Google Buka Fakta Baru Soal Korupsi Chromebook yang Seret Nama Nadiem Makarim
Eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (NAM) didakwa melakukan korupsi yang merugikan keungan negara senilai Rp 2,8 triliun. Adapun angka tersebut merupakan buntut kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook -Disway/Candra Pratama-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Google Indonesia angkat bicara usai terseret dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook yang diduga dilakukan oleh mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dan kawan-kawan.
Dalam pernyataan resminya, Google menyatakan tidak pernah menjanjikan dan memberi imbalan kepada pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
BACA JUGA:John Herdman Akui Komunikasi dengan 60 Pemain Timnas Indonesia, Termasuk Jay Idzes
BACA JUGA:Kalah, Pelatih Persija Sindir Gaya Main Persib: Mereka Andalkan Serangan Balik
Tak hanya itu, Google juga bilang bahwa pihaknya tidak pernah menjual atau memproduksi Chromebook secara langsung kepada pelanggan akhir serta menentukan harga.
"Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google," tulis Google dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 12 Januari 2026.
Google menjelaskan, telah melakukan investasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021.
Di mana sebagian besar investasi dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan.
BACA JUGA:John Herdman Resmi Diperkenalkan Sebagai Pelatih Timnas Indonesia: Keragaman adalah Kekuatan Tim!
"Investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang kami dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama kami dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanan kami," jelas Google.
Google mengemukakan, perannya hanya sebatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi (ChromeOS) serta alat pengelolaan kepada mitra-mitra.
Proses pengadaan, kata Google, dikelola sepenuhnya oleh produsen peralatan asli (Original Equipment Manufacturers/OEM) yang independen dan para mitra lokal.
"Ekosistem ini memastikan bahwa Kementerian Pendidikan menjaga kendali penuh dan transparansi atas pengadaan perangkat keras yang kompetitif dari pemasok lokal," tutur Google.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: