Waspada Jebakan Lobang Sepanjang Tol Tangerang - Merak, Rawan Kecelakaan Hingga Kerusakan Kendaraan
Kondisi jalan TOL Tangerang - Merak jelang Ramadhan dan libur lebaran mengalami kerusakan berupa jalanan yang berlubang dan ancaman banjir.-banten raya-
Hal senda jaga disampaikan oleh Hendra Gunawan bahwa kerusakan di beberapa titik sepanjang Tol yang bisa berdampak pada keselamatan pengguna jalan.
“Saya tidak hafal di titik mananya, tapi ada jalan yang berlubang, menurut saya itu harus segera diperbaiki,” ujarnya di Desa Sentul, Kecamatan Kragilan.
Gunawan juga menyampaikan kondisi banjir di Tol, jika tidak segera ditangani maka kondisi ini akan terus berlangsung dan kemacetan tidak akan dapat teratasi.
BACA JUGA:Bocoran Pengganti Wamenkeu Diungkap Istana: Harus Diisi oleh Orang yang Pantas
“Kalau keinginan kita segera diperbaiki supaya perjalanan aman dan nyaman. Dengan banyaknya yang berlubang gini kita harus jalan pelan,” jelasnya.
Kondisi jalan ini juga mendapatkan tanggapan dari Cahyo Hendro Atmoko yang merupakan Sekretaris Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten.
Menurut Cahyo, kerusakan dan banjir di Jalan Tol Tangerang-Merak berefek besar negatif terhadap pengusaha angkutan barang.
Dengan kondisi jalan rusak ini membuat durasi perjalanan semakin lama karena harus berjalan pelan dan hal ini akan membuat pengusaha angkutan rugi besar kerana bertambahnya durasi waktu perjalanan.
Cahyo berharap, provider tol PT Astra Tol diharapkan mencari solusi agar jalan bisa diatasi. Kondisi terjadi sifatnya tahunan, sehingga butuh solusi yang tepat.
BACA JUGA:Kunjungan ke PNM, Gubernur Maluku Utara Bagikan Inspirasi Perjuangan Perempuan
Kerusakan pada kendaraan akibat jalan yang rusak ini diamini oleh Irhamna selaku Humas Aptrindo Banten Irhamna.
Menurutnya kondisi jalan rusak membuat pengusaha harus mengeluarkan biaya ekstra karena kerusakan pada kendaraan akan lebih cepat dari perhitungan awal.
"Jalan rusak ini cepat membuat kaki-kaki atau per kendaraan rusak serta ban yang membuat pengusaha angkutan keluar biaya tambahan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: