Tajdid Tata Kelola NU: Antara Modernisasi, Profesionalisme, dan Kapasitas

Tajdid Tata Kelola NU: Antara Modernisasi, Profesionalisme, dan Kapasitas

KH Imam Jazuli,pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia, Cirebon.-Dokumentasi Pribadi-

BACA JUGA:KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

Pasca-Muktamar, timses harus melebur kembali, dan pengurus yang terpilih wajib merangkul pihak-pihak yang kompeten, meskipun berbeda kubu. Tajdid tata kelola organisasi adalah usaha untuk mengembalikan NU pada fungsinya yang hakiki: berkhidmat kepada umat. Selama jam'iyyah tetap berpijak pada ilmu, adab, dan keikhlasan khidmah, serta berani menata diri secara jujur, NU akan tetap menjadi rumah besar umat.

Modernisasi administrasi, profesionalisme, dan penguatan ranting bukan semata-mata soal teknis, melainkan wujud tanggung jawab menjaga warisan ulama (warasatul anbiya) agar tetap relevan, responsif, dan bermartabat dalam menjawab tantangan zaman. Siapapun nahkoda PBNU tajdid tata kelola adalah program prioritas. Wallahu'alam bishawab.

*) Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads