan tersebut akan bisa teratasi dalam empat tahun ke depan.

FFP di Spanyol: Antara Disiplin dan Restrukturisasi

BACA JUGA:Gaspol! Lima Penggawa Persib Langsung Terbang ke Jeddah Usai Bantai Bangkok United di ACL 2

BACA JUGA:Link Live Streaming AS Roma vs Lille di Liga Europa 2025/26: Ujian Berat Menunggu Calvin Verdonk!

Tebas mengklaim sistem pengawasan La Liga telah membantu klub-klub Spanyol, kecuali Barcelona, untuk beroperasi secara lebih sehat.

Sejak diberlakukannya penjualan hak siar secara terpusat, liga mampu menambahkan pemasukan sebesar €500 juta dalam satu tahun.

“Tanpa Financial Fair Play, uang tersebut hanya akan habis untuk gaji pemain, mobil mewah, dan kapal pesiar—bukan untuk melunasi utang klub,” sindir Tebas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads