Manchester United Tarik Kembali Ethan Wheatley dari Northampton Town
Manchester United resmi memanggil Ethan Wheatley, dari masa peminjaman di klub League One, Northampton Town-Tangapan Layar [email protected]
Amorim menerapkan sistem 3-4-3 yang kaku, menuntut gelandang bertahan dengan kekuatan fisik dan kemampuan bertahan tinggi demi melindungi tiga bek di belakang.
BACA JUGA:Man United Tawarkan Gaji 3 Kali Lipat kepada Solskjaer, Bonus Besar Jika Lolos Liga Champions
BACA JUGA:Link Live Streaming Arsenal vs Liverpool di Liga Inggris 2025/26
Skema tersebut justru menumpulkan keunggulan utama Mainoo, kontrol bola, ketenangan di bawah tekanan, serta kemampuan membawa permainan dari lini belakang melalui teknik dan kecerdasan bermain.
Mainoo bukan tampil buruk, ia hanya ditempatkan di peran yang tidak sesuai. Kini, dengan belenggu taktik tersebut telah dilepas, Manchester United justru membutuhkan profil seperti dirinya lebih dari sebelumnya.
Siapa pun pengganti Amorim, baik pelatih interim seperti Darren Fletcher maupun kandidat potensial semacam Michael Carrick atau Ole Gunnar Solskjaer, memahami betul nilai seorang gelandang pengatur tempo.
Terlebih jika Carrick kembali, Mainoo berpeluang menjadi poros permainan, bukan sekadar pelapis.
Legenda United, Dwight Yorke, memberikan pandangan yang menggugah, “Pemain terbaik tidak dipinjamkan.”
BACA JUGA:Dikritik Kurang Atraktif, Arne Slot Tegaskan Liverpool Tak Akan Jadi Tim Bertahan
BACA JUGA:Bom Transfer Liga Inggris: Arsenal Kejar Bintang AFCON Rp2 Triliun
Yorke sendiri tak pernah merasakan status pinjaman, dan ia memandang keputusan klub untuk mempertahankannya sebagai bukti kepercayaan dan pengakuan atas kualitasnya.
Bagi Mainoo, yang baru berusia 20 tahun namun sudah memiliki pengalaman reguler di Liga Premier dan bersama timnas Inggris, menerima peminjaman demi menit bermain justru bisa menjadi kemunduran secara mental.
Langkah itu seolah mengirim pesan bahwa ia belum cukup matang untuk bersaing di Old Trafford.
Bertahan di Manchester saat ini adalah bentuk pernyataan paling tegas.
Mainoo memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa tersingkirnya ia dari starting XI adalah kesalahan pendekatan manajerial, bukan akibat penurunan performa. Ini adalah momen untuk merebut kembali posisinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: