Konsisten Dampingi Batang Toru, PTPN IV Perluas Pemulihan Trauma Ibu dan Anak

Konsisten Dampingi Batang Toru, PTPN IV Perluas Pemulihan Trauma Ibu dan Anak

Pemulihan pascabencana di Batang Toru, Tapanuli Selatan, tak lagi semata berbicara soal bangunan rumah dan infrastruktur dasar.-dok disway-

“Ada tahapan yang juga akan melatih ibu-ibu dengan berbagai keterampilan yang produktif seperti menjahit hingga membuat kue. Harapannya tentu pulih lebih cepat bangkit lebih kuat,” tambahnya.  

Mengembalikan Rutinitas Anak

Salah satu fokus utama program adalah anak-anak. Pendekatan trauma healing dilakukan dengan mengembalikan rutinitas sederhana yang sempat terputus, salah satunya kembali bersekolah dengan perlengkapan yang layak.

Puluhan pasang sepatu sekolah baru dibagikan kepada anak-anak di sekitar Pondok Rangkul. Bagi orang dewasa, sepatu mungkin terlihat sebagai bantuan kecil. Namun bagi anak-anak penyintas bencana, sepatu baru adalah simbol dimulainya kembali langkah yang sempat terhenti.

Dameria, seorang guru setempat, menyebut perubahan itu tampak jelas di wajah murid-muridnya.

“Anak-anak kembali percaya diri. Mereka datang ke sekolah dengan senyum. Sepatu ini bukan hanya alas kaki, tetapi semangat baru,” ujar Dameria dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA:5 Jenazah Ditemukan Kembali, 15 Korban Longsor Cisarua Masih Dicari

BACA JUGA:Klarifikasi Ibu Merokok Bawa Anak Saat Boncengan Naik Motor Malahan Dirujak Netizen: Tolong Filternya Kurangin!

Nutrisi di Masa Transisi

Selain anak-anak, perhatian juga diberikan kepada ketahanan fisik warga secara umum. Paket bantuan nutrisi dibagikan untuk membantu masyarakat menjaga stamina di tengah proses pemulihan dan persiapan pindah ke hunian baru.

Kepala Desa Simatohir, Junaidi Pohan, menilai bantuan tersebut tepat sasaran di masa transisi yang penuh tantangan.

“Warga butuh tenaga dan kesehatan untuk memulai lagi. Bantuan nutrisi ini sangat membantu kami agar tetap kuat menjalani proses pemulihan,” kata Junaidi.

Pendekatan Holistik

Pendiri BenihBaik.com, Andi F. Noya, yang turut hadir di lokasi, menilai pendekatan yang dilakukan PTPN IV PalmCo sebagai contoh penanganan pascabencana yang holistik.

Menurut dia, pemulihan psikologis tidak bisa dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar.

“Mendampingi penyintas dengan Psychological First Aid, lalu memperkuatnya dengan bantuan nyata seperti nutrisi dan perlengkapan sekolah, inilah model ideal pemulihan,” ujar Andi.

Program pendampingan di Pondok Rangkul sendiri dirancang berlangsung hingga April 2026 dengan melibatkan psikolog profesional dari Yayasan Pulih. Konsistensi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyebut peran PTPN IV PalmCo telah melampaui fungsi korporasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads