Pasang Thermal Scanner, Kemenkes Perketat Penumpang dari Luar Negeri Cegah Sebaran Super Flu
Kementerian Kesehatan mulai memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk negara dengan memperbanyak thermal scanner di Bandara dan Pelabuhan-BBK Soekarno Hatta-
JAKARTA, DISWAY.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk negara.
Sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran Influenza A varian H3N2 atau yang mulai dikenal publik sebagai 'Super Flu', perangkat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di berbagai bandara dan pelabuhan internasional kembali diaktifkan.
Langkah ini diambil guna menyaring para pelaku perjalanan, baik warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI) yang baru pulang dari luar negeri, agar potensi penularan dapat dideteksi sejak dini.
"Pengawasan kita lakukan setiap hari dan setiap saat. Laporan kami dapatkan dari daerah-daerah melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan," ujar Aji Muhawarman selaku Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat konferensi pers, Rabu 7 Januari 2026.
"Sekarang sudah mulai diaktifkan lagi pemantauan di pintu masuk negara dengan thermal scanner," tambahnya.
Meski pengawasan diperketat, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan berarti kondisi kesehatan nasional sedang dalam status darurat seperti era pandemi lalu. Pemantauan ini lebih bersifat preventif untuk mengumpulkan data epidemiologis yang akurat.
BACA JUGA:Bea Cukai Bongkar 160 Juta Batang Rokok Ilegal di Pekanbaru, Nilai Rp 300 Miliar Tanpa Tersangka
BACA JUGA:Curanmor Bersenpi Beraksi di Slipi, Lepas Tiga Tembakan Kena Pedagang Beras: Motor Pelaku Ditinggal
Kemenkes mengandalkan jaringan sentinel ILI (Influenza Like Illness) dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection) yang tersebar di 88 Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit di seluruh Indonesia untuk memantau pergerakan virus secara real-time.
"Kita tidak bisa ujug-ujug menyamakan situasi saat ini dengan pandemi COVID. Situasinya berbeda, upayanya pun berbeda. Kita menyesuaikan dengan fakta di lapangan," ucap Aji.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: