Marak Teror Influencer di Media Sosial, Menteri HAM Duga 'Playing Victim' Demi Subscriber

Marak Teror Influencer di Media Sosial, Menteri HAM Duga 'Playing Victim' Demi Subscriber

Menteri HAM Natalius Pigai menekankan pentingnya rakyat untuk menyaring berbagai pendapat di media sosial.-Hasyim Ashari/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID - Fenomena teror yang menimpa sejumlah influencer setelah melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah terkait penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera, akhirnya mendapat respons serius dari pembantu Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, angkat bicara mengenai kegaduhan yang sedang ramai di jagat media sosial tersebut.

Bukannya tanpa alasan, Pigai menyoroti adanya dugaan pola komunikasi yang janggal di balik pengakuan-pengakuan teror tersebut.

BACA JUGA:Trump Posting Foto Maduro, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez Bongkar Kebohongan Amerika

BACA JUGA:Kulit Kusam Itu Bukan Takdir, Ini Cara Bikin Wajah Balik Glowing Tanpa Ribet

Ia mengimbau agar setiap dugaan tindakan intimidasi segera diselesaikan lewat jalur hukum, bukan sekadar menjadi konsumsi konten di ruang digital.

Natalius Pigai meminta pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas motif dan pelaku di balik teror yang diklaim para influencer.

Namun, di sisi lain, Pigai memberikan catatan penting yang cukup menohok bagi para pembuat konten.

Menurut dugaannya ada kemungkinan narasi "teror" tersebut sengaja diciptakan sebagai strategi untuk menarik simpati publik.

BACA JUGA:Jadwal Movievaganza Trans7 Hari Ini 4 Januari 2026 Lengkap Sinopsis, Tutup Liburan dengan Nonton Film Horor Gratis!

BACA JUGA:Cara Main Aplikasi Penghasil Uang untuk Dapat Saldo DANA Gratis Rp202.000 Pagi Ini

​"Tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan narasi tersebut sebagai playing victim untuk menaikkan jumlah pelanggan (subscriber) dan pengikut (follower)," ujar Pigai dalam pernyataan resminya, Minggu 4 Januari 2026.

Menurutnya, di tengah "surplus demokrasi" saat ini, kebebasan berpendapat memang dijamin sepenuhnya oleh negara.

Akan tetapi, Pigai menyayangkan jika ruang tersebut justru disalahgunakan untuk memicu gangguan kehormatan antarpribadi demi kepentingan popularitas semata.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads