Kemenag Gandeng British Council, 720 Guru Madrasah Disiapkan Tembus Panggung Dunia
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, secara resmi menutup program Continuing Professional Development (CPD) bagi guru Bahasa Inggris Madrasah di Jakarta. --Moh. Purwadi
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Amien Suyitno, dalam laporannya menjelaskan bahwa program pelatihan intensif ini berlangsung selama delapan minggu, terhitung sejak 1 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026.
Sebanyak 720 guru Bahasa Inggris pilihan dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) dari seluruh pelosok Nusantara telah berpartisipasi aktif.
Pelatihan tersebut tidak hanya fokus pada kemahiran bahasa secara tekstual, tetapi juga dirancang secara terstruktur untuk memperkuat kemampuan pedagogis (metode mengajar) yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
BACA JUGA:5 Fakta Siswa Madrasah di Tual Tewas Usai Dianiaya Oknum Brimob, Korban Dituding Balap Liar
"Program ini menyasar ratusan guru, namun efek dominonya ditargetkan menjangkau ribuan ruang kelas dan komunitas pendidikan yang lebih luas. Penguatan kompetensi ini bertujuan memberdayakan guru agar lebih siap membimbing siswa di dunia yang saling terhubung, namun tetap teguh memegang identitas dan nilai-nilai luhur madrasah," jelas Amien Suyitno.
Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata Kemenag dalam meningkatkan standar kualitas pendidikan Islam agar memiliki daya tawar yang lebih kuat di kancah internasional.
Menutup rangkaian acara, Menag berharap kolaborasi dengan Pemerintah Inggris dan British Council ini tidak bersifat seremonial belaka, melainkan terus tumbuh dan memberikan manfaat timbal balik yang berkelanjutan bagi kedua bangsa.
BACA JUGA:Siswa Madrasah Tewas Dianiaya Oknum Brimob Polda Maluku, Sempat Dituduh Balapan Liar
Harapan senada disampaikan Dirjen Pendis yang menginginkan kemitraan pendidikan ini semakin dalam secara substansi dan meluas dalam skala jangkauan di tahun-tahun mendatang.
Acara diakhiri dengan pemberian apresiasi kepada perwakilan peserta dan penegasan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Inggris dalam mentransformasi sistem pengembangan guru madrasah di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: