Potret Limbah Thrifting Tembus 68,4 Ton per Hari, Pengamat: Arus Belanja Bergeser
Para pedagang pakaian thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, sedang menjajakan barang dagangannya.-Candra/Disway.id-
"Lalu buat segmentasi harga yang jelas antara 'Lebaran-ready' dan 'butuh perbaikan' agar setiap item tetap menemukan pembeli," tambah Syafruddin.
Selain itu, masih kata Syafruddin, pedagang juga perlu menggeser model bisnis ke fesyen sirkular domesti, konsinyasi, preloved lokal, dan kurasi berbasis kualitas.
"Agar usaha tetap hidup saat suplai impor ilegal menyusut, sekaligus menangkap minat thrifting yang masih kuat di pasar," tukasnha.
Pengakuan Pedagang Thrifting: Sepi, Penglaris Nggak Sampai
Di lain sisi, pedagang thrifting di Pasar Senen, mengaku tren membeli baju lebaran di tahun ini belum begitu terlihat dibanding periode lalu.
"Wah ini tahun ini merosot betul, tahun ini memang belum kelihatan (hasilnya). Kadang-kadang nggak ngelarisan kita," ucap Ucok pedagang thrifting.
Ucok bilang, di tahun 2025 lalu, puasa baru berjalan satu mimggu, pembeli sudah mulai ramai berdatangan ke lapaknya.
Sedangkan di tahun ini, asa tersebut memang masih ada. Namun hilal (pengunjung) belum terlihat.
"(2026) Menjerit iya, kadang ngelarisan juga nggak. bukan kita aja sih, sama sih semua, Semua kadang ngelarisan juga nggak. Banyak ini, mesti banyak kejadian Yang nggak ngelarisan, banyak, mesti banyak," umgkapnya.
Pewarta: Cahyono & Candra Aditya Pratama
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: