Percepat Transformasi Digital, PTPN IV PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun
Pasca-merger, PTPN IV PalmCo mempercepat langkah digitalisasi dengan melatih dan mensertifikasi ratusan karyawan sebagai operator drone untuk mendukung pengelolaan kebun sawit berbasis data.-dok disway-
Anomali di afdeling dapat diidentifikasi lebih cepat, sehingga respons penanganan menjadi lebih terukur.
Menurut Jatmiko, integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) juga tengah dikembangkan untuk memperkuat sistem analitik.
“Ini fondasi strategis untuk mewujudkan perusahaan agrikultur kelas dunia dengan tata kelola yang presisi dan modern,” katanya.
Langkah digitalisasi PalmCo itu juga mendapat perhatian dari Danantara. Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro menyatakan dukungan terhadap strategi bisnis sawit terintegrasi yang dijalankan perusahaan, terutama dalam konteks penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi nasional.
Sementara itu, Managing Director Risk Management Danantara Riko Banardi, yang sempat meninjau langsung implementasi sistem Agroview pada Januari lalu, menilai integrasi mekanisasi, digitalisasi, dan pengembangan SDM berjalan selaras.
“Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan perusahaan menyelaraskan aspek mekanisasi, digitalisasi, dengan pengembangan SDM,” ujar Riko.
BACA JUGA:Siswa Sekolah Rakyat Jadi Atlet Karate, Beradaptasi Lebih Disiplin
BACA JUGA:Dasco Minta Impor 105 Ribu Pikap dari India Ditunda: Tunggu Pak Prabowo Pulang!
Di tengah tuntutan global terhadap praktik perkebunan berkelanjutan, pendekatan berbasis teknologi dinilai menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan. Transparansi data dan akuntabilitas operasional menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri sawit nasional.
Sejatinya langkah seperti yang ditempuh PalmCo dapat menjadi model bagi transformasi BUMN sektor agrikultur lainnya. Namun, konsistensi implementasi dan peningkatan kapasitas SDM tetap menjadi tantangan utama.
Bagi PalmCo, investasi pada pelatihan drone dan sistem digital disebut sebagai investasi jangka panjang.
“Digitalisasi adalah kunci keberlanjutan perusahaan. Dengan sinergi teknologi dan SDM unggul, produktivitas bisa ditingkatkan secara berkelanjutan,” kata Jatmiko.
Transformasi ini menandai babak baru pengelolaan perkebunan sawit nasional—di mana keputusan tidak lagi semata bertumpu pada pengalaman lapangan, melainkan pada data yang terukur dan terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: