Satu Pertemuan, Sejuta Perubahan: Kisah Ibu Murni dan Kakak Putih Biru
Pertemuan dengan petugas lapangan yang menggunakan baju putih biru kala melakukan sosialisasi pembiayaan usaha menjadi titik balik. -Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Semangat untuk berkembang dan memiliki usaha sendiri terus menyala di banyak perempuan Indonesia, yang berani memulai dari langkah kecil dengan harapan besar.
Dengan ketekunan dan dukungan yang tepat dan berkelanjutan, mimpi sederhana untuk membantu ekonomi keluarga dapat tumbuh menjadi usaha yang lebih berdampak besar bagi keluarga, dan masyarakat sekitar.
BACA JUGA:The Egypt Majesty Dinner Resmi Diluncurkan, HARRIS Puri Mansion Tawarkan Pengalaman Ramadan Berbeda
BACA JUGA:Don't Miss It, BRI Buka Rekrutmen BFLP Specialist 2026 Siapkan Talenta Muda Profesional Masa Depan
Pendekatan inilah yang terus didorong PNM melalui pendampingan usaha bagi jutaan perempuan prasejahtera agar mampu berdaya secara mandiri dan perlahan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Salah satu kisah itu tercermin dari perjalanan Ibu Murni, seorang ibu rumah tangga yang sejak lama berupaya membantu perekonomian keluarga.
Sejak 2012, ia mulai berjualan kue basah secara kecil-kecilan dari rumah. Namun pada 2017, usahanya sempat goyah dan berhenti berjualan karena kekurangan modal.
Pertemuan dengan petugas lapangan yang menggunakan baju putih biru kala melakukan sosialisasi pembiayaan usaha menjadi titik balik.
BACA JUGA:Gus Yaqut Ogah Komentari Soal Penetapan Tersangka Korupsi Haji: Saya Diperiksa Sebagai Saksi
BACA JUGA:Ketua OJK dan 2 Petinggi Lainnya Mengundurkan Diri Usai IHSG Anjlok 2 Hari
Dengan pinjaman awal sebesar Rp2 juta, Ibu Murni kembali menata usahanya. 9 Tahun kemudian, pembiayaannya telah berkembang menjadi Rp10 juta, seiring bertambahnya omset serta jenis produk yang dijual, mulai dari kue kering hingga inovasi terbaru berupa peyek koin.
Tak hanya berkembang dari sisi produksi, usaha Ibu Murni juga semakin tertata secara legalitas. Ia telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal untuk produknya.
Hal yang kerap luput dalam level usaha ultra mikro. Selain memperoleh modal, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan dan bazar yang difasilitasi PNM, yang membantunya memahami pengemasan, pemasaran, hingga perluasan jaringan pelanggan.
Ia mengatakan dirinya sangat bersyukur bisa bertemu PNM Mekaar. Dari yang awalnya bingung mencari modal, sekarang usahanya makin berkembang, dan memberikan kebermanfaatan bagi keluarganya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: