Manchester United Didekati Investor Baru dari Arab Saudi? Turki Al-Sheikh Beri Sinyal Kuat
Jika keluarga Glazer ingin menjual Manchester United ke Turki Al-Sheikh, Sir Jim Ratcliffe kini tidak bisa menghentikannya-Tangkapan layar Instagram-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Manchester United dikabarkan tengah berada di tahap akhir dalam proses penjualan sebagian, dari seluruh kepemilikan klub kepada investor baru.
Kali ini perhatian tertuju kepada salah satu investor dari Arab Saudi.
Turki Al-Sheikh, pejabat tinggi pemerintah Saudi sekaligus tokoh sentral di balik proyek ambisius Visi 2030, mengonfirmasi bahwa Setan Merah berada dalam tahap lanjutan penyelesaian kesepakatan.
BACA JUGA:Chelsea Tawar Bomber Juventus dengan Nilai Fantastis, Bersaing Ketat dengan Arsenal
BACA JUGA:Bos Man United Jim Ratcliffe Umumkan Keputusan Pemecatan Ruben Amorim
Meski belum ada rincian pasti mengenai bentuk dan sumber investasi, pernyataan Al-Sheikh membuka spekulasi luas mengenai arah baru kepemilikan klub Old Trafford.
Dalam unggahan terbarunya di media sosial, Al-Sheikh menyatakan:
“Kabar terbaik yang saya dengar hari ini adalah bahwa Manchester United kini berada dalam tahap akhir penyelesaian kesepakatan penjualan kepada investor baru. Saya harap dia lebih baik dari pemilik sebelumnya," cuitnya.
Namun, hingga saat ini belum diketahui apakah pihak yang dimaksud benar-benar berasal dari Arab Saudi, dan apakah kesepakatan tersebut menyangkut pembelian mayoritas atau hanya sebagian saham.
BACA JUGA:Jim Ratcliffe Beri Ruben Amorim 'Napas' Tiga Tahun untuk Buktikan Diri di Manchester United
BACA JUGA:Rencana Transfer Chelsea Januari 2026 Terungkap, 'Kepala Batu' Enzo Maresca Jadi Sorotan
Apa Dampaknya untuk Manchester United?
Kendati rumor ini memicu antusiasme di kalangan suporter, terutama soal potensi belanja besar untuk mendongkrak skuad, kenyataan mungkin tak semudah itu.
Pengalaman klub seperti Newcastle United, yang dimiliki oleh Dana Investasi Publik Saudi (PIF), menunjukkan bahwa pembatasan ketat dari regulasi Financial Fair Play (FFP) Liga Inggris bisa menahan laju investasi agresif.
Selain itu, kemunculan investor baru ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap masa depan kepemilikan saat ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: