Agar Mudik Aman, Jasa Marga Kebut Pekerjaan Preservasi Seluruh Ruas Jalan Tol
PT Jasa Marga terus mengebut persiapan infrastruktur jelang Mudik Lebaran 2026 dengan mempercepat pekerjaan preservasi-Dok. Jasa Marga-
Secara teknis, pekerjaan preservasi meliputi scraping, filling, dan overlay (SFO) untuk memulihkan kualitas permukaan jalan, penanganan cepat terhadap lubang (patching), serta penguatan struktur perkerasan pada titik-titik yang terdampak beban kendaraan ODOL. Selain itu, Jasa Marga juga melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase guna mencegah genangan akibat curah hujan tinggi yang berpotensi mempercepat degradasi konstruksi jalan.
Tidak hanya berfokus pada perkerasan, kegiatan preservasi juga meliputi pengecatan marka jalan, perbaikan guardrail, pemeliharaan rambu dan penerangan jalan umum (PJU). Preservasi dilakukan dengan pendekatan proaktif, preventif, dan rutin. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menjaga keandalan infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pengguna jalan.
BACA JUGA:Gebrakan Jasa Marga Bikin Hadirkan Aplikasi Travoy di IIMS 2026 Jelang Mudik Lebaran
Selain itu, sebagai bagian dari peningkatan layanan pada periode Lebaran 2026, Jasa Marga menambah kesiapan tim siaga dan infrastruktur pendukung secara signifikan. Tim perkerasan jalan dan jembatan ditingkatkan menjadi 67 tim, tim ruang milik jalan (rumija) dan drainase sebanyak 222 tim, serta tim siaga sebanyak 71 tim. Perseroan juga menyiapkan 9,3 ribu zak material coldmix untuk penanganan cepat, 209 unit pompa, serta 14 titik Early Warning System (EWS) genangan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
Untuk menjaga kondisi perkerasan tetap dalam kategori baik, Jasa Marga akan melaksanakan metode perbaikan secara struktural melalui pekerjaan SFO dan rekonstruksi pada seluruh ruas jalan tol Jasa Marga Group. Selain itu, Perseroan juga melakukan patching permanen pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera guna memastikan kualitas perkerasan tetap optimal dan berkelanjutan.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas yang ketat agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat. Mayoritas pekerjaan dilaksanakan pada malam hingga dini hari dengan pembatasan hanya satu lajur, serta dilengkapi rambu peringatan dan perangkat pengamanan di lokasi pekerjaan. Petugas patroli dan unit derek disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.
“Seluruh kegiatan preservasi dilaksanakan sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta berkoordinasi dengan Kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan para pemangku kepentingan terkait. Informasi rekayasa lalu lintas dan perkembangan kondisi jalan juga disampaikan secara _real time_ melalui media sosial resmi Jasa Marga, Call Center 133, dan aplikasi Travoy,” tutup Rivan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: