Viral Cerita Dokter Tangani Rahim Copot di Garut, Bikin Takut Gen Z
Belakangan ini heboh kisah seorang dokter yang menangani kasus wanita dengan rahim copot.--YouTube Raditya Dika
JAKARTA, DISWAY.ID - Belakangan ini heboh kisah seorang dokter yang menangani kasus wanita dengan rahim copot.
Cerita seorang wanita yang mengalami rahim dibagikan oleh dr. Gia Pratama dalam podcast milik Raditya Dika berjudul "Cerita dari Ruang IGD".
Dalam podcast tersebut dr. Gia berbagi pengalamannya saat bertugas di ruang IGD di RSUD di Garut, Jawa Barat.
Ketika bertugas di IGD, dr. Gia berbagi pengalaman menangani kasus rahim copot dari seorang wanita yang melahirkan di dukun beranak.
Kronologi Dokter Tangani Kasus Rahim Copot
Kejadian bermula ketika salah seorang pria mendatangi ruang IGD di tempat dr. Gia praktek.
Sambil membawa kantong kresek hitam, pria tersebut menunjukkan sesuatu yang ada di dalamnya.
dr. Gia yang mengetahui kantong kresek hitam berisikan rahim pun tampak terkejut.
"Ini mah rahim aku tanya di mana orangnya, orangnya di mobil. Aku bilang bawa ke sini orangnya," kata dr. Gia, dikutip Kamis, 13 November 2025.
Jalani Proses Kelahiran di Dukun Beranak
dr. Gia menjelaskan peristiwa tersebut bermula saat pasien menjalani proses kelahiran melalui paraji atau dukun bayi.
Kala itu, paraji menemukan adanya plasenta bayi yang kemudian ditarik keluar. Alhasil, rahim ikut terbawa keluar.
Padahal, plasenta tersebut bisa terlepas dengan sendirinya.
"Harusnya diem aja karena itu 15 menit kemudian akan copot," kata dr. Gia.
"Tapi si paraji nggak sabar, tali pusar ditarik jadi rahimnya ikut turun, turun, turun," sambungnya.
Perut Penuh Darah
Diungkapkan tekanan darah wanita tersebut sudah ditidak normal saat dibawa ke IGD, yakni 70/0 yang membuatnya harus menjalani operasi.
Saat operasi berjalan, dr. Gia menyebut rongga perut wanita tersebut penuh darah.
Bahkan, juga mengalami robekan yang cukup panjang pada usus.
"Ususnya robek panjang banget kesambet sama ligamen rahim. AKhirnya panggil bagian bedah. Diurusin usus dan vaginanya," tutur dr. Gia.
Proses operasi juga mengharuskan wanita tersebut mendapatkan transfusi dua kantong darah dan perawatan intensif di ICU selama dua hari sebelum dirawat di ruang perawatan umum selama 4 hari.
"Setelahnya pulang sehat-sehat aja, dia bilang 'hatur nuhun pak dokter, hatur nuhun dokter'," jelas dr. Gia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: