Pejabat Google Asal RI di AS Ungkap Formula Membangun AI yang Dipercaya Pengguna
Pejabat Google asal Indonesia yang kini berkarier di Amerika Serikat, Juan Anugraha Djuwadi, mengungkap formula membangun AI yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga relevan, manusiawi, dan dipercaya oleh miliaran pengguna lintas negara.--Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID – Kepercayaan pengguna menjadi kunci utama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di era adopsi teknologi yang kian masif.
Pejabat Google asal Indonesia yang kini berkarier di Amerika Serikat, Juan Anugraha Djuwadi, mengungkap formula membangun AI yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga relevan, manusiawi, dan dipercaya oleh miliaran pengguna lintas negara.
Dalam webinar “AI Streamline Your Business: Build Internal Apps with AI”, Juan memaparkan pandangannya mengenai arah pengembangan AI, tantangan adopsi lintas pasar, serta prinsip membangun produk berskala global yang dapat menjadi rujukan penting bagi pemerintah, dunia usaha, dan ekosistem digital di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik.
BACA JUGA:Google Klarifikasi Isu Nadiem Makarim, Kejagung Beri Tanggapan
Menurutnya, kemajuan AI tidak boleh terjebak pada kompleksitas teknologi semata.
“Pengguna tidak peduli seberapa canggih teknologi di belakang layar. Mereka peduli apakah solusi itu berguna dan menyelesaikan masalah nyata,” tegas Master of Arts alumnus Design and Development of Digital Games, Game and Interactive Media Design, Columbia University ini.
Prinsip tersebut menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk Google yang melayani miliaran pengguna lintas budaya dan tingkat literasi digital.
BACA JUGA:Google Buka Fakta Baru Soal Korupsi Chromebook yang Seret Nama Nadiem Makarim
Juan menekankan dua filosofi kunci yang relevan bagi pembuat kebijakan dan enterprise: “less is more” dan “the details matter.”
Dalam skala masif, satu persen kegagalan bukan angka kecil.
"Ketika satu persen pengguna mengalami kesulitan, itu berarti jutaan orang. Di sinilah detail menjadi isu strategis, bukan sekadar teknis,” jelasnya.
Pandangan ini penting bagi pemerintah dan BUMN yang tengah membangun sistem digital berskala nasional, termasuk layanan publik berbasis AI.
BACA JUGA:Seret Nadiem, Kasus Google Cloud Masih di KPK, Kejagung Bilang Begini
Terkait pengambilan keputusan, Juan memposisikan data dan intuisi sebagai dua pilar yang saling melengkapi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: