Jakarta Impor 7.500 Sapi dari Australia, Penuhi Kebutuhan Daging Selama Ramadan-Idul Fitri
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimpor ribuan sapi dari Australia untuk memenuhi kebutuhan daging selama periode Ramadan-Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi-Disway.id/Cahyono-
JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimpor ribuan sapi dari Australia untuk memenuhi kebutuhan daging selama periode Ramadan-Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerima langsung sapi impor dari Australia yang tiba di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin, 23 Februari 2026.
BACA JUGA:Gunakan Jet Pribadi Saat Kunker ke Sulsel, Menag Klarifikasi ke KPK
BACA JUGA:Dirut TVRI Mengundurkan Diri, Pamitan via Zoom
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengatakan, pihaknya total mengimpor sapi dari Australia sebanyak 7.500 ekor yang akan dikirim secara bertahap.
Dari totol sapi yang diimpor dari Australia, hingga sekarang ini baru 3.500 ekor yang sudah diterima.
Kata Pramono pihaknya melalui Perumda Dharma Jaya sengaja membeli sapi dari Australia untuk memenuhi kebutuhan daging selama periode Ramadan-Idul Fitri 2026.
"Maka dengan adanya sapi dari Australia ini saya meyakini bahwa kebutuhan daging terutama untuk di Jakarta mudah-mudahan betul-betul bisa terjaga," kata Pramono usai menerima sapi impor dari Australia di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok.
BACA JUGA:Festival Imlek 2577 Bareng Ramadan, Usung Harmoni hingga Ada Bazar Takjil
BACA JUGA:Massa Geruduk KPK, Minta Oknum Staf Ahli Kementerian Diperiksa atas Dugaan Gratifikasi
Pramono mengungkapkan, selain cabai, minyak, dan beras, daging sapi menjadi salah satu bahan pangan utama yang biasanya mengalami inflasi selama periode Ramadan-Idul Fitri.
Untuk mencegah kenaikan harga akibat kelangkaan, politisi PDI Perjuangan itupun memutuskan untuk membeli sapi dari negeri kanguru tersebut.
Pasalnya stok sapi dari dalam negeri terbilang kurang untuk dapat memenuhi kebutuhan daging di Jakarta.
"Mudah-mudahan di Jakarta tidak mengalami kenaikan yang signifikan," harapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: