Bukber Bareng Alumni, Rektor UIN Jakarta Paparkan Tiga Fokus Utama Pengembangan Universitas
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, memaparkan tiga fokus utama pengembangan UIN Jakarta dalam momen Buka Puasa Bersama IKALUIN-Istimewa-
TANGSEL, DISWAY.ID - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, memaparkan tiga fokus utama pengembangan UIN Jakarta dalam momen Buka Puasa Bersama, Silaturahmi, dan Santunan yang digelar Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN) Pusat.
Iya berharap dukungan para alumni agar akselerasi pengembangan kelembagaan dan akademik UIN Jakarta bisa terus berjalan dengan baik.
BACA JUGA:Sultan Baktiar Tawarkan Solusi Tekan Biaya Politik yang Makin Mahal, Ini Caranya!
BACA JUGA:Finnet dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan bagi Pekerja Migran Indonesia
Kegiatan dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh alumni yang juga pimpinan di sejumlah lembaga. Di antaranya Ketua Umum IKALUIN Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, Sekretaris Jenderal IKALUIN Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof. Arskal Salim, Dirjen Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, Ketua Majelis Fatwa MUI Pusat Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, serta Rektor UIN Jakarta Periode 2014–2019 Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A.
Dalam momen tersebut, Prof. Asep menyampaikan bahwa pengembangan UIN Jakarta saat ini berfokus pada tiga hal utama, yakni penguatan reputasi keilmuan, akselerasi transformasi kelembagaan, dan rekognisi internasional.
BACA JUGA:Newcastle Terancam Kehilangan Tonali, Arsenal Siapkan Tawaran Rp1,7 Triliun!
BACA JUGA:Peduli Korban Laka Lantas, Tugu Insurance Gandakan Bantuan bagi Teman Disabilitas
Untuk penguatan reputasi keilmuan, Rektor Asep Jahar menegaskan pentingnya penguatan academic culture di lingkungan kampus. Menurutnya, budaya akademik yang kuat menjadi fondasi bagi lahirnya karya ilmiah, inovasi, dan tradisi intelektual yang berkualitas di lingkungan UIN Jakarta.
“Reputasi keilmuan membutuhkan academic culture yang mendukung. Ini yang terus kita perkuat di UIN Jakarta,” kata Asep Jahar dalam paparannya.
Di sisi transformasi kelembagaan, Rektor Asep Jahar menjelaskan bahwa perjalanan UIN Jakarta merupakan proses perubahan yang berkelanjutan. Transformasi tersebut dimulai dari Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA), kemudian menjadi IAIN, hingga berkembang menjadi universitas dengan status UIN.
Selain itu, secara tata kelola kelembagaan, UIN Jakarta juga terus mengembangkan status kelembagaannya dari satuan kerja (Satker), kemudian Badan Layanan Umum (BLU), dan saat ini tengah didorong menuju Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Badan Hukum (PTKN-BH).
BACA JUGA:Catat Tanggalnya! Jasa Marga Berlakukan Diskon Tarif Tol di GT Cikampek-Kalikangkung
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: