Konflik Timur Tengan Memanas, Jimly Usul Indonesia Tangguhkan Keanggotaan Board of Peace
Jimly menilai penangguhan sementara dapat menjadi langkah diplomatik yang tepat hingga situasi global lebih stabil.-Disway/Anisha Aprilia-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengusulkan agar Indonesia menangguhkan sementara keanggotaan dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) menyusul memanasnya konflik internasional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Usulan itu ia sampaikan usai sejumlah pihak mengaitkan dengan Board of Power.
BACA JUGA:DJP Buka Suara soal Pajak THR 2026, Ini Alasannya!
“Saya rasa ada baiknya juga sesudah terjadi perang ini. Banyak orang mengaitkan bahwa ini bukan Board of Peace, tapi Board of Power,” kata Jimly kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menilai penangguhan sementara dapat menjadi langkah diplomatik yang tepat hingga situasi global lebih stabil.
Ia menyarankan Indonesia menunda kewajiban keanggotaannya hingga dua kondisi terpenuhi. Pertama, sampai konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mereda. Kedua, hingga ada kepastian mengenai pengakuan Israel terhadap kemerdekaan Palestina.
“Nah, kalau sudah ada kepastian, baru kita aktif lagi,” ujarnya.
BACA JUGA:10 Alternatif Google Play Store yang Wajib Dicoba Pengguna Android
BACA JUGA:Lapangan Padel di Perumahan Nego Perpanjang Jam Operasional, Pramono: Kami Tolak!
Ia menjelaskan Indonesia tidak perlu keluar dari forum tersebut, tapi menurutnya ada sejumlah langkah yang bisa dipertimbangkan pemerintah dalam menyikapi situasi global yang berkembang.
“Bukan mundur. Kita tetap saja di situ, hanya menunda kewajiban keanggotaannya,” jelasnya.
Selain itu, Jimly juga menilai Indonesia memiliki peran strategis sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia untuk membantu menjembatani potensi konflik di dunia Islam.
Ia berharap Indonesia dapat mendorong dialog dan meredakan ketegangan yang berpotensi memecah belah negara-negara Muslim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: