Menteri PU Bantah Terlibat Doxing Dosen UGM: Demi Allah, Demi Rasulullah Enggak Ada!
Menteri Pekerjaan Umum (PU) membantah tudingan dirinya terlibat dalam praktik doxing atau penyebaran identitas pribadi dosen UGM usai mengomentari twit sebuah akun X soal mutasi seorang ASN Kementerian Pekerjaan Umum (PU). -Disway/Anisha Aprilia-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membantah tudingan dirinya terlibat dalam praktik doxing atau penyebaran identitas pribadi dosen UGM usai mengomentari twit sebuah akun X soal mutasi seorang ASN Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Ia mengaku bahkan baru mengetahui istilah tersebut setelah dijelaskan oleh wartawan.
BACA JUGA:Hotman Paris Minta Maaf Usai Semprot Wartawan 'Lu Punya Otak Gak?', Ngaku Tersulut Emosi
"Saya ini pegiat media sosial enggak. Gimana saya tahu arti kata doxing ini. Mbak yang jelasin. Nggak ngerti saya gitu-gitu," kata Menteri PU kepada wartawan, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menegaskan tidak pernah melakukan tindakan yang dituduhkan kepadanya. Bahkan, ia menyampaikan bantahannya dengan sumpah.
"Demi Allah, demi Rasulullah, saya ini... padahal saya bilang, saya ini kan masih muslim kan. Terus saya bilang demi Allah, demi Rasulullah saya bohong kan enggak mungkin lah. Ya, enggaklah, enggak ada, enggak ada," ujarnya.
BACA JUGA:Lirik Lagu Natural - BTS dan Terjemahan Bahasa Indonesia, Rilis MV Eksklusif di Spotify
Sebelumnya, Nabiyla Risfa Izzati, dosen Hukum Ketenagakerjaan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), menerima pesan bernada ancaman dan doxxing dari nomor tak dikenal pada Kamis, 16 Juli 2026.
Pesan itu dikirim setelah Nabiyla mengomentari twit sebuah akun X soal mutasi seorang ASN Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Pengirim pesan tersebut meminta saya menghapus postingan di media sosial X berikut: https://x.com/i/status/2075790577590051298 karena dianggap telah menimbulkan kegaduhan," ucap Nabiyla.
Menanggapi dugaan intimidasi dan doxing tersebut, Nabiyla melalui firma hukum yang ditunjuknya telah melayangkan somasi kepada pemilik nomor yang mengirimkan pesan.
"Terhadap tindakan pengancaman dan doxing ini, saya telah melayangkan somasi kepada pemilik/pengguna nomor ponsel tersebut melalui sebuah firma hukum. Somasi sudah terkirim ke nomor ponsel tersebut dan belum ada tanggapan lebih lanjut dari yang bersangkutan," tutup Nabiyla.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: