Dishub Soal Penutupan Exit Tol Rawa Buaya Pakai Rantai: Pengurai Kemacetan, Bukan Tindakan Liar

Dishub Soal Penutupan Exit Tol Rawa Buaya Pakai Rantai: Pengurai Kemacetan, Bukan Tindakan Liar

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengungkapkan jika penutupan Exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat untuk mengurai kemacetan-Dok. TMC Polda Metro Jaya-

Penutupan akses keluar tol menggunakan rantai tersebut diduga dimanfaatkan untuk menarik pungutan liar (pungli) ke pengendara oleh tiga tiga Pak Ogah. 

Dalam video terlihat tiga Pak Ogah berjaga sembari menunggu kendaraan yang hendak keluar melalui akses jalan yang dipalang rantai.

BACA JUGA:Pak Ogah yang Kerap Mangkal di Exit Tol Rawa Buaya Minta Maaf, Janji Gak Akan Pungli Lagi

BACA JUGA:Polisi Amankan 6 Pak Ogah yang Kerap Pungli di Exit Tol Rawa Buaya!

Warga yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, trio pak ogah itu sudah sering melakukan aksi pungli dengan menutup akses Exit Tol menggunakan rantai.

Para Pak Ogah itu menargetkan pungli pada kendaraan besar seperti truk barang.

"Sering pak ogah nongkrong di situ. Targetnya emang mobil gede kayak Truk, pikap atau wing boks. Mereka ada yang minta Rp10 Ribu, Rp20 Ribu macem-macem," kata warga sekitar di lokasi, Selasa, 13 Januari 2026.

Menurut warga tersebut, mereka akan membuka palang rantai apabila diberi uang sesuai permintaannya.

Keberadaan Pak ogah ini dinilai sangat meresahkan para sopir truk yang hendak melintasi jalan tersebut. 

"Sudah banyak laporan dari sopir-sopir, warga juga udah melapor. Tapi begitu terus, dulu udah ada yang ditangkap tapi mengulang lagi. Palang itu punya pihak tol, tapi dipakai mereka untuk pungli, dibuka kalau dikasih duit," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads