Subsidi Berat, Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Bakal Naik hingga Rp15 Ribu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menetapkan tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta) sebesar Rp3.500-disway.id/Cahyono-
Melalui layanan Transjabodetabek SH2 ini diperkirakan sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang dapat terlayani setiap hari.
Target tersebut mengacu pada pengalaman rute sebelumnya, seperti Blok M–Bogor, yang awalnya ditargetkan melayani 2.000 penumpang per hari.
Namun, pada hari libur jumlah penumpangnya kini bisa mencapai lebih dari 8.500 orang dengan rata-rata harian di atas 7.000 penumpang.
BACA JUGA:Proyek Galian di Jakarta Tak Ada Habisnya, PAM Jaya Beberkan Alasannya
BACA JUGA:Sadis! Komplotan Rampok Serang SPBU Babelan, 5 Pegawai Dipukuli dan Disekap
Sebagai informasi, estimasi waktu perjalanan dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta akan memakan waktu sekitar 121 menit dengan panjang lintasan mencapai 65,1 kilometer.
Sebanyak 14 unit bus akan dioperasikan pada rute ini, dengan 13 titik pemberhentian di wilayah Jakarta dan 10 titik pemberhentian di luar Jakarta.
Bus beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 dengan waktu tunggu (headway) sekitar 10–20 menit.
Untuk titik pemberhentian di Bandara Soetta, Transjabodetabek hanya melayani penumpang hingga Stasiun Kalayang (Skytrain).
Untuk menuju ke terminal keberangkatan (1, 2, dan 3) Bandara Soetta, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan skytrain secara gratis.
BACA JUGA:Libur Nyepi dan Lebaran 2026 Aturan Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Seminggu, Catat Tanggalnya
BACA JUGA:Tak Sekadar Ukur Kepuasan, Bupati Bogor Jadikan Survei Publik Dasar Perencanaan Pembangunan
Sementara untuk titik pemberhentian di Blok M, penumpang akan diturunkan di Terminal Blok M, jalur 6.
Rute baru ini sambung Pramono merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi bagi masyarakat.
Kehadiran rute ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menuju bandara dari Blok M sebagai area Transit Oriented Development (TOD) tanpa harus berganti moda transportasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: