Siswa Sekolah Rakyat Jadi Atlet Karate, Beradaptasi Lebih Disiplin

Siswa Sekolah Rakyat Jadi Atlet Karate, Beradaptasi Lebih Disiplin

Impian Ayu Rayyanah atau Rayya (15), siswi kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur, untuk menjadi atlet Karate bakal terwujud di Sekolah Rakyat-Istimewa-

SURABAYA, DISWAY.ID - Menjadi atlet karate selalu menjadi impian Ayu Rayyanah atau Rayya (15), siswi kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur.

Rayya pun pintar beradaptasi dengan nilai-nilai kedisiplinan di Sekolah Rakyat.

BACA JUGA:Dasco Minta Impor 105 Ribu Pikap dari India Ditunda: Tunggu Pak Prabowo Pulang!

BACA JUGA:Dirut TVRI Mengundurkan Diri, Pamitan via Zoom

"Senang sih, soalnya kayak buat pengalaman baru. Jadi bisa ketemu teman-teman, bisa mandiri, terus bisa meringankan orang tua juga," kata Rayya di SRMA 21 Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Bungsu dari empat bersaudara ini memang langsung antusias ketika pertama kali mendengar kabar dirinya memenuhi persyaratan masuk Sekolah Rakyat. Meski, masa awal di asrama Sekolah Rakyat, diakuinya memang tak mudah.

Ia harus hidup bersama teman-teman baru yang datang dari latar belakang berbeda.

"Kadang enggak bisa nyambung, atau enggak bisa menerima kita," ujarnya mengenang masa adaptasi.

Butuh waktu sekitar sebulan bagi Rayya untuk merasa benar-benar nyaman. Lama-kelamaan ia belajar mengenal karakter teman-temannya dan menemukan ritme hidup baru di tempat yang mengharuskannya bangun setiap pukul 03.00 WIB.

BACA JUGA:Festival Imlek 2577 Bareng Ramadan, Usung Harmoni hingga Ada Bazar Takjil

"Awal-awal itu susah banget. Masih ngantuk, harus mandi pagi-pagi banget, dingin. Tapi karena bareng teman-teman, jadi seru," katanya.

Rayya mulai bisa beradaptasi dengan jadwal dan suasana belajar Sekolah Rakyat. Ia justru mulai betah karena suasana belajarnya berbeda dengan di rumah. Pasalnya, ia justru lebih mudah memahami pelajaran saat diajari guru-guru Sekolah Rakyat.

"Guru-gurunya asyik-asyik, seru-seru. Jadi menangkap pelajaran itu cepat. Kadang di sela pelajaran, ada ice breaking atau bercanda bareng. Jadi enggak tegang," katanya.

Hal paling berkesan selama tinggal di asrama baginya yaitu tumbuhnya rasa kebersamaan serta berbagi. "Di sini kita saling merangkul. Kalau ada masalah, cerita. Kalau senang, bareng-bareng. Jadi walaupun belajar, tetap banyak senangnya," jelas Raya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads