Subsidi Transjakarta Dipangkas Imbas Efisiensi APBD, Dishub DKI: Hanya Cukup Bertahan 9 Bulan
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, subsidi Transjakarta di 2026 hanya bisa mengkaver selama 9 bulan-disway.id/Cahyono-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, subsidi Transjakarta di 2026 mengalami penurunan imbas efisiensi APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Pada tahun ini subsidi Transjakarta yang harus ditanggung oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI sebesar Rp3,75 triliun.
Angka subsidi Transjakarta ini lebih rendah dari tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp4,1 triliun.
BACA JUGA:Cek Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 15 Januari 2026, Buruan Datang!
BACA JUGA:Identitas Korban Pembunuhan di Jakasampurna Bekasi Terungkap, Pelaku dan Korban Teman Lama!
Penurunan subsidi Transjakarta dikarenakan imbas adanya efisiensi APBD DKI 2026 hingga sebesar Rp10,54 triliun.
Sebelumnya APBD DKI Jakarta 2026 sebesar Rp81,32 triliun, dan ini jauh di bawah nilai APBD 2025 yang sebesar Rp91,86 triliun.
Syafrin mengatakan, subsidi tahun ini hanya bisa menanggung beban tarif penumpang Transjakarta hingga September 2026.
Diketahui, tarif Transjakarta yang sebesar Rp3.500 belum pernah mengalami kenaikan sejak tahun 2005.
Padahal jika tanpa subsidi tarif keekonomian Transjakarta berkisar diangka Rp13 ribu per penumpang.
BACA JUGA:Area Tambang Bogor Diduga Meledak, Kapolres: Akses Lokasi Masih Tertutup
BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Penumpang di Libur Isra Miraj, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk
"Untuk TransJakarta sendiri itu kami perhitungkan itu baru sekitar... bisa meng-cover sekitar 9 bulan," kata Syafrin dikutip Kamis, 15 Januari 2026.
Penambahan kekurangan subsidi Transjakarta kata Syafrin akan dibahas dalam APBD-Perubahan 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: