Ekonomi Indonesia 2025 Kuat, Pemerintah Bidik 5,6 Persen pada 2026 Lewat Akselerasi Program Prioritas
Acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang diselenggarakan hari ini di Gedung Danantara, Jakarta, dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan dihadiri oleh para Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, pimpinan asosiasi duni-Dok.ekon.go.id-
Program MBG telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat dengan belanja harian Rp900 miliar melalui 23.222 SPPG di 38 provinsi.
Kajian BPS menunjukkan serapan anggaran Rp43,28 triliun menghasilkan dampak ekonomi Rp294,08 triliun (pengganda 1:7), menggerakkan konsumsi rumah tangga, investasi alat produksi, dan belanja pemerintah secara simultan.
Sementara itu, Program Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih mendorong kenaikan pendapatan rata-rata desa sebesar +25% per tahun dengan estimasi kontribusi +0,5% terhadap PDB nasional, memperkuat perputaran ekonomi lokal dan stabilitas harga.
BACA JUGA:Prabowo Ungkap Fakta Mengejutkan, 10 Tahun Dana Desa Banyak Tak Sampai ke Rakyat
BACA JUGA:Anggaran MBG Triwulan 1 2026 Diprediksi Serap Rp 60 Triliun, Ini Kata Ekonom Celios
Lebih lanjut, kebijakan fiskal menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan dan stabilitas ekonomi.
APBN 2026 diarahkan untuk ekspansif mendorong ekonomi namun tetap terukur, dengan defisit fiskal dijaga di bawah 3%.
Penerimaan pajak pada Januari 2026 menunjukkan sinyal positif dengan pertumbuhan 30,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, memperkuat keyakinan bahwa konsolidasi fiskal berjalan sesuai rencana.
“Dengan langkah kebijakan yang pas yang dipimpin oleh Bapak Presiden, kita berhasil membalik arah ekonomi.Belanja negara kuartal I-2026 akan mencapai Rp809 triliun, kami keluarkan semua belanja yang mungkin di kuartal pertama untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kita akan ekspansi sampai 2033, jadi tidak usah takut, prospek jangka menengah kita sangat baik,” tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam mengakselerasi pertumbuhan, pembiayaan di luar APBN memiliki peran strategis.
BACA JUGA:Prabowo Ungkap Fakta Mengejutkan, 10 Tahun Dana Desa Banyak Tak Sampai ke Rakyat
BACA JUGA:Anggaran MBG Triwulan 1 2026 Diprediksi Serap Rp 60 Triliun, Ini Kata Ekonom Celios
Danantara menjalankan proyek hilirisasi lintas sektor mineral, energi, serta pangan dan agrikultur dengan total investasi USD ~26 miliar yang berpotensi menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja.
Enam proyek telah di-groundbreaking-kan per 6 Februari 2026 senilai USD 7 miliar, dan akan dilanjutkan 14 proyek lainnya senilai USD ~19 miliar.
Danantara juga mempersiapkan proyek investasi strategis lain di tahun 2026, mulai dari fasilitas Waste to Energy di 33 kota, DC Platform bersama operator global, fasilitas kampung haji di Mekkah, hingga pengembangan industri perfilman dan kreatif berskala internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: