Tips Berolahraga ala Dokter Bernadette Laura agar Tubuh Tetap Bugar saat Berpuasa
Tips Berolahraga ala Dokter Bernadette Laura agar Tubuh Tetap Bugar saat Berpuasa-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Berolahraga saat berpuasa tetap aman dilakukan selama waktunya tepat dan jenis aktivitasnya disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Hal ini disampaikan Bernadette Laura, Spesialis Kedokteran Okupasi dari Siloam Hospitals TB Simatupang, yang membagikan sejumlah tips agar masyarakat tetap bugar tanpa mengganggu kesehatan selama Ramadan.
BACA JUGA:Banyak Alumni LPDP Pilih Berkarier di Luar Negeri, CERDAS: Tak Perlu Merasa Berutang ke Negara
BACA JUGA:Firman Soebagyo Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap India: Merusak Industri Dalam Negeri!
Bernadetre menambahkan pada dasarnya semua waktu olahraga memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, ada beberapa waktu yang dinilai lebih aman. Menjelang berbuka puasa, sekitar 30–60 menit sebelumnya, cocok untuk olahraga ringan seperti jalan santai atau peregangan.
“Keuntungannya, kalau mulai haus atau lemas, kita bisa langsung rehidrasi saat berbuka. Tapi memang energi sudah menurun karena seharian berpuasa,” ujar dia, di Jakarta, MInggu, 22 Februari 2026.
Pilihan waktu berikutnya adalah 1–2 jam setelah berbuka. Ini dinilai paling optimal karena tubuh sudah mendapat asupan makanan dan cairan, sehingga tenaga lebih stabil. Intensitas olahraga pun bisa sedikit ditingkatkan. Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya memberi jeda antara makan dan olahraga agar pencernaan tidak terganggu.
Sementara itu, olahraga setelah sahur diperbolehkan, tetapi kurang direkomendasikan karena jarak menuju waktu berbuka masih panjang.
Jika tetap dilakukan, sebaiknya hanya aktivitas ringan seperti stretching.
BACA JUGA:MUI Kritik Keras Kebijakan Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal
Untuk jenis olahraga, Bernadetre menekankan tidak perlu memaksakan diri. Jalan cepat, bersepeda, berenang, atau latihan beban ringan masih aman dilakukan.
Yang terpenting adalah menjaga hidrasi dan asupan nutrisi yang cukup. Ia juga menyarankan menghindari latihan berintensitas tinggi seperti HIIT saat tubuh sedang berpuasa.
Selain itu, masyarakat perlu waspada terhadap tanda bahaya saat berolahraga, seperti jantung berdebar, nyeri dada, sesak napas, hingga pusing atau lemas. Jika gejala muncul, segera hentikan aktivitas dan istirahat.
“Dengarkan sinyal tubuh. Tujuan olahraga saat puasa adalah menjaga kebugaran, bukan memaksakan performa,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: