Bali Dilanda Cuaca Buruk, BPBD Catat 76 Titik Terdampak
BPBD Provinsi Bali mencatat 76 titik kejadian bencana hidrometeorologi di seluruh Bali pada Selasa, 24 Februari 2026 hingga pukul 15.30 WITA.-Dok. Basarnas-
• Penanganan senderan jebol di Gatsu Timur;
• Penyedotan banjir di RS BMC;
• Pemantauan tinggi muka air Tukad Badung serta memastikan pintu air hilir dalam kondisi terbuka dan terpantau.
Hingga pukul 15.30 WITA, dampak yang ditimbulkan bersifat lokal dan terkendali. Sebanyak 350 warga menjalani evakuasi sementara, sementara pendataan bangunan rusak dan terendam masih berlangsung. Tidak terdapat laporan korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyatakan hujan sangat lebat selama dua hari menjadi faktor dominan meningkatnya debit sungai dan genangan perkotaan, khususnya di wilayah dengan kepadatan aktivitas masyarakat yang tinggi. “Berdasarkan hasil pemantauan dan upaya penanganan di lapangan, dampak yang ditimbulkan akibat kejadian cuaca ekstrem ini bersifat lokal dan terkendali,” ujarnya.
Ia juga mencatat adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pada sebagian besar lokasi terdampak, volume sampah yang menyertai banjir relatif sangat kecil.
“Kondisi ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga saluran air dan lingkungan sekitar, sehingga membantu meminimalkan dampak genangan,” katanya.
BPBD menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut karena kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko banjir, terutama di wilayah perkotaan.
BACA JUGA:Hujan Lebat Guyur Bali, 5 Penerbangan Bandara Ngurah Rai Terdampak
Seiring potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari kedepan berdasarkan informasi BMKG, Bhusana mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Serta menghindari aktivitas di bantaran sungai saat hujan lebat, menjaga kebersihan saluran air, juga terus meng-update informasi resmi dari BPBD dan BMKG. “BPBD Provinsi Bali terus melakukan pemantauan situasi dan koordinasi lintas sektor guna memastikan respons cepat serta meminimalkan risiko lanjutan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: