Dari Sampah Jadi Cuan, 660 Kg Limbah Disulap Jadi Kerajinan Tangan
Sampah tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Cermati Fintech Group bersama bank sampah Kertabumi berhasil menyulap 660 kilogram limbah publikasi menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi--Cermati
JAKARTA, DISWAY.ID – Sampah tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Cermati Fintech Group bersama bank sampah Kertabumi berhasil menyulap 660 kilogram limbah publikasi menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi.
Inisiatif ini tak hanya menjadi langkah nyata pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang cuan dan pemberdayaan bagi masyarakat sekitar melalui prinsip ekonomi sirkular
Melalui ekosistem entitas yang mencakup Cermati, Cermati Protect, Cermati Invest, Indodana Finance, dan Indodana Fintech, Cermati Fintech Group berkontribusi dalam pengadaan mesin pengolah sampah anorganik di Kertabumi Recycling Center, Tangerang Selatan.
BACA JUGA:Blu Bersama Bluebird Group-Rekosistem Jalankan Model Baru Pengelolaan Sampah Modern
Selain dukungan mesin, Cermati Fintech Group juga turut berfokus pada pengelolaan sampah anorganik dari berbagai material operasional mulai dari kertas, kain, hingga plastik & impraboard.
Inisiatif program ini berhasil mengumpulkan hingga 660 kilogram dari sampah gabungan yang akan diolah kembali melalui tangan rekan-rekan kertabumi yang terampil, warga setempat yang tergabung dalam Karang Taruna dan PKK menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi.
Selanjutnya, kerajinan tangan ini akan dipasarkan di galeri dan juga melalui media sosial Kertabumi.
BACA JUGA:DLH DKI Bersihkan Jakarta dari 91,41 Ton Sampah Sisa Malam Tahun Baru 2026
Cermati Fintech Group sangat mengapresiasi komitmen Kertabumi bahwa setiap rupiah yang dihasilkan dari hasil penjualan akan diputar kembali untuk mendukung operasional dan kesejahteraan warga, memastikan bahwa roda ekonomi sirkular ini terus bergerak dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Program pengelolaan sampah ini menjadi langkah konkret bahwa visi besar perusahaan tidak hanya terbatas pada solusi finansial digital, tetapi juga mencakup kontribusi aktif bagi ekosistem keberlanjutan di Indonesia.
BACA JUGA:Indonesia Darurat Sampah, Perluasan TPA Tanpa Kesadaran Masyarakat Cuma Menunda Krisis
"Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis tidak boleh mengesampingkan tanggung jawab terhadap kelestarian alam dan lingkungan. Melalui pemanfaatan material branding menjadi produk fungsional, kami mengambil pendekatan kreatif untuk meminimalisir jejak karbon operasional dan memastikan material promosi kami memiliki siklus hidup yang lebih panjang dan bermanfaat," kata CEO Cermati Fintech Group, Andhy Koesnandar.
Direktur Utama Indodana Fintech, Ronny Wijaya, menambahkan inisiatif ini merupakan langkah nyata kami dalam membangun ekosistem teknologi finansial yang berkelanjutan.
"Kami ingin kehadiran solusi digital kami di masyarakat berjalan beriringan dengan dampak positif bagi kelestarian ekosistem alam, sehingga inovasi dan alam dapat tumbuh bersama secara harmonis," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: