Benarkah Kelas Menengah Susah Beli Rumah? Ini Kata Timothy Ronald
Timothy Ronald memberikan pandangannya tentang kelas menengah dan properti--Sumber video: Selamat Tinggal Kelas Menengah
JAKARTA, DISWAY.ID - Punya rumah merupakan impian semua orang termasuk kelas menengah.
Akan tetapi, di tengah daya beli yang kian sulit, apakah benar kelas menengah ikutan terhimpit untuk membeli rumah atau aset properti?
Timothy Ronald kembali menarik perhatian setelah videonya yang berisi peringatan keras soal kondisi ekonomi di masa depan dirilis.
Dalam videonya, ia menegaskan era kelas menengah telah usai dan perubahan berlangsung sangat cepat.
BACA JUGA:PHK Menggila 2025, Kelas Menengah Terpaksa Jadi Ojol dan freelance: Pengangguran Tembus 7,3 Juta
Peringatan itu ia sampaikan sejak awal dengan menekankan bahwa ia mengamati perkembangan ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir.
Co-Founder Akademi Crypto itu menilai banyak orang masih belum menyadari perubahan sistem ekonomi global secara fundamental.
Kemudian, ia menjelaskan generasi sebelumnya bisa hidup nyaman hanya dengan pekerjaan biasa.
Namun, kondisi tersebut sudah tidak lagi berlaku bagi generasi sekarang karena harga properti dan biaya hidup melonjak lebih tinggi dibandingkan kenaikan gaji.
BACA JUGA:Kondisi Keuangan Masyarakat RI 'Tercekik' Demi Kebutuhan, Kelas Menengah Paling Terpukul
Inilah alasan mengapa banyak nasihat orang tua dulu mulai terasa tidak relevan. Baginya, kondisi ekonomi yang dialami sangatlah berbeda dengan situasi saat ini.
“Era lo ibaratnya bisa hidup nyaman sebagai kelas menengah, kerja biasa aja untuk dapat rumah dan punya satu mobil, itu sudah hilang,” ujar Timothy Ronald, dalam unggahan YouTube berjudul Selamat Tinggal Kelas Menengah.
Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini perlahan bergerak menuju sistem yang hanya menguntungkan pemilik aset.
Di masa depan, lanjutnya, pilihan hanya ada dua, antara menjadi pemilik atau menjadi penyewa aset.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: