Pemulihan Infrastruktur Aceh Tamiang: Jembatan Perintis Dibangun Sambung Akses Terputus
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra), mengirimkan dua tim khusus untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah utara Sumatera. -Istimewa-
Selain pemulihan konektivitas, tim Kemenko Infra juga membawa instalasi pengolahan air bersih yang dikembangkan bersama Kementerian Kesehatan.
Sistem ini dapat mengolah air sungai secara portabel, menjadikannya layak untuk kebutuhan MCK meski untuk air minum masih membutuhkan proses lebih lanjut.
"Air hasil pengolahan ini minimal dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan MCK. Untuk air minum, masih diperlukan proses lanjutan oleh tim Kemenkes," ungkap Arif.
BACA JUGA:Nih Rerata TKA Pelajaran Bahasa Indonesia Terendah, Nilai Merah 40-50 Mendominasi
BACA JUGA:6 Jembatan Bailey Rampung, Arus Logistik ke Aceh Mulai Lancar
Dalam upaya membantu korban yang kehilangan tempat tinggal, Kemenko Infra turut membawa contoh rumah modular knockdown berbahan beton ringan.
Rumah ini dirancang untuk mudah dirakit dan cepat dibangun guna menyediakan hunian sementara bagi warga terdampak.
"Ini masih rumah contoh. Fokus utama kami tetap memastikan konektivitas agar distribusi logistik tidak terhambat," ucapnya.
Meskipun bantuan juga telah disalurkan ke wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat, Aceh Tamiang menjadi prioritas utama karena banyak daerah di sana yang masih terisolasi akibat longsor dan banjir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: