Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Imbas Serangan AS ke Venezuela
Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah meningkat tajam menyusul serangan Amerika Serikat ke Venezuela, seiring investor global berbondong-bondong mencari aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian pasa-disway.id-
JAKARTA, DISWAY.ID - Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah meningkat tajam menyusul serangan Amerika Serikat ke Venezuela, seiring investor global berbondong-bondong mencari aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian pasar keuangan.
Tak hanya emas, saham perusahaan energi besar, termasuk Chevron dan Exxon Mobil, melonjak tajam di New York setelah operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Reaksi awal pasar minyak pada Senin pagi relatif terbatas.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kekhawatiran lama mengenai kelebihan pasokan minyak global.
Harga emas naik 2,4%, harga perak melonjak sekitar 5% hingga lebih dari 76 per ons Dolar AS, dan tembaga naik sekitar 3%.
BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Selasa 6 Januari 2026 Meroket! UBS dan Galeri24 Kompak Naik Tajam
Emas kini berada di sekitar rekor tertinggi sepanjang masa, dengan harga 4.435 per ons Dolar AS.
“Investor sering beralih ke emas ketika berita utama terlihat suram atau mengkhawatirkan karena logam ini memiliki reputasi sebagai penyimpan nilai di masa ketidakpastian,” kata Russ Mould, direktur investasi di platform investasi AJ Bell dilansir dari CNBC.
Ipek Ozkardeskaya, analis senior di grup perbankan Swiss Swissquote, mengatakan bahwa tidak mengherankan logam-logam tersebut menikmati kenaikan yang positif.
Sepanjang tahun lalu, investor beberapa kali memindahkan dana ke aset safe haven, dengan harga logam mencatat rekor tertinggi sepanjang 2025 akibat gejolak pasar saham yang disebabkan oleh penerapan tarif oleh AS dan ketidakpastian geopolitik.
BACA JUGA:Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 5 Januari 2026, Terpantau Stagnan
Kenaikan harga logam juga menjadi kabar baik bagi perusahaan pertambangan dan persenjataan, yang termasuk di antara saham dengan kenaikan terbesar dalam indeks utama Inggris, FTSE 100, yang berisi daftar perusahaan paling bernilai di Bursa Efek London.
Indeks tersebut ditutup naik 0,5% pada level 10.004 poin.
Saham perusahaan energi BP dan Shell hanya mencatat kenaikan tipis, tetapi di seberang Atlantik, saham Chevron dan Exxon Mobil masing-masing naik sekitar 6% dan 4%.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: