Siapa Mojtaba Khamenei? Putra Ali Khamenei yang Mendukung Strategi 'Poros Perlawanan'
Mojtaba Khamenei Diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru di Tengah Ketegangan Perang---dok. iMArabic
Dalam kehidupan pribadi, Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri dari mantan ketua parlemen Iran Gholam-Ali Haddad-Adel. Pasangan ini memiliki tiga anak.
Tragedi keluarga sempat terjadi ketika Zahra dan salah satu anak mereka dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi pada 28 Februari di kediaman Ali Khamenei.
Karena kehidupannya yang sangat tertutup dan berada di bawah pengamanan ketat, informasi resmi mengenai aktivitas Mojtaba selama ini relatif terbatas.
Kedekatan dengan Faksi Konservatif Iran
Secara ideologis, Mojtaba dikenal dekat dengan ulama garis keras Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi, yang selama hidupnya menjadi tokoh penting di balik ideologi kelompok ultrakonservatif Iran.
Pengaruh Mesbah-Yazdi terlihat dalam pandangan politik Mojtaba yang cenderung mendukung model negara dengan kekuasaan kuat di tangan lembaga yang ditunjuk, bukan lembaga yang dipilih melalui pemilu.
Pandangan ini terlihat jelas pada masa pemerintahan presiden Ebrahim Raisi, ketika sejumlah tokoh moderat seperti Ali Larijani perlahan tersingkir dari panggung politik.
Mojtaba juga disebut sebagai salah satu figur yang mendukung kebangkitan politik mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad pada pemilu 2005 serta mempertahankan kekuasaannya setelah pemilu 2009 yang kontroversial.
BACA JUGA:Konflik AS–Israel vs Iran Disebut Masuk Fase Perang Hibrida, Dunia Diminta Waspada
Pandangan Politik Luar Negeri dan Poros Perlawanan
Dalam kebijakan luar negeri, Mojtaba dikenal memiliki sikap sangat skeptis terhadap negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat.
Ia diyakini mendukung strategi geopolitik yang dikenal sebagai “Poros Perlawanan”, yakni jaringan aliansi regional Iran yang bertujuan memperluas pengaruh Teheran di Timur Tengah.
Pendekatan ini menekankan pentingnya mempertahankan kekuatan militer dan politik Iran di kawasan serta menolak kompromi dengan pemerintah Barat.
Meski jarang tampil di depan publik, Mojtaba sering disebut dalam berbagai laporan politik sebagai tokoh yang memiliki peran penting dalam penanganan demonstrasi di Iran.
Selama Iranian Green Movement, ia disebut sebagai salah satu figur yang mengawasi respons pemerintah terhadap aksi protes besar setelah pemilu presiden 2009.
Namanya kembali muncul dalam pemberitaan saat gelombang demonstrasi besar terjadi pada 2022, ketika media yang dekat dengan pemerintah menggambarkannya sebagai tokoh penting dalam menjaga stabilitas internal negara.
BACA JUGA:3 Depot Minyak Iran Diserang Israel, Api Besar Membumbung Tinggi
Dukungan dan Kritik terhadap Kepemimpinan Mojtaba
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: